Tangisan Bayi Ternyata Berbeda-beda, Tergantung Bahasa Ibu

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31/03/2020
Bagikan sekarang

Apakah Anda memperhatikan bayi Anda ketika menangis? Cobalah sekali-kali memperhatikan tangisan bayi serta membandingkannya dengan tangisan bayi lain. Mungkin Anda berpikiran seluruh bayi yang ada di dunia ini sama, akan menangis jika lapar atau merasa sakit dan tangisannya terdengar sama. Namun tahukah Anda bahwa ternyata tangisan bayi di setiap belahan dunia berbeda-beda?

Hal ini ditunjukkan dengan penelitian yang baru-baru ini dilaporkan dalam Journal of Voice yang menyatakan bahwa setiap bayi menangis dengan aksennya masing-masing. Tidak hanya itu, tangisan bayi juga dianggap sebagai bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi dan dapat melatih otot-otot saluran pernapasan bayi. Perbedaan melodi yang terdapat pada tangisan bayi menunjukkan bahwa laring dan saluran pernapasannya terlatih dengan baik.

Tangisan bayi memiliki aksen tersendiri

Penelitian ini melibatkan sebanyak 110 bayi yang terdiri dari 55 bayi yang berasal dari keluarga Jerman, serta sisanya merupakan keturunan Cina. Bayi-bayi tersebut diketahui tidak memiliki kekurangan fisik dan memiliki status kesehatan yang baik. Kemudian para peneliti merekam tangisan bayi yang dianggap spontan, seperti ketika bayi merasa lapar, dan tidak direkam saat bayi merasa sakit. Rekaman tangisan tersebut memiliki durasi maksimal 2 menit dan dilakukan setiap bayi menangis secara tiba-tiba.

Dari penelitian ini, peneliti berhasil mengumpulkan sebanyak 6480 rekaman dari 102 bayi yang direkam tangisannya, lalu tangisan tersebut dianalisis dilihat dari melodi serta nadanya. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa tangisan bayi yang berasal dari keturunan Cina memiliki melodi yang lebih bervariasi dibandingkan dengan bayi dari keluarga Jerman. Selain itu, melodi tangisan dari masing-masing kelompok bayi menunjukkan persamaan dari bahasa yang sehari-hari dipakai oleh orangtuanya.

Penelitian lain juga pernah membandingkan dua kelompok tangisan bayi, yaitu kelompok bayi yang berasal dari Prancis dengan bayi dari keturunan Jerman. Sama seperti hasil penelitian yang telah disebutkan sebelumnya, diketahui bahwa tangisan dari masing-masing kelompok bayi berbeda. Dalam penelitian ini, para ahli merekam sebanyak 60 bayi yang masih berumur 3 hingga 5 hari. Tangisan bayi-bayi tersebut memiliki melodi dan nada yang hampir sama dengan bahasa orangtuanya.

Bayi sudah memperhatikan suara ibu sejak dalam kandungan

Sistem pendengaran bayi bahkan mulai aktif dan bisa mendengar dari ia masih di dalam kandungan. Organ pendengaran pada janin sudah mulai tumbuh ketika janin memasuki usia 24 minggu. Sedangkan pada minggu ke-30, indera pendengarannya sudah bisa berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, bayi yang di dalam kandungan sebenarnya dapat mendengar dan bisa mengingat apa saja yang ia dengar ketika masih di dalam kandungan.

Suara ibu merupakan suara yang paling sering didengar oleh janin maupun bayi ketika ia lahir nanti. Janin sudah terbiasa mendengar suara ibu sejak ia di dalam kandungan. Dari suara ibu inilah, bayi membentuk ‘tangisannya’ ketika ia lahir nanti.  Para ahli mengungkapkan bahwa hal yang paling menarik bukanlah bayi dapat mengenali melodi dari bahasa yang orangtuanya gunakan, namun bayi yang baru lahir memiliki kemampuan untuk mendengar berbagai hal dari dalam kandungan. Bayi yang di dalam kandungan tidak saja mampu mendengar, tetapi juga bisa mengingat dengan rinci suara tersebut kemudian mereka menirukan dalam tangisan.

Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa perkembangan organ pendengaran, kemampuan belajar, serta daya ingat bayi sangat kuat, bahkan sudah terbentuk sejak masih di dalam kandungan. Hal ini harus menjadi perhatian bagi orangtua. Pertumbuhan serta perkembangan ketika bayi masih di dalam kandungan merupakan hal yang sangat penting. Untuk menunjang semua itu, orangtua harus memberikan lingkungan yang mendukung. Tidak hanya suara ibu yang mungkin dikenali, tapi berbagai suara yang ada di lingkungan sekitar mungkin akan mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan janin. Oleh karena itu, sebaiknya orangtua menghindari lingkungan yang bising dan tinggi akan polusi suara yang dapat mengganggu pertumbuhan janin.

BACA JUGA

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

    5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

    Penyebab mulut terasa pahit saat puasa biasanya tidak berbahaya. Bisa jadi, mulut terasa pahit karena Anda lalai melakukan hal yang satu ini! Apa ya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Hari Raya, Ramadan 19/05/2020

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020

    Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

    Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
    resep membuat bakwan

    4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

    Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
    panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

    Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020