Jarang Disadari, Penyakit Jantung Jadi Penyebab Utama Kematian Wanita di Dunia

Penggemar Star Wars seakan terkejut ketika akhir tahun 2016, pemeran Princess Leia: Carrie Fisher meninggal dunia karena serangan jantung. Menurut data dari World Health Organization (WHO), penyakit jantung dan pembuluh darah adalah pembunuh nomor satu perempuan.

Fakta penyakit jantung pada perempuan

Pernyataan itu berdasar dari data yang menyebutkan bahwa setidaknya tiap tahun ada sekitar delapan juta perempuan meninggal dunia akibat penyakit jantung. Jumlah tersebut bahkan lebih banyak dibandingkan jumlah perempuan yang meninggal akibat kanker, TBC dan HIV/AIDS bila digabungkan.

Selama ini penyakit jantung seolah olah dianggap sebagai penyakit laki-laki. Edukasi kesehatan perempuan relatif lebih banyak membahas mengenai kanker payudara, atau kanker serviks.

Nyatanya, menurut World Heart Federation, di negara berkembang atau negara dengan pendapatan rendah atau menengah seperti di Indonesia, perempuan cenderung lebih sering menderita penyakit jantung dan meninggal karena penyakit ini dibandingkan di negara maju.

Saat melakukan skrining kesehatan, penyakit jantung lebih sering “terlewatkan” pada perempuan. Penyebabnya karena itu tadi, penyakit jantung terlanjur dianggap sebagai penyakit laki-laki.

Seolah olah perempuan tidak mungkin terkena penyakit jantung. Apa akibatnya? Perempuan seringkali tidak terdeteksi secara baik atau tidak mendapat pengobatan optimal dalam hal penyakit jantung.

Estrogen, memengaruhi penyakit jantung pada wanita

Sebenarnya perempuan diuntungkan secara alami, salah satunya dengan produksi hormon estrogen saat masa sebelum menopause. Kadar kolesterol baik (HDL) akan relatif lebih tinggi daripada laki-laki terutama saat wanita berada dalam usia produkif. Hal ini salah satu alasan mengapa penyakit jantung koroner sangat jarang terjadi pada perempuan usia muda yang masih menstruasi.

Seiring dengan usia yang makin bertambah, perempuan umumnya akan semakin sulit menjaga berat badan ideal, demikian hal nya dengan mengendalikan kadar kolesterol jahat dalam darah (LDL).

Ketika memasuki usia menopause, fungsi hormon reproduksi juga akan berubah, termasuk estrogen. Hal ini akhirnya bisa memengaruhi kadar kolesterol baik dan jahat di dalam tubuh perempuan. Kondisi ini yang kemudian membuat wanita rentan terkena penyakit jantung.

Meski begitu, penyakit jantung bisa dicegah

Kabar baiknya adalah, penyakit jantung dan pembuluh darah adalah penyakit yang dapat dicegah. Saat ini tren justru mengarah ke deteksi dini faktor risiko penyakit jantung pada perempuan.

Selain penyakit kencing manis, dan darah tinggi, kolesterol adalah risiko utama penyakit jantung koroner. Deteksi dini faktor risiko jantung akan lebih baik dibandingkan mengobati yang sudah terlanjur. Jaga kadar gula darah tetap normal, kontrol darah tinggi, setop merokok dan mengendalikan kadar  kolesterol.

Deteksi dini sangat penting karena ternyata terdapat fakta bahwa perempuan yang terkena serangan jantung di usia yang relatif muda akan lebih fatal dibandingkan laki-laki seusianya. Kebanyakan perempuan usia muda tidak menyadari hal ini sehingga cenderung menyepelekan deteksi dini dan penanganan faktor risiko penyakit jantung.

Maka itu, supaya tidak terkena penyakit jantung, Anda sebaiknya mulai mengadopsi pola hidup yang sehat, seperti berolahraga rutin dan memilih makanan sesuai dengan kebutuhan harian.

dr. Vito Anggarino Damay, SpJP (K), M.Kes, FIHA, FICA Jantung & Pembuluh Darah

Vito Anggarino Damay, Mkes, SpJP (K) FIHA, FICA adalah seorang spesialis jantung dan pembuluh darah Siloam Hospital Lippo Village yang juga merupakan dosen tetap di Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan. Semasa kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan, dr. Vito pernah menjabat sebagai ketua senat mahasiswa, president annual meeting Asian Medical Student Association Indonesia Branch dan mendapatkan penghargaan sebagai Mahasiswa Berprestasi Fakultas Kedokteran. 

Lulus dokter umum dari tahun 2008, dr. Vito kemudian menjalankan tugas sebagai dokter di Halilulik, perbatasan Indonesia-Timor Leste. Dr. Vito mendapatkan beasiswa untuk sekolah spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang diraihnya pada tahun 2014, lalu berhasil menyelesaikan pendidikan Magister Kesehatan di tahun yang sama. Aktif membuat karya ilmiah dan dipresentasikan diantaranya dalam Complex Cardiology Intervention 2017 di Penang, Asian Interventional Cardiology Therapeutics 2017 di Melbourne, Asia Pacific Vascular Intervention Course 2018 di New Delhi dan World Congress of Angiology 2018 di Tokyo.

Pada Indonesian Society of Interventional Cardiology Annual Meeting (ISICAM) InaLive tahun 2015 dan tahun 2017, dr. Vito mendapatkan penghargaan ‘The Best Moderated Poster’. Saat ini dr. Vito aktif sebagai pembicara kesehatan mengenai jantung dan kesehatan umum, juga sebagai TV presenter Ayo Hidup Sehat di tvOne.

dr. Vito juga aktif berbagi ilmu mengenai kesehatan jantung melalui vlog-nya di Youtube. Anda bisa menonton berbagai vlog seputar kesehatan yang dibuat dr. Vito di dalam akun Youtube-nya di sini.

Selengkapnya
Artikel Terbaru