3 Faktor Penyebab yang Membuat Anda Berisiko Kena Penyakit Lyme

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 27/07/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Gigitan kutu tidak hanya membuat kulit ruam dan gatal. Gigitan jenis kutu tertentu dapat menyebabkan lyme disease (penyakit lyme). Gigitan kutu ini akan menyebabkan ruam disertai gejala, seperti nyeri otot, tubuh kelelahan, sakit kepala, dan leher kaku. Meski terbilang jarang di Indonesia, Anda tetap berisiko terhadap penyakit ini. Berikut beberapa faktor penyebab yang membuat Anda berisiko terkena penyakit lyme.

Sepintas penyakit lyme

Penyakit lyme terjadi ketika bakteri Borrelia afzelii dan Borrelia garinii masuk ke dalam tubuh melalui gigitan kutu. Setelah tergigit, dalam waktu 3 hingga 30 hari, gejala lyme disease akan bermunculan.

Tanpa pengobatan, ruam bisa muncul di area lain dan menyebabkan nyeri sendi parah dalam beberapa bulan. Bahkan, pada beberapa kasus, penyakit lyme juga menjadi penyebab gangguan pergerakan otot, kelumpuhan pada wajah, dan kelemahan pada anggota tubuh.

Fatalnya, infeksi dapat menyebar ke otak menyebabkan penyakit meningitis (radang selaput otak) dan mengganggu irama jantung.

Faktor penyebab yang membuat Anda berisiko kena penyakit lyme

Dilansir dari laman Health Line, sebagian besar kasus lyme dilaporkan sering terjadi pada bulan Mei hingga Agustus. Agar terhindar dari penyebaran infeksi lyme, ahli kesehatan mendorong masyarakat untuk meningkatkan kesadaran pada tindakan pencegahan.

Terdapat beberapa penyebab yang membuat seseorang berisiko kena penyakit lyme. Kadang, mereka tak menyadarinya bahwa yang mereka lakukan bisa menyebabkan lyme disease, di antaranya:

1. Sering bermain di area berumput

“Pada dasarnya, kutu yang membawa infeksi penyebab penyakit lyme banyak ditemukan pada rerumputan yang tinggi,” ujar Dr. Amy Edwards, ketua pengendalian infeksi di Rainbow Babies and Children’s Hospital di Cleveland.

Kutu tersebut lebih senang tinggal di tempat yang lembap dan jauh dari paparan sinar matahari. Kutu tersebut akan lebih mudah ditemukan pada bagian bawah permukaan daun yang lebih lebat.

Itu sebabnya bermain atau berkemah di area yang banyak rumput tinggi bisa membuat Anda berisiko tergigit kutu penyebab penyakit lyme. Kutu yang hidup di rerumputan ini bisa menempel pada kulit, kemudian berpindah ke area yang lebih hangat, seperti pangkal paha, ketiak, maupun kulit kepala.

Salah satu cara untuk mengurangi risikonya, hindari si kecil bermain di semak-semak. Selain itu, akan lebih baik berkemah di area yang lebih luas tanpa semak-semak di sekelilingnya.

Sumber: Toronto Caribean

2. Tidak mengetahui jenis kutu penyebab penyakit lyme

Tidak tahu seperti apa kutu penyebab lyme disease, membuat seseorang berisiko terkena penyakit ini.

Kenapa? Saat Anda pergi ke taman atau kebun, Anda mungkin menemukan berbagai macam serangga, termasuk kutu dan membiarkannya menempel di kulit.

Kutu penyebab penyakit lyme tidak sama dengan kutu rambut. Ada dua jenis kutu yang menyebabkan infeksi lyme, yakni kutu hitam (kutu rusa/Ixodes scapularis) dan kutu blacklegged (berkaki hitam/Ixodes pacificus).

Kutu ini memiliki ukuran yang beragam, yakni berukuran 2 mm disebut nimfa dan seukuran biji wijen dengan tubuh berwarna oranye.

Kutu penyebab penyakit lyme tidak dapat terbang atau melompat sehingga cara berpindah ke kulit Anda melalui sentuhan. Ini bisa terjadi ketika Anda memegang daun atau duduk di antara semak-semak daun. Jika Anda melihat kutu ini menempel di kulit, segera mungkin mengusirnya.

3. Tidur bersama hewan peliharaan

Selain hidup di semak-semak yang lebat dan lembap, kutu ini juga bisa berpindah melalui hewan peliharaan yang berbulu, seperti anjing dan kucing. Salah satunya dengan cara tidur bersama dengan hewan peliharaan tersebut.

Tidur bersama dengan hewan berbulu ini, bisa menjadi salah satu faktor penyebab Anda berisiko terkena lyme disease. Kutu yang mungkin ada pada hewan peliharaan bisa berpindah saat Anda tidur bersama.

Untuk mencegahnya, Anda harus menjaga kebersihan hewan peliharaan Anda dengan rutin memandikannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Sebenarnya Cara Penularan Kutu Rambut?

Salah satu bagian dari langkah pencegahan terserang kutu rambut adalah mengatahui cara penularan dan penyebarannya yang mungkin belum Anda ketahui.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Mewaspadai TB Laten, Perlukah Melakukan Pengobatan?

Dalam penularan penyakit tuberkulosis ada yang disebut infeksi TB laten. Apa itu infeksi TB laten? Apakah hal ini berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Pernapasan, TBC 31/03/2020 . 6 mins read

5 Penyakit dari Kucing yang Bisa Menular ke Anak Anda

Bermain dengan kucing memberikan manfaat bagi perkembangan anak. Namun, orangtua tetap perlu waspada karena anak juga bisa tertular penyakit dari kucing.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Anak, Parenting 25/02/2020 . 4 mins read

5 Cara Terhindar dari Lyme Disease, Penyakit yang Diderita Justin Bieber

Penyakit lyme disebabkan oleh bakteri atau kutu yang menggigit kulit manusia dan dialami oleh Justin Bieber. Bagaimana cara mencegah lyme disease?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Berita Luar Negeri, Berita 17/01/2020 . 4 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

bakteri pada uang kertas

Mengenal Bakteri pada Uang Kertas dan Koin dan Dampaknya bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . 4 mins read
perbedaan covid-19 dan lyme disease

Gejala Lyme Disease dan COVID-19 Hampir Mirip, Apa Perbedaannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 24/06/2020 . 4 mins read
gedung perkantoran ditinggal kosong

Ancaman Kesehatan Selain COVID-19 Saat Masuk ke Gedung yang Lama Tak Dihuni

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . 5 mins read
puasa saat flu saat puasa

Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020 . 3 mins read