Setelah Makan Wijen Malah Diare, Apa Sebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 05/08/2019
Bagikan sekarang

Taburan biji wijen tidak hanya mempercantik tampilan makanan, tapi juga rasanya. Anda bisa menambahkan biji wijen pada salad, sushi, cupcake, atau tumisan sayur yang Anda masak. Meskipun enak, tidak semua orang merasakan hal yang sama. Beberapa orang justru diare setelah makan wijen. Kenapa hal ini bisa terjadi?

Kenapa makan wijen bikin diare?

Wijen tersedia dalam bentuk biji, minyak, dan ekstrak. Anda bisa menggunakan bijinya untuk campuran makanan dan minyaknya untuk menumis makanan. Bahkan, Anda juga bisa makan wijen dalam bentuk suplemen.

Nah, beberapa alasan orang malas makan wijen karena sering kali tersangkut di sela-sela gigi dan membuat gigi kotor. Tak hanya itu, beberapa orang juga mengeluhkan terus-menerus bolak-balik ke kamar mandi setelah makan wijen.

Rupanya, diare karena makan wijen, baik biji atau minyaknya berkaitan dengan alergi. Meskipun jarang terjadi, kasus alergi wijen ternyata sudah ada sejak tahun 1950, menurut sebuah laporan yang disusun oleh P. J. Torsney.

Studi pada Journal of Asthma and Allergy juga menyebutkan bahwa oleosin merupakan salah satu tersangka zat alergenik yang ada pada wijen.

Selain diare, kondisi ini bisa terjadi setelah makan wijen

cara mengatasi diare

Alergi terjadi ketika sistem tubuh keliru mengenali protein yang ada pada wijen. Tubuh mengenali protein tersebut sebagai zat asing dan menghasilkan antibodi yang disebut Imunoglobulin E dan histamin.

Saat antibodi dan histamin dilepaskan, peradangan dan pembengkakan pada jaringan tubuh akan terjadi. Nah, peradangan yang terjadi pada usus kecil dan usus besarlah yang menyebabkan diare setelah makan wijen.

Peradangan pada usus juga bisa menimbulkan masalah pencernaan, seperti perut kembung, mulas, mual, dan muntah.

Bukan hanya itu saja, orang yang alergi wijen juga bisa menimbulkan reaksi lainnya. Anda bisa merasa gatal dan ruam pada kulit, batuk, suara serak, hingga pembengkakan wajah.

Reaksi yang ditimbulkan akibat alergi wijen ternyata sama seperti alergi pada makanan lainnya, seperti ikan atau kacang-kacangan.

Reaksi alergi yang telah disebutkan di atas merupakan gejala ringan. Bila reaksinya parah, tak hanya diare, Anda juga bisa mengalami reaksi anafilaktik akibat makan wijen, seperti:

  • Kesulitan bernapas
  • Pingsan
  • Detak jantung menjadi lebih cepat
  • Kepala pusing bahkan gagal jantung

Mengobati dan mencegah diare setelah makan wijen

Jika mengalami diare setelah mengonsumsi wijen, obat antihistamin adalah salah satu yang dapat dipilih.

Obat ini dapat mengurangi produksi histamin dalam tubuh sekaligus meringankan gejala alergi, baik itu mulas, atau gatal pada kulit.

Pada orang yang kerap mengalami reaksi alergi parah, diharuskan membawa epinefrin ke mana pun agar lebih aman. Selain itu, perawatan dokter mungkin lebih diutamakan jika reaksinya mengancam jiwa.

Supaya tidak muncul lagi diare atau reaksi alergi lainnya, Anda harus menghindari makan wijen. Selalu baca dengan teliti setiap produk makanan yang Anda beli mengandung biji atau minyak wijen atau tidak.

Perhatikan pula produk lain, seperti kosmetik yang Anda pakai, sebab ekstrak wijen ternyata juga juga ditemukan di dalamnya.

Jika Anda merasakan salah satu reaksi yang telah disebutkan setelah makan atau kontak dengan wijen, segera periksa ke dokter. Munculnya reaksi tersebut kemungkinan besar menandakan Anda punya alergi wijen.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Berbagai Jenis Bakteri Penyebab Diare

Ada berbagai penyebab diare, termasuk infeksi bakteri. Tidak hanya satu jenis, bakteri penyebab diare pun berbeda-beda. Cari informasi lengkapnya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Kupas Tuntas Gejala, Penyebab, dan Perawatan Diare Pada Ibu Menyusui

Diare bisa menyerang siapa saja, termasuk pada ibu menyusui. Lantas, apa penyebab, gejala, dan pengobatannya? Baca selengkapnya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 10/04/2020

Apa Bedanya Diare Akut dan Diare Kronis?

Diare umumnya dibedakan menjadi akut dan kronis berdasarkan lama waktu sakitnya. Namn ternyata, jenis diare bukan cuma dua itu.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 09/04/2020

4 Makanan yang Harus Dihindari Ibu Menyusui Saat Bayi Diare

Saat bayi diare, sang ibu harus memperhatikan pilihan makanan. Berikut ini ada beragam makanan yang harus dihindari ibu menyusui saat bayi diare.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 09/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

diare tanda hamil muda

Diare Jadi Tanda Anda Sedang Hamil Muda, Benar atau Tidak?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020

Pilihan Obat yang Ampuh untuk Meredakan Gejala Muntaber

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020
penyebab hidung meler

Beragam Penyebab Hidung Meler Terus Padahal Tidak Sedang Flu

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020
alergi-buah-kiwi

Alergi Buah Kiwi Cukup Umum Terjadi pada Anak, Apa Gejalanya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020