4 Cedera Yang Kerap Jadi Langganan Pemain Sepak Bola

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/03/2020 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Sebagai olahraga yang penuh dengan kontak fisik, sepak bola erat kaitannya dengan cedera. Cedera yang dialami pemain sepak bola bahkan bisa membuatnya terpaksa absen lama dari lapangan hijau atau justru meredupkan karir, seperti cedera hamstring dan cedera ACL.

Seberapa seringkah seorang pemain sepak bola mengalami cedera?

Dari data sebuah penelitian epidemiologi oleh Dvorak (2000), setiap 1000 menit pertandingan sepak bola setidaknya ada 10 hingga 35 pemain yang mengalami cedera. Cedera yang dialami paling sering disebabkan oleh trauma, dan sisanya (9-34%) disebabkan oleh penggunaan otot yang berlebihan.

Sebagian besar cedera yang dialami atlet sepak bola melibatkan pergelangan kaki dan sendi lutut, serta otot dan ligamen dari paha dan betis. Sebanyak 61-90% cedera berhubungan dengan tungkai bawah. Sedangkan untuk posisi penjaga gawang, cedera lebih sering dialami pada kepala, wajah, leher dan badan atas dibandingkan dengan bagian bawah.

Rata-rata seorang pemain sepak bola profesional bermain sebanyak 100 jam per tahun (bervariasi dari 50 jam hingga 500 jam per pemain). Diperkirakan setidaknya setiap pesepak bola akan mengalami 1 cedera yang menghambatnya untuk bertanding setiap tahunnya. Frekuensi cedera yang tinggi ini tentu akan menambah biaya pengeluaran dari sebuah klub sepak bola.

Cedera hamstring hingga gegar otak: cedera yang paling sering dialami oleh pemain sepak bola

Diambil dari laman FIFA, ada 4 cedera yang paling umum dialami oleh pemain sepak bola.

Keseleo

Keseleo kaki merupakan salah satu cedera yang paling sering terjadi di lapangan sepak bola. Keseleo kaki bisa terjadi pada sisi luar pergelangan kaki, ketika posisi telapak kaki berubah tiba-tiba ke dalam, atau di sisi dalam karena telapak kaki yang mengarah ke luar. Keseleo saat bermain bola bisa diakibatkan oleh hantaman antar tubuh pemain yang tidak terelakkan, salah posisi lari, atau jatuh mendarat dengan posisi yang salah. Gejalanya berupa bengkak dan nyeri pada pergelangan kaki.

Cedera ACL

ACL, alias ligamen krusiatum anterior, adalah salah satu ligamen penahan persendian lutut. Pada atlet sepak bola, cedera ACL biasanya disebabkan oleh kontak langsung seperti tackle dari pemain lawan atau karena penyebab non-kontak seperti pergerakan yang cepat dan mendarat dengan posisi yang salah.

Cedera ACL adalah salah satu yang paling ditakuti karena masa penyembuhannya bisa memakan waktu 6 bulan, yang menyebabkan seorang pemain harus absen selama setengah musim pertandingan. Contohnya adalah Holger Badstuber, pesepak bola eks Bayern Muenchen yang beberapa kali mengalami cedera ACL selama karirnya di Bundesliga. Cedera ACL yang ia alami meredupkan karirnya yang sempat bersinar.

Cedera Hamstring

Cedera hamstring adalah terpelintirnya otot hamstring, atau bisa juga terjadi robekan. Hamstring itu sendiri adalah tiga kelompok otot pada paha bagian belakang. Cedera ini merupakan salah satu yang paling sering terjadi di dunia olahraga. Cedera ini terjadi biasanya karena gerakan menendang seperti pada pemain sepak bola.

Cedera hamstring seringkali menjadi momok yang mengerikan karena angka kejadian berulangnya cedera ini sangat tinggi, dan waktu yang diperlukan untuk sembuh lebih panjang dibandingkan cedera hamstring yang pertama kali. Sebut saja Bastian Schweinsteiger, pesepak bola timnas Jerman yang kerap kali dipertemukan dengan cedera hamstring saat berlaga sepanjang karirnya.

Cedera Kepala

Sepak bola merupakan olahraga unik. Walaupun namanya “sepak” bola, Anda masih memerlukan kepala untuk mengontrol dan menyundul bola sebagai taktik permainan. Akan tetapi, pesepak bola tidak diwajibkan untuk memakai helm pelindung kepala layaknya seorang atlet hoki es, sehingga pemain sepak bola lebih rentan terhadap cedera kepala. Cedera kepala terjadi biasanya karena benturan, baik terhadap sesama pemain, tiang gawang, tanah, ataupun bola. Benturan yang terjadi dapat mengakibatkan gegar otak, cedera pada mata, ataupun keretakan tulang tengkorak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2020 . 5 menit baca

Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

Bau mulut atau halitosis adalah masalah yang sangat mengganggu dan memalukan. Cari tahu semua tentang penyebab dan cara menghilangkan bau mulut tak sedap.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 17/06/2020 . 5 menit baca

Berapa Lama Olahraga yang Dianggap Efektif?

Berapa lama olahraga juga menentukan kesuksesan tujuan Anda. Terlalu sebentar tak akan efektif, tapi terlalu lama juga tak baik.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kebugaran, Hidup Sehat 16/06/2020 . 5 menit baca

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

Olahraga di luar rumah pandemi

Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi? Perhatikan Hal-hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . 4 menit baca
apa itu kolesterol

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca
mual karena gugup

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 6 menit baca
mata plus pada anak

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 5 menit baca