Beberapa penelitian menemukan adanya hubungan antara efek penyakit jantung terhadap Alzheimer. Padahal, kedua penyakit ini melibatkan dua organ yang berbeda, yaitu jantung dan otak. Lalu, apa hubungannya? Berikut beberapa penelitian yang mengungkap hubungan antara kedua penyakit ini.

Fungsi jantung berpengaruh pada aliran darah di otak

Angela Jefferson, Direktur Vanderbilt Memory & Alzheimer’s Center di Vanderbilt University Medical Center, mengatakan bahwa orang-orang dengan Alzheimer memiliki perubahan aliran darah di otak. Para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang menjadi subjek penelitian yang jantungnya memompa lebih sedikit darah cenderung mengalami masalah signifikan dengan aliran darah ke lobus temporal kiri dan kanan otak mereka. Perlu diketahui bahwa lobus temporal kiri dan kanan merupakan bagian yang berperan dalam daya ingat.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Neurology ini berawal dari sebuah proyek pengumpulan data tentang hubungan antara gaya hidup, masalah kesehatan fisik, dan masalah pada otak yang menua. Penelitian ini melibatkan 300 orang dengan usia rata-rata 73 tahun. Para subjek penelitian merupakan orang-orang yang tidak memiliki penyakit jantung atau otak yang parah. Mereka diminta untuk melakukan ekokardiogram atau USG jantung untuk mengukur kekuatan jantungnya. Selain itu, mereka juga menjalani pindai MRI untuk mengukur aliran darah pada otak.

Para periset menemukan fakta, efek penyakit jantung pada seseorang ditunjukkan dengan penurunan kekuatan jantung. Untuk setiap penurunan satu unit dalam indeks jantung, yaitu ukuran yang digunakan dokter untuk menentukan kekuatan jantung, sebanyak ¾ lobus temporal kiri rata-rata mengalami penurunan aliran darah yang dikaitkan dengan 15 tahun penuaan.

Sementara itu, lobus temporal kanan mengalami penurunan aliran darah yang dikaitkan dengan 20 tahun penuaan. Kemampuan otak untuk meningkatkan aliran darah saat dibutuhkan juga mengalami penurunan yang cukup berarti. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menyimpulkan bahwa masalah jantung adalah penyebab satu-satunya masalah otak ini. Angela Jefferson mengatakan bahwa sebuah penelitian tidak bisa disimpulkan begitu saja tanpa ada penelitian lain yang mendukung hipotesisnya.

Penyakit jantung koroner dan Alzheimer mungkin saling berkaitan secara genetik

Penelitian lain menyebutkan bahwa Alzheimer memiliki hubungan genetik antara penyakit jantung koroner dan Alzheimer. Dr. Chauncey W. Crandall, kepala the Cardiac Transplant Program di Palm Beach Cardiovascular Clinic, New York, mengatakan bahwa penyakit jantung koroner dan Alzheimer memiliki gen yang sama, yang disebut APOE-4.

Gen ini bertugas untuk memberikan perintah bagi tubuh untuk membuat protein yang disebut apolipoprotein E yang dikombinasikan dengan lemak dalam tubuh untuk membentuk sebuah molekul yang disebut lipoprotein. Lipoprotein bertanggung jawab untuk membawa kolesterol dan lemak lainnya ke aliran darah.

Apolipoprotein E juga merupakan komponen utama dari jenis lipoprotein spesifik yang disebut low-density lipoprotein (VLDLs), yang memengaruhi komposisi kolesterol. Crandall menyebutkan bahwa orang yang memiliki gen APOE-4 memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit jantung dan Alzheimer.

Petugas kesehatan di Kentucky, Amerika Serikat, mencatat bahwa otak orang-orang yang meninggal karena penyakit jantung cenderung menunjukkan plak dan tangles. Kedua hal ini merupakan ciri-ciri yang khas dari penyakit Alzheimer. Plak sendiri mengacu pada kumpulan protein amyloid abnormal yang terjadi di antara sel saraf. Sedangkan yang dimaksud dengan tangles ini ialah adanya akumulasi protein berbeda yang disebut protein tau di dalam sel saraf.

Hal tersebut bisa dipicu oleh aterosklerosis. Aterosklerosis ialah penumpukan plak lemak yang mempersempit arteri koroner jantung, sehingga menghambat kemampuan jantung untuk memompa darah ke bagian lainnya, termasuk otak. Padahal sekitar 20-25 persen darah yang dipompa jantung di alirkan ke otak.  Oleh karena itu, jika pasokan darah ke otak menurun dan berkurang, maka bisa mengakibatkan kerusakan otak dan menjadi pintu pembuka bagi penyakit Alzheimer.

Studi menemukan bahwa otak yang kekurangan oksigen akan mengaktifkan gen yang bertanggung jawab untuk memproduksi amyloid beta yang berbahaya. Proses ini nantinya memicu serangkaian reaksi kimia lainnya yang dapat membunuh sel otak dan menyebabkan penyakit Alzheimer.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan. Lakukan olahraga teratur dan diet sehat untuk kesehatan masa tua yang lebih baik.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca