Benarkah Minum Susu Bisa Menambah Tinggi Badan?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17/03/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

“Minum susu biar cepat tinggi”. Kalimat ini mungkin sering kita dengar dari banyak orang. Banyak dari kita beranggapan susu dapat menambah tinggi badan. Banyak produk susu juga ditawarkan dengan slogan untuk membantu meninggikan badan. Tak heran jika banyak orangtua yang menyarankan anaknya minum susu, terutama pada masa remaja di mana pertumbuhan sedang mencapai puncaknya.

Tapi, benar nggak sih, susu bisa menambah tinggi badan? Sebelum membahasnya, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa saja yang terkandung di dalam segelas susu.

Apa saja kandungan dalam susu?

Susu dikenal mengandung tinggi protein dan kalsium. Protein diperlukan tubuh untuk mendukung pertumbuhan. Sedangkan, kalsium merupakan zat gizi utama yang diperlukan untuk membentuk tulang. Kalsium ditemukan 99% dalam tulang dan gigi.

Selain kedua zat gizi penting tersebut, susu ternyata juga mengandung faktor pertumbuhan yang dikenal dengan nama insulin-like growth factor-1 (IGF-1). IGF-1 ini membantu pertumbuhan panjang tulang sehingga juga berhubungan dengan tinggi badan. Asupan protein yang rendah dapat mengganggu produksi dan kerja IGF-1 dalam tubuh. Sedangkan, asupan protein hewani yang tinggi dapat meningkatkan kadar IGF-1 dalam tubuh.

Susu juga mengandung berbagai vitamin dan mineral. Vitamin dalam susu, seperti vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin B5, vitamin B6, vitamin B12, vitamin C, folat, vitamin A, vitamin D, vitamin E, vitamin K, dan masih banyak lagi. Selain kalsium, susu juga mengandung mineral magnesium, fosfor, kalium, selenium, dan seng.

Vitamin dalam susu berperan dalam metabolisme, transport oksigen, dan antioksidan. Sedangkan mineral dalam susu berperan dalam fungsi enzim, pembentukan tulang, mempertahankan keseimbangan cairan, dan juga transpor oksigen.

Benarkah susu dapat menambah tinggi badan?

Banyak orang berpikir bahwa susu dapat menambah tinggi badan. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi susu dapat meningkatkan tinggi badan. Seperti pada penelitian Wiley di Amerika pada tahun 2005, menunjukkan bahwa tinggi badan orang dewasa berhubungan positif dengan konsumsi susunya pada usia 5-12 dan 13-17, setelah mengontrol jenis kelamin, pendidikan, dan etnis. Energi, protein, kalsium, dan senyawa bioaktif IGF-1 dalam susu membantu untuk memfasilitasi pertumbuhan tulang.

Penelitian yang diterbitkan oleh American Society for Clinical Nutrition tahun 2004 juga menemukan bahwa konsumsi susu berhubungan dengan tinggi badan. Penelitian ini melibatkan 122 anak usia 9,5 yang diikuti perkembangannya selama 3 tahun. 122 anak ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang tinggi konsumsi susu sapi (>500 ml/hari) dan rendah konsumsi susu sapi (<500 ml/hari). Hasilnya adalah kelompok dengan konsumsi susu sapi tinggi mengalami kenaikan tinggi badan yang lebih banyak dibandingkan dengan  kelompok dengan konsumsi susu sapi rendah selama 3 tahun.

Kandungan kalsium dalam susu mempunyai peran penting dalam pembentukkan dan pertumbuhan tulang. Selain itu, insulin-like growth factor-1 (IGF-1) yang terkandung dalam susu juga memainkan peran penting dalam pertumbuhan tulang. IGF-1 ini ditemukan dalam kadar yang lebih tinggi dalam susu sapi daripada dalam ASI atau Air Susu Ibu. Jadi, kalsium dan senyawa bioaktif IGF-1 dalam susu mempunyai peran dalam pertumbuhan tinggi badan seseorang.

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa susu merupakan salah satu sumber zat gizi penting yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Pada masa pubertas, selain berperan untuk mendukung pertumbuhan, susu juga berperan dalam mencapai massa tulang optimal guna mencegah terjadinya osteoporosis pada hari tua.

Namun, hubungan antara konsumsi susu dengan tinggi badan masih menjadi perdebatan para ahli. Beberapa penelitian menunjukkan hubungan yang lemah antara konsumsi susu dengan tinggi badan. Seperti pada penelitian Rogers dan kawan-kawannya di Inggris yang menunjukkan bahwa konsumsi susu sapi pada anak perempuan usia 7-8 tahun tidak berhubungan dengan tinggi badannya.

Memang banyak faktor yang mempengaruhi pencapaian tinggi badan seseorang. Selain faktor gizi, faktor keturunan juga sangat berpengaruh pada tinggi badan seseorang. Susu mungkin dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tinggi badan seseorang, tetapi bukan menjadi satu-satunya faktor penentu.

Jika Anda ingin meningkatkan tinggi badan, tidak ada salahnya jika Anda mencoba untuk memperbanyak konsumsi susu  pada masa pubertas. Karena setelah masa pubertas, peningkatan tinggi badan akan semakin menurun dan kemudian akan berhenti saat memasuki usia dewasa. Selain konsumsi susu, konsumsi makanan lain yang mengandung berbagai sumber zat gizi juga diperlukan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan. Tambahkan dengan aktivitas fisik dan pola tidur teratur untuk memperoleh kesehatan tubuh yang optimal.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Kapan Tinggi Badan Bayi Tergolong Kurang (Pendek)?

    Salah satu indikator penilaian untuk mengukur pertumbuhan bayi yaitu tinggi atau panjang badan. Lantas, kapan tinggi badan bayi dikatakan kurang?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Parenting, Nutrisi Anak 03/04/2020 . Waktu baca 8 menit

    Benarkah Tinggi Badan Dapat Memengaruhi Kesehatan?

    Katanya, orang yang bertubuh tinggi memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit jantung. Benarkah? Lantas, apa hubungan tinggi badan dan kesehatan?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Hidup Sehat, Fakta Unik 26/03/2020 . Waktu baca 6 menit

    Sudah Osteoporosis, Masih Bisakah Minum Susu untuk Menguatkan Tulang?

    Susu disebut sebagai minuman wajib untuk menjaga kesehatan tulang. Namun jika tulang sudah telanjur keropos, apakah susu masih efektif untuk menguatkannya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Osteoporosis, Health Centers 12/01/2020 . Waktu baca 6 menit

    Daftar Makanan Pencegah Osteoporosis yang Wajib Dikonsumsi Setiap Hari

    Osteoporosis tak hanya bisa dicegah dengan tetap aktif berolahraga, tetapi juga dengan makanan. Berikut ragam makanan pencegah osteoporosis untuk Anda.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Osteoporosis, Health Centers 12/01/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    diet susu risiko diabetes

    Diet Susu Dinilai Dapat Menurunkan Risiko Diabetes dan Hipertensi

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 07/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    susu hangat susu dingin

    Mana yang Lebih Sehat, Susu Hangat atau Susu Dingin?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 03/05/2020 . Waktu baca 4 menit
    minum susu intoleransi laktosa

    Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020 . Waktu baca 4 menit
    susu penambah berat badan anak balita

    Berbagai Faktor yang Membuat Anak Butuh Susu Penambah Berat Badan

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 05/04/2020 . Waktu baca 7 menit