Rasa Bosan Bisa Memicu Kreativitas, Benarkah Demikian?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 31/03/2020
Bagikan sekarang

Anda kemungkinan besar pasti pernah mengalami bosan, atau bahkan mungkin sekarang sedang merasa bosan. Bosan merupakan perasaan tidak puas atau tidak tertarik atas sebuah aktivitas. Kebosanan juga dapat muncul ketika Anda merasa bersemangat tapi tidak tahu apa yang perlu dilakukan untuk menyalurkan energi tersebut. Di sisi lain, terdapat teori bahwa rasa bosan dapat memicu kreativitas seseorang. Apakah hal ini benar?

Hubungan antara rasa bosan dan kreativitas

Dilansir dari Psychology Today, Dr. Sandi Mann, seorang psikologis dan penulis dari buku The Upside of Downtime: Why Boredom Is Good mengungkapkan bahwa ketika bosan, Anda akan mencari sesuatu atau hal untuk menstimulasi diri yang tidak dapat ditemukan di lingkungan sekitar.

Anda mungkin akan mencari sesuatu yang dapat menstimulasi dengan cara membuat sebuah pemikiran dan berpikir lebih jauh. Dr. Sandi menuturkan bahwa hal ini yang kemudian dapat memicu kreativitas.

Kebosanan dapat membuat Anda mengkhayal yang kemudian secara sadar atau tidak, membantu meningkatkan fungsi otak dalam menciptakan sebuah solusi. Entah itu hal sepele seperti merencanakan menu makan malam hingga mencari jalan keluar untuk mengatasi pemanasan global.

Telah terbukti secara ilmiah

Para peneliti baru-baru ini mulai mengerti fenomena dari mengkhayal, aktivitas yang otak manusia lakukan ketika sedang merasa bosan atau sedang tidak melakukan apapun.

Sebagian besar studi ilmu saraf mengenai melamun dilakukan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukan, otak tak hanya aktif ketika Anda sedang melakukan sebuah aktivitas saja, tetapi juga ketika tidak melakukan apapun.

Penelitian lain menyatakan, kebosanan tidak dapat meningkatkan kreativitas pada semua orang. Namun, sebagian individu mengalami peningkatan kreativitas yang signifikan ketika merasa bosan.

Beberapa penelitian lain juga meneliti hubungan antara rasa bosan di tempat kerja dengan kreativitas yang mungkin muncul.

Dapat ditarik kesimpulan bahwa kebosanan di tempat kerja sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk membantu Anda menyelesaikan sebuah pekerjaan dengan lebih baik, atau setidaknya menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan kreativitas.

Ketika Anda dituntut untuk membuat sebuah proyek atau program baru, mungkin Anda dapat mulai dengan menghabiskan waktu mengerjakan pekerjaan yang membosankan, seperti membalas email atau memasukan data. Setelah itu, Anda mungkin akan dapat berpikir lebih kreatif.

Jadi, apakah orang yang sedang bosan dapat berpikir lebih kreatif?

“Mungkin saja. Rasa bosan dapat menjadi motivator terbaik untuk mencari stimulasi mental,” ujar Profesor Peter Enticott dari Deakin University.

Sebagian orang lebih mudah merasa bosan dan hal ini dapat diukur atau dibuktikan oleh para psikolog. Sebuah teori menyatakan bahwa rasa bosan mencerminkan kegagalan dalam berinteraksi dengan lingkungan terdekat. Maka dari itu, Prof. Enticot melanjutkan bahwa Anda dapat menyalurkan kebosanan ini untuk membantu meningkatkan kinerja saat bekerja.

Sayangnya (atau mungkin untungnya), semua orang rentan mengalami bosan. Ini bukan merupakan hal yang mudah dihindari atau dikontrol. Bosan merupakan bentuk emosi yang kuat atau dengan kata lain, perasaan yang dapat mempengaruhi bagaimana otak bekerja, termasuk kreativitas.

Rasa bosan dapat datang ketika Anda tidak menduganya atau tiba-tiba mengubah emosi. Misalnya, mungkin Anda tiba-tiba jadi semangat menyelesaikan pekerjaan atau sebaliknya, Anda malah bersikap tidak peduli dan mengabaikan sebuah pekerjaan.

Kuncinya adalah Anda perlu menganggap rasa bosan sebagai bentuk emosi yang dapat memotivasi perilaku. Bosan dapat menjadi cara Anda untuk selalu siap dan peka terhadap situasi yang terjadi di lingkungan sekitar.

Meskipun rasa bosan terkadang dianggap hanya membuang-buang waktu, pada kenyataannya, bosan dapat membuat Anda jadi lebih produktif dan memicu otak untuk berpikir lebih kreatif.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Seseorang yang intoleransi laktosa umumnya akan mengalami gangguan pencernaan sesudah mengonsumsi produk susu. Berikut cara aman menghindarinya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Cara Praktis Menakar Porsi Makan untuk Menjaga Berat Badan

Saat mengatur porsi makan, Anda mungkin terkendala cara menakar bahan makanan yang tepat. Berikut langkah yang bisa Anda lakukan.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 17/04/2020

Apakah Pengidap Thalassemia Bisa Sembuh Total?

Thalassemia merupakan penyakit keturunan yang sulit diobati. Meski demikian, para ahli terus mencari cara untuk mengobati thalassemia hingga sembuh total.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Memilih Obat Tidur yang Aman untuk Ibu Hamil dan Janin

Untuk membantu ibu hamil yang sesah tidur, obat dapat menjadi solusinya. Namun, Anda perlu memilih obat tidur yang aman dan tidak berisiko pada kehamilan.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau hujan

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 15/05/2020
hubungan poliamori

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020
pengaruh tbc pada ibu hamil

Apa Pengaruh TBC pada Ibu Hamil dan Janin?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 11/05/2020
memilih terapis seks

Jangan Asal Pilih, Begini Cara Menentukan Terapis Seks yang Cocok untuk Anda

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020