Bagaimana Bisa Bahan Kimia di Rumah Anda Bikin Berat Badan Naik?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Pola makan tidak teratur dan malas olahraga sering jadi penyebab berat badan Anda terus naik. Namun, perlu Anda ketahui bahwa penyebab berat badan bertambah naik bukan hanya karena dua hal tersebut saja. Menurut penelitian, bahan kimia rumah tangga yang mungkin Anda gunakan pun bisa menjadi penyebab berat badan Anda menjadi tidak stabil. Bagaimana bisa begitu?

Apa hubungannya berat badan bertambah dan bahan kimia di rumah?

Dilansir dari WebMD, penggunaan bahan kimia yang terkandung pada detergen dan cairan pembersih rumah turut berperan dalam merusak siklus diet. Setelah berjuang untuk menurunkan berat badan, para peserta penelitian ternyata beratnya naik lagi, menjadi sama seperti seperti sebelum diet.

Sebuah penelitian baru membuktikan bahwa bahan kimia buatan, seperti zat perfluoroalkil (PFAS) dapat menghambat metabolisme tubuh sehingga merusak siklus diet untuk mempertahankan penurunan berat tubuh. Dr. Qi Sun, seorang asisten dosen ilmu gizi di Harvard School of Public Health mengatakan, “Orang dengan kadar bahan kimia tingkat tinggi lebih sulit untuk mempertahankan penurunan berat badan setelah diet. Pola ini terjadi terutama pada wanita.”

Zat perfluoroalkil (PFAS) telah digunakan selama lebih dari 60 tahun di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat. Bahan kimia ini biasanya digunakan untuk membersihkan permukaan yang berminyak, sebagai bahan pembersih, dan juga untuk peralatan memasak antilengket. Bahan kimia ini rupanya terdeteksi dalam darah sebagian besar penduduk Amerika Serikat karena banyak digunakan pada berbagai produk.

Penelitian sebelumnya juga telah menunjukkan kaitan paparan PFAS  dengan penambahan berat badan dan obesitas pada hewan sehingga bahan kimia ini dijuluki obesogens (penyebab obesitas). Ini juga dikaitkan dengan kanker, gangguan hormon dan kekebalan tubuh, serta kolesterol tinggi pada penelitian selanjutnya.

Kemudian, penelitian dilanjutkan pada 600 pria dan wanita yang obesitas berusia 30 sampai 70 tahun. Mereka melakukan diet dengan empat cara yang berbeda dan mengukur paparan PFAS dalam darahnya. Selama setengah tahun pertama, berat badan mereka menurun sebesar 7 kilogram, tapi 18 bulan berikutnya kembali naik sebesar 3 kilogram. Mereka yang mengalami kenaikan berat badan memiliki aktivitas rendah dan tingkat PFAS tinggi dalam darahnya.

Penelitian menyimpulkan bahwa perempuan lebih rentan terhadap dampak ini, karena bahan kimia tersebut memengaruhi hormon estrogen yang berperan dalam mengatur metabolisme dan berat badan.

Berbagai produk obesogens pada bahan kimia rumah tangga

Selain PFAS, bahan kimia lain juga termasuk ke dalam obesogens. Berikut bahan kimia lainnya yang mungkin menjadi penyebab berat badan bertambah.

Bisphenol-A (BPA)

Bahan kimia ini sering ditemukan pada botol bayi, wadah plastik, dan kaleng makanan. Strukturnya menyerupai estradiol yang memegaruhi hormon estrogen sehingga BPA dapat mengikat strogen di dalam tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa BPA sangat peka di dalam rahim. Ini menyebabkan 96 persen ibu hamil di Amerika Serikat positif mengandung BPA dalam urine dan bisa menyebabkan risiko anak yang dilahirkan mengalami obesitas di kemudian hari. Selain itu, BPA juga dikaitkan dengan resistensi insulin, penyakit jantung, diabetes, kelainan neurologis, disfungsi tiroid, dan penyakit lainnya.

Phthalates

Bahan kimia ini banyak ditemukan pada benda-benda yang umumnya terbuat dari plastik agar menjadi lebih lentur. Bahan ini bisa menyerap mencemari makanan, air, dan udara yang dihirup, bahkan menyerap melalui kulit.

Bahan kimia ini memengaruhi keseimbangan hormon dan memengaruhi reseptor hormon yang disebut PPAR dalam proses metabolisme sehingga berat badan bisa bertambah. Bahan kimia ini juga dikaitkan dengan penyakit diabetes tipe 2 dan malformasi genital pada anak laki-laki.

plastik BPA

Yang perlu diperhatikan dalam menggunakan bahan kimia rumah tangga:

Sebenarnya penggunaan bahan-kimia tersebut sudah diatur kebijakan kadar penggunaannya dalam suatu produk. Anda mungkin tidak bisa menghindari penggunaan bahan-bahan kimia tersebut. Namun, alangkah baiknya jika Anda mengurangi penggunaannya sebagai tindakan pencegahan. Bukan hanya mencegah berat badan bertambah naik, tetapi juga menurunkan risiko penyakit lainnya akibat terpapar bahan kimia tersebut.

Mulai sekarang, perhatikan label kemasan pada produk pembersih yang Anda gunakan dan baca cara pemakaiannya. Gunakan sarung tangan saat Anda mencuci pring, mencuci baju atau melakukan hal yang memerlukan kontak langsung dengan tangan. Setelah itu, jangan lupa untuk selalu mencuci tangan setelah memakai bahan-bahan tersebut.

Jika baju Anda terkena bahan-bahan tersebut, sebaiknya segera mengganti baju dan membersihkan kulit Anda segera. Baju yang terkena bahan kimia tersebut dibersihkan lebih dahulu dengan air atau dicuci secara terpisah dengan baju lainnya.

Bukan cuma bahan kimia yang bisa bikin berat badan bertambah

Jangan langsung menyalahkan barang-barang di rumah bila angka timbangan Anda naik. Ada banyak sekali faktor yang memengaruhi berat badan seseorang. Di antaranya adalah kurang aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang, punya penyakit, konsumsi obat-obatan tertentu, dan gaya hidup tidak sehat. Maka, perhatikan juga faktor-faktor tersebut guna menjaga berat badan yang ideal.

Untuk mengetahui apakah berat badan Anda sudah ideal atau belum, Anda bisa mengeceknya melalui indeks massa tubuh. Yuk, hitung berat badan ideal Anda di kalkulator indeks massa tubuh (IMT) ini atau di bit.ly/indeksmassatubuh.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca