Kesadaran masyarakat akan kalori akhir-akhir ini telah mengalami peningkatan. Hal tersebut banyak disebabkan oleh kekecewaan mereka terhadap diet rendah lemak dan rendah karbohidrat. Tetapi, meski begitu, masih banyak orang yang tidak tahu apa itu kalori, bagaimana kalori bekerja, dan sebagainya. Selain itu masih terdapat banyak mitos mengenai kalori yang banyak dipercayai oleh masyarakat. Oleh karena itu, berikut adalah berbagai fakta dan mitos yang akan menjawab seluruh pertanyaan Anda seputar kalori yang ada dalam makanan.

6 hal yang perlu Anda tahu seputar kalori

1. Apa itu kalori?

Kalori adalah satuan ukuran untuk energi dalam makanan. Kalori pertama kali ditetapkan di Prancis pada awal tahun 1800-an. Kalori makanan (kilokalori) adalah jumlah panas (energi) yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1°C dari 1.000 gram (1 liter) air. Para peneliti ini menggunakan bomb calorimeter untuk mengukur kalori. Namun, dewasa ini produsen makanan tidak menggunakan alat tersebut untuk mendeteksi jumlah kalori, mereka hanya menambahkan kalori dari bahan-bahan berdasarkan basis data standar.

2. Berapa banyak kalori pada makanan?

Komponen makanan biasanya menyediakan kalori: karbohidrat sebanyak 4 kalori per gram, protein sebanyak 4 kalori per gram, lemak 9 kalori per gram, dan alkohol 7 kalori per gram. Lemak memberikan paling banyak kalori, ini merupakan hal yang baik ketika Anda sedang kelaparan dan jumlah makanan hanya terbatas, namun tidak baik ketika Anda ingin mencoba menurunkan berat badan atau setidaknya tidak ingin menambahkan berat badan. Vitamin, mineral dan serat yang dapat dicerna tidak memiliki kalori.

3. Apakah kalori itu buruk?

Kalori itu sendiri bukanlah hal yang buruk, karena Anda membutuhkan kalori untuk hidup. Masalahnya terdapat pada konsumsi kalori berlebih. Kalori adalah kalori, tak terkecuali apakah ia berasal dari lemak, karbohidrat atau protein. Namun, sumber kalori juga memberikan pengaruh bagi kesehatan. Contohnya ialah 100 kalori yang terdapat dalam satu mangkuk brokoli akan membawa banyak nutrisi, sementara 100 kalori yang terdapat dalam satu sepertiga donat tidak memiliki keuntungan apapun. Kalori yang hanya disertai sedikit nutrisi (atau tidak ada sama sekali) juga biasa disebut dengan “kalori kosong”.

4. Bagaimana cara kalori menaikkan berat badan?

Kalori itu sendiri tidak memiliki berat. Namun, kelebihan kalori akan disimpan oleh tubuh sebagai energi potensial, dan sebagian besar disimpan sebagau lemak tubuh. Jumlah yang lebih kecil juga disimpan dalam hati dan otot sebagai glikogen (bentuk penyimpanan glukosa yang digunakan untuk energi jangka pendek).

5. Kenapa orang yang berbadan besar harus mengonsumsi lebih banyak kalori?

Seseorang dengan berat 80 kg dapat mengonsumsi jauh lebih banyak kalori dibandingkan dengan orang dengan berat 50 kg tanpa kenaikan berat badan. Tubuh yang lebih besar membutuhkan banyak kalori untuk melakukan fungsi dasar dan untuk bergerak. Dengan demikian, orang yang berbadan lebih berat bisa membakar 3.000 kalori atau lebih per harinya, sementara orang yang memiliki berat badan lebih ringan hanya dapat membakar kurang dari 2.000 kalori. Hal ini juga tergantung pada umur, jenis kelamin, tingkat kebugaran, beberapa banyak otot dan lemak yang mereka miliki, dan juga faktor genetik.

6. Bagaimana cara menurunkan berat badan dengan kalori?

Dengan membakar 3.500 kalori setiap harinya, berat badan Anda akan berkurang 0,5 kg (tergantung pada berat badan, jenis kelamin, usia, tingkat metabolisme dan tingkat aktivitas). Caranya ialah dengan menghilangkan 250 kalori makanan (seperti menghentikan kebiasaan mengemil cokelat manis) atau dengan berjalan dengan waktu yang lebih banyak setiap harinya selama dua minggu. Agar hasil lebih optimal, kombinasikan keduanya sekaligus.

Pada dasarnya, menurunkan berat badan agak sulit, karena tubuh tidak terbiasa dengan menghilangnya kalori yang lebih dari biasanya, sehingga Anda akan sulit untuk terus menurunkan berat badan ataupun menjaga berat badan minimal Anda. Namun, kunci terpenting di sini ialah memperhatikan kalori masuk dan kalori keluar.

4 mitos yang salah seputar kalori

1. Seluruh kalori dibakar dengan cara yang sama

Salah. Intensitas olahraga menentukan proporsi perbandingan lemak dan karbohidrat yang Anda bakar, menurut Amy Goodson, MS, RD, spesialis diet olahraga dan ahli gizi olahraga Dallas Cowboys. Ia juga mengatakan “Semakin intens olahraga, semakin banyak karbohidrat yang Anda bakar”. Seperti cokelat dan selada, keduanya sama-sama memiliki kalori, namun cokelat sebagian besar merupakan karbohidrat dan lemak, sedangkan selada tidak memiliki lemak. Goodson menyatakan bahwa cokelat dan selada memiliki tingkat pembakaran yang berbeda, sehingga latihan yang dibutuhkan untuk membakar kalori juga berbeda.

2. Menghitung kalori adalah cara paling efektif untuk diet

Salah. Penelitian terbaru dari University of California, San Francisco, menyatakan bahwa ketika kalori terbatas, maka tingkat kortisol dan hormon stres akan bangkit. Menghitung kalori dinyatakan membuat wanita lebih stres, bahkan tanpa kalori yang terbatas. Kortisol dikenal dapat mempengaruhi nafsu makan, lonjakan hasrat untuk makanan berlemak dan bergula, dan menyebabkan peningkatan lemak di perut.

3. Berkeringat berarti telah membakar banyak kalori

Salah. Banyaknya jumlah keringat tergantung terhadap berbagai faktor di luar olahraga Anda yang sebenarnya, menurut Tom Holland, MS, CSCS, ahli fisiologi olahraga dan penulis Beat Gym. Ia mengatakan bahwa orang-orang berkeringat pada tingkat yang berbeda, tergantung pada tingkat kebugaran, suhu udara, dan kelembapan. Biasanya orang yang fit cenderung berkeringat lebih cepat, karena sistem mereka lebih efesien dalam proses pendinginan, ujar Holland.

4. Label kalori pada produk makanan selalu benar

Salah. Menurut hukum yang berlaku, keakuratan kalori pada produk diperbolehkan berbeda hingga 20% dari jumlah kalori aslinya. Maka, jika pada makanan tertera 300 kalori, bisa berarti makanan tersebut sebenarnya memiliki 350 kalori. Jadi jika Anda penghitung kalori, maka Anda dapat kelebihan ratusan kalori per harinya.

BACA JUGA:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca