Psstt… Ingin Hidup Lebih Bahagia? Ayo Rajin Cuci Piring!

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Dari sekian banyaknya hal yang harus dikerjakan saat beres-beres rumah, cuci piring biasanya menjadi PR yang paling suka ditunda-tunda. Bahkan bisa dihindari sama sekali sampai ada orang lain yang lebih mau turun tangan. Namun setelah baca artikel ini, Anda mungkin akan berubah pikiran. Sebuah penelitian melaporkan bahwa jika Anda ingin hidup bahagia dan terbebas dari stres, rajin cuci piring adalah kuncinya. Lho, kok bisa?

Rajin cuci piring, cara hidup bahagia yang sederhana dan murah meriah

Siapa yang menyangka bahwa pekerjaan rumah yang merepotkan satu ini ternyata bisa bikin hidup bahagia? Namun kenyataannya setelah meminta 51 mahasiswa untuk mencuci piring, begitulah yang disimpulkan oleh sebuah penelitian dari University of Florida baru-baru ini.

Relawan yang diminta untuk cuci piring juga sembari diminta untuk fokus pada piring-piring yang mereka cuci, menghayati proses mencuci piring tersebut, menghirup wangi dari sabun cuci piring, sampai benar-benar merasakan kehangatan dari aliran air yang digunakan untuk mencuci.

Setelah semua piring bersih mengkilap, tim peneliti mendapatkan laporan bahwa mahasiswa-mahasiswa tersebut merasa pikirannya jadi lebih jernih. Mereka melaporkan jadi 25% lebih terinspirasi setelah cuci piring, dan tingkat stresnya pun menurun sampai 27 persen.

Dari penelitian tersebut, ternyata didapatkan adanya peningkatan inspirasi sebesar 25% dan penurunan tingkat stress sebesar 27%. Berdasarkan jurnal dari Psychological Science, orang yang bisa hidup bahagia ternyata dapat memiliki pernikahan yang lebih stabil, kesehatan tubuh yang lebih baik, pendapatan yang lebih baik, dan cara berpikir yang lebih kreatif dibandingkan mereka yang tidak bahagia.

Mengapa hal ini dapat terjadi?

Salah satu penyebab kita susah atau jarang merasa bahagia bersumber dari pikiran buruk yang menghantui benak Anda, meski sebenarnya hal-hal yang dikhawatirkan itu belum tentu terjadi atau bahkan tidak akan terjadi. Misalnya, kepikiran terus apakah proyek kantor bakal “gol” padahal bahkan belum mulai direncanakan. Lainnya mungkin hanya merasa terus-terusan tak enak hati yang tidak jelas asal-usul penyebabnya.

Semakin Anda galau karena kepikiran hal buruk yang sama berulang kali, semakin Anda membuang banyak waktu dengan terus berpikiran negatif dan akhirnya merasa frustrasi. Nah rutinitas “bilas-sabuni-gosok-keringkan” yang diulang-ulang saat mencuci piring bisa menjadi cara yang baik untuk mengosongkan pikiran dan mengalihkan fokus Anda dari hal-hal negatif tersebut.

Dengan memfokuskan diri pada suatu kegiatan (dalam hal ini fokus pada piring-piring yang akan dicuci)  maka akan tercipta suatu kondisi mental yang disebut dengan istilah ‘mindfulnes’. “Mindfulness adalah memusatkan perhatian Anda sedemikian rupa untuk menghayati apa yang sedang Anda lakukan saat ini, tanpa maksud menghakimi diri sendiri,” kata psikolog Marsha Lucas, Ph.D, mengutip Psych Central.

Mindfulness membantu Anda untuk sejenak mensyukuri dan menikmati momen saat ini, tanpa mengingat-ingat kejadian buruk di masa lampau atau kekhawatiran akan masa depan. Selain itu, efek penurunan stres juga terbantu dari adanya upaya rileksasi seperti merasakan sensasi “pijatan” air saat mencuci piring.

Apakah teori  ‘mindfulness’ hanya dapat diterapkan saat cuci piring?

Mindfulness tidak hanya dapat Anda praktekkan saat mencuci piring, tapi juga pada berbagai aspek hidup lainnya. Misalnya, ketika Anda sedang jalan kaki dari halte terdekat atau parkiran menuju gedung kantor. Selagi berjalan, Anda dapat mencoba untuk rilekskan pikiran dan menikmati lingkungan sekitar. Atau saat makan, Anda dapat mencoba makan perlahan demi menikmati rasa makanan tersebut, dan fokus mensyukuri makanan yang Anda makan.

Semakin sering Anda melatih “mindfulness” maka akan semakin banyak pula kebahagiaan sederhana yang dapat Anda peroleh. Selain lewat latihan mindfulness, ada beberapa cara lainnya yang bisa Anda lakukan untuk hidup bahagia. Antara lain:

  • Makan dark chocolate. Makan cokelat membantu otak memproduksi hormon bahagia serotonin, dopamin, dan endorfin yang lebih banyak untuk menghasilkan mood yang positif.
  • Berteman dan bersosialiasi dengan banyak orang.
  • Seringlah tersenyum dan mengucapkan terima kasih atas bantuan yang orang lain berikan kepada Anda.
  • Jangan membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain, dan jangan menjadikan harta sebagai suatu prioritas utama dalam hidup. Orang yang gila harta dilaporkan lebih rentan terkena depresi dan gangguan kecemasan.
  • Olahraga! Olahraga membantu memperbaiki mood, membuat hidup lebih bahagia, serta menjauhkan Anda dari risiko gangguan kesehatan fisik dan mental.
  • Cobalah bermeditasi untuk menghilangkan stres.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca