Benarkah Ditato Bisa Meningkatkan Sistem Imun Tubuh?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Sebuah studi terbaru yang dimuat dalam American Journal of Human Biology menunjukkan bahwa sistem imun dari orang yang memiliki banyak tato bekerja lebih baik setiap kali mendapatkan tato baru dibandingkan orang-orang yang mendapatkan tato untuk pertama kalinya.

Proses tato, menurut para peneliti, akan merangsang sistem imun dengan cara yang mirip dengan vaksinasi, untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyusupan patogen dan infeksi di kemudian hari.

Apakah benar?

Bukti yang terlihat dalam penelitian pada orang yang ditato

Hobi bikin tato bisa diibaratkan sebagai berolahraga. Saat pertama kali Anda memulai, tubuh Anda akan cenderung melemah akibat stres baru, mulai dari badan pegal linu sampai otot-otot kaku. Sama halnya dengan proses tato yang terkadang bisa membuat Anda kecapekan, karena tubuh Anda bertanya-tanya mengapa Anda menyuntikkan benda asing ke dalam kulit Anda.

Begitu Anda sudah mulai terbiasa berolahraga, tubuh akan lebih mudah beradaptasi dengan tantangan yang Anda berikan. Berangkat dari prinsip ini, para peneliti menguji sampel darah dari sejumlah partisipan untuk mengukur kadar immunoglobulin A, antibodi tubuh, dan kortisol, hormon stres.

Peneliti menemukan bahwa kadar immunoglobulin A menurun drastis pada kelompok partisipan yang baru pertama kali mendapat tato, dan kadar kortisol mereka meningkat tajam. Bagi kelompok partisipan yang mendapatkan tato untuk yang kesekian kalinya, kadar immunoglobulin mereka turun sangat sedikit, menunjukkan bahwa tubuh secara alami menguatkan respon imunologisnya.

Tato tetap berisiko

Namun bukan berarti mendapatkan lusinan tato artinya Anda benar-benar kebal dari segala penyakit. Menurut Dr. Sylvie Stacy, dokter spesialis obat-obatan preventif di Alabama, tato bisa membawa risiko signifikan, termasuk infeksi, luka parut, dan efek psikologis lain yang berpotensi merugikan. Kecil kemungkinannya risiko tersebut akan sebanding dengan manfaat respon kekebalan tubuh.

Christopher Lynn, profesor antropologi di University of Alabama, mengakui bahwa temuan penelitian ini juga bisa berarti bahwa orang-orang yang jasmaninya memang sehat lebih mungkin untuk mendapatkan tato karena sistem imun tubuh mereka bekerja lebih baik dan bisa pulih dengan lebih cepat, serta pengalaman tato mereka sebelumnya tidak tergolong traumatis.

Lynn menambahkan, proses penyembuhan yang cepat dan reaksi positif yang ditunjukkan oleh orang-orang yang memiliki sistem imun baik dan terlibat dalam komunitas tato mungkin menguatkan ketertarikan lebih lanjut untuk mendapatkan tato baru.

Sebaliknya, orang-orang yang menunjukkan reaksi imun buruk setelah tato pertama mereka, lebih kecil kemungkinannya untuk datang kembali.

Meski sampel penelitian ini masih tergolong kecil (24 wanita dan 5 pria usia 18-47 tahun) dan belum sepenuhnya konklusif, karena hanya didasari oleh sejumlah faktor penentu dari begitu luasnya substansi yang dilibatkan dalam kinerja sistem imun tubuh, namun penelitian ini membuka kemungkinan baru bahwa tubuh bisa dilatih dengan baik untuk merespon terhadap stres dari waktu ke waktu.

BACA JUGA:

Share now :

Direview tanggal: Agustus 5, 2016 | Terakhir Diedit: Maret 17, 2020

Yang juga perlu Anda baca