Sebaiknya Berobat ke Mana Jika Anda Perlu Cuci Darah?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23/06/2019
Bagikan sekarang

Prosedur cuci darah diperlukan oleh pasien yang ginjalnya tidak lagi berfungsi secara normal. Kendati telah sering dilakukan, nyatanya masih banyak pasien gagal ginjal yang belum paham harus berobat ke mana begitu dokter menyarankan untuk cuci darah.

Harus berobat ke dokter mana jika perlu cuci darah?

efek samping cuci darah

Anda dapat menjalani cuci darah di rumah sakit atau klinik khusus yang menyediakan prosedur ini. Anda akan bekerja sama dengan tim medis yang memiliki spesialisasi dalam penyakit ginjal berikut perawatannya.

Tim medis yang melaksanakan prosedur cuci darah umumnya terdiri atas:

1. Nefrologis (dokter spesialis ginjal)

Nefrologis adalah sebutan bagi dokter penyakit dalam (internist) yang memiliki spesialisasi dalam penyakit ginjal. Anda akan mengenalinya dengan gelar Sp.PD-KGH yang berarti ginjal hipertensi.

Merekalah yang akan memimpin tim medis untuk menjalankan prosedur cuci darah serta bertanggung jawab terhadap kesehatan Anda selama prosesnya.

Para nefrologis adalah tempat bagi Anda untuk berkonsultasi mengenai segala hal terkait penyakit ginjal dan penanganannya.

Mereka juga berwenang untuk memantau kondisi pasien sebelum dan setelah pasien menjalani operasi donor ginjal.

2. Perawat khusus cuci darah

Perawat khusus cuci darah adalah para perawat yang secara khusus merawat pasien penyakit ginjal. Mereka bekerja sama dengan dokter spesialis ginjal, dalam perawatan pasien sampai pelaksanaan cuci darah.

Ke mana pun Anda berobat untuk cuci darah, para perawat ini akan membantu dokter menjalankan prosedurnya. Mereka bertanggung jawab untuk melakukan penilaian terhadap kondisi Anda dan memastikan obat telah diberikan dengan tepat.

3. Staf teknis cuci darah

Para staf teknis juga bertugas selama cuci darah berlangsung. Merekalah yang bertanggung jawab untuk memulai dan mengakhiri prosedur ini.

Tidak hanya itu, mereka juga memantau kondisi Anda sebelum, selama, dan setelah cuci darah.

4. Ahli gizi

Ahli gizi yang menangani pasien cuci darah bertugas merancang menu serta memberikan konseling gizi kepada pasien dan keluarganya.

Mereka akan menyesuaikan pola makan berdasarkan status gizi, kondisi kesehatan, dan keadaan ginjal pasien.

Hal yang perlu dipersiapkan sebelum cuci darah

cuci darah

Baik di rumah sakit maupun klinik cuci darah, Anda perlu mempersiapkan diri sebelum berobat ke mana pun guna menjalani prosedur ini.

Pasalnya, cuci darah merupakan proses jangka panjang yang berpengaruh besar terhadap kondisi pasien.

Beberapa hal yang perlu Anda ketahui di antaranya:

  • Cuci darah terbagi menjadi dua jenis. Pertama, hemodialisis menggunakan mesin di rumah sakit atau klinik. Kedua, dialisis peritoneal dengan memasangkan kateter khusus di perut Anda. Berkonsultasilah dengan dokter untuk menyesuaikan jenis cuci darah yang tepat bagi Anda.
  • Biaya cuci darah dapat ditanggung dengan asuransi kesehatan.
  • Anda tetap dapat bekerja dengan normal selama menjalani cuci darah.
  • Anda perlu menerapkan pola makan khusus untuk penyakit ginjal.
  • Anda tetap dapat bepergian walaupun perlu menjalani cuci darah. Sesuaikan jadwal bepergian Anda dengan jadwal cuci darah. Pastikan Anda mengetahui lokasi terdekat untuk cuci darah di tempat tujuan Anda.
  • Setiap klinik cuci darah memiliki keunggulan tersendiri. Anda dapat mencari tahu terlebih dulu sebelum mulai menjalani cuci darah.

Jadi, untuk menjalani cuci darah Anda dapat pergi ke dokter penyakit dalam yang telah mengambil subspesialis ginjal hipertensi. Pastikan keputusan cuci darah sudah Anda diskusikan dengan matang dokter.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Tips Merawat Anggota Keluarga yang Rutin Cuci Darah

Setiap pasien cuci darah memerlukan perawatan khusus sehingga mereka amat bergantung pada anggota keluarganya. Inilah yang perlu Anda lakukan.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Jangan Disepelekan, Ada Berbagai Efek Samping Cuci Darah (Hemodialisis) yang Mungkin Terjadi

Cuci darah merupakan hal wajib yang harus rutin dilakukan oleh pasien gagal ginjal akut. Meski begitu, ada beberapa efek samping cuci darah di baliknya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Gagal Ginjal

Gagal ginjal membuat tubuh Anda menyimpan racun karena ginjal tidak bisa menyaringnya. Bagaimana cara mengobatinya? Temukan jawabannya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin

HBsAg, Tes Darah untuk Mendiagnosis Penyakit Hepatitis B

Jika hasil pemeriksaan HBsAg positif, ini berarti Anda terinfeksi virus hepatitis B (VHB) dan berisiko menularkan penyakit ini ke orang lain.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Direkomendasikan untuk Anda

risiko efek covid-19 pasien cuci darah

Perawatan Pasien Cuci Darah yang Rentan Tertular COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020
prosedur cimino dalam cuci darah

Apa Itu Prosedur Cimino Dalam Proses Cuci Darah?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 31/03/2020
hemodialisis

Pengobatan Hemodialisis dan CAPD untuk Gagal Ginjal, Mana yang Lebih Baik?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 23/03/2020
prosedur cimino dalam cuci darah

Cara Mengatasi Tubuh yang Demam dan Menggigil Saat Cuci Darah

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 09/08/2019