Polusi Udara Bikin Anda Tidak Bahagia, Ini Alasannya Menurut Penelitian

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Polusi udara kerap menjadi biang masalah atas penyakit pernapasan yang dialami masyarakat. Sekarang ini dampak dari polusi udara bisa dirasakan di berbagai wilayah akibat kebakaran hutan, limbah industri, atau asap kendaraan. Tak hanya kesehatan fisik, polusi udara juga memengaruhi kehidupan sosial dan perilaku seseorang, khususnya kebahagiaan.

Hubungan polusi udara dengan kebahagiaan

Penelitian yang baru-baru ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Human Behaviour memperlihatkan penurunan tingkat kebahagiaan yang disebabkan oleh polusi udara.

Tingginya pertumbuhan ekonomi di Tiongkok yang tidak selaras dengan tingkat kesejahteraan masyarakatnya menjadi dasar mengapa penelitian tersebut dilakukan.

Studi sebelumnya menunjukkan dampak dari polusi udara merusak kesehatan, kemampuan kognitif, dan mengganggu produktivitas.

Penelitian yang dilakukan BMC Public Health juga memperlihatkan efek dari kandungan partikel dan nitrogen dioksida yang terdapat pada polusi udara terhadap perilaku. Zat tersebut menyebabkan peningkatan tekanan akibat oksidasi dan peradangan di otak yang memengaruhi munculnya perilaku negatif.

Semakin tinggi kosentrasi zat di wilayah tersebut, maka semakin tidak bahagia masyarakatnya.

Siqi Zeng, dosen di Department of Urban Studies and Planning, Massachusetts Institute of Technology, yang menulis penelitian tersebut menggunakan data media sosial untuk mengetahui dampak dari polusi udara terhadap kebahagiaan masyarakat di 144 kota di Tiongkok.

Semakin meluasnya permasalahan polusi udara di Tiongkok membuat masyarakat aktif menyuarakan kepeduliannya terhadap kesehatan dan kualitas udara di media sosial.

Untuk mengukur tingkat kebahagiaan di setiap kota, Zheng dan rekannya menganalisis dan menelaah 120 juta postingan di platform Sina Weibo yang diunggah dari Maret-November 2014.

Dari data tersebut dapat diketahui dari mana postingan berasal serta emosi yang dirasakan, apakah sedih atau bahagia. Selanjutnya, hal itu akan dicocokkan dengan indeks kualitas udara harian di wilayah setempat.

Dari analisis yang dilakukan, peneliti menemukan korelasi yang jelas antara dampak dari polusi udara dengan tingkat kebahagiaan masyarakat.

Dampak emosional polusi udara

Hasil penelitian menunjukkan pada hari-hari dengan tingkat polusi yang relatif lebih tinggi, tingkat kebahagiaan menjadi lebih rendah. Sumber polusi udara yang memengaruhi kebahagiaan di wilayah penelitian adalah penggunaan kendaraan bermotor, aktivitas industri, dan pembakaran batu bara.

Udara yang tercemar memicu seseorang melakukan tindakan impulsif yang berisiko. Seseorang akan membuat keputusan berdasarkan alasan yang tidak rasional yang kemudian akan segera disesalinya. Dampak dari polusi udara seperti ini selanjutnya akan menimbulkan gangguan kecemasan jangka pendek dan depresi.

Dalam studi tersebut juga disebutkan bahwa perempuan merasakan dampak dari polusi udara yang lebih signifikan dibandingkan laki-laki. Penurunan kualitas udara sangat memengaruhi kebahagiaan perempuan.

Meskipun penelitian yang menunjukan adanya pengaruh polusi udara pada penurunan kebahagiaan ini telah dilengkapi hasil penelitian lain yang mendukung, tetap diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menguji kesimpulan tersebut.

Menghindari dampak dari polusi udara

Dengan mengetahui bahwa polusi udara memiliki dampak negatif terhadap kesehatan fisik maupun psikologis seseorang, setidaknya Anda lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan dan lebih waspada akan bahayanya.

Dari penelitian tersebut, untuk menghindari bahaya polusi udara tingkat tinggi, orang-orang di Tiongkok diketahui memutuskan untuk pindah ke kota yang lebih bersih atau tinggal di bangunan yang berbasis energi hijau.

Jika kondisi Anda saat ini tak memungkinkan untuk berpindah tempat tinggal, jangan khawatir. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk terhindar dampak dari polusi udara yang berbahaya, seperti:

  1. Menggunakan peralatan pelindung seperti masker wajah saat berada di luar rumah
  2. Membatasi waktu melakukan aktivitas di tempat berpolusi tinggi
  3. Saat berolahraga di luar, pililah tempat yang jauh dari polusi
  4. Membatasi penggunaan kendaraan pribadi ketika bepergian
  5. Hindari membakar sampah

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: November 28, 2019 | Terakhir Diedit: November 27, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca