Apa yang Terjadi Jika Saya Menelan Permen Karet?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Mungkin Anda adalah salah satu penggemar permen karet. Permen karet bisa menemani Anda kapan pun saat Anda bekerja atau bermain, bahkan ketika Anda sedang sendiri. Permen karet pun bisa Anda gunakan untuk meredakan ketegangan Anda di depan umum. Beberapa orang mungkin terbantu dengan mengunyah permen karet di situasi-situasi tertentu. Namun, hati-hati, jangan sampai Anda menelan permen karet karena ada beberapa hal yang bisa terjadi.

Bagaimana jika saya menelan permen karet?

Mungkin Anda sering mendengar bahwa permen karet yang tertelan kemudian akan menumpuk di perut Anda dan tidak bisa keluar. Orangtua Anda atau beberapa orang terdekat Anda mungkin sering bilang hal tersebut pada Anda sejak kecil agar Anda tidak menelan permen karet. Namun, sebenarnya, ke manakah permen karet pergi setelah tertelan? Apakah ia akan menumpuk di dalam tubuh?

Saat Anda makan, sebenarnya tubuh Anda sudah mulai mencerna makanan tersebut melalui proses mekanis dalam mulut, yaitu mengunyah. Kemudian enzim atau protein yang terkandung dalam air liur dan lambung Anda membantu memecah kandungan nutrisi yang ada dalam makanan tersebut. Selanjutnya, asam dalam lambung Anda mengubah sisa makanan yang tidak dapat terserap tubuh menjadi bubur, sehingga sisa makanan tersebut dapat melewati usus dan akhirnya dibuang melalui anus.

Namun, berbeda dengan permen karet yang tidak bisa dicerna oleh tubuh Anda. Hal ini disebabkan karena permen karet mengandung bahan dasar getah karet alam atau sintetis (gum resin). Karet butil adalah karet sintetis yang biasa digunakan untuk membuat permen karet. Getah karet alam maupun sintetis tidak bisa dipecah, sehingga tidak bisa dicerna oleh tubuh Anda.

Saat Anda mengunyah permen karet, enzim dalam air liur Anda akan memecah karbohidrat dan minyak yang terkandung dalam permen karet. Namun, kandungan karet pada permen karet kebal terhadap enzim ini, sehingga permen karet tidak dapat dipecah dan dicerna. Bahkan, asam lambung pun tidak bisa memecah dan mencerna karet ini.

Jadi, ketika Anda menelan permen karet, permen karet dalam bentuk utuh akan bergerak melalui saluran pencernaan Anda, melewati kerongkongan, lambung, kemudian ke usus bergabung bersama feses, dan akhirnya permen karet dibuang ke luar tubuh melalui anus. Namun, proses dari permen karet tertelan sampai keluar dari tubuh Anda mungkin membutuhkan waktu beberapa hari, mungkin bisa satu hari, dua hari, atau bahkan tiga hari.

Kabar baiknya mungkin permen karet bisa keluar dari tubuh Anda setelah beberapa hari. Namun, hal buruk bisa saja terjadi pada Anda. Pada kasus yang sangat jarang, permen karet yang tertelan di saat Anda juga sedang mengalami sembelit dapat menyumbat usus Anda, terlebih lagi jika Anda terlalu sering menelan permen karet. Hal ini dapat membuat Anda lebih sulit untuk buang air besar. Untuk itu, usahakan jangan sampai menelan permen karet. Pada dasarnya, permen karet memang dirancang untuk tidak ditelan, hanya dikunyah.

Bagaimana jika anak kecil menelan permen karet?

Sama seperti orang dewasa, permen karet yang ditelan oleh anak kecil pun bisa keluar dari tubuh. Namun, sebaiknya perkenalkan anak kecil pada permen karet ketika usianya sudah cukup.  Anda bisa memberikan anak kecil permen karet ketika dirinya sudah mengerti bahwa permen karet tidak boleh ditelan. Biasanya anak kecil sudah bisa mengerti hal ini saat dirinya sudah menginjak usia 5 tahun.

Satu hal lagi yang juga sebaiknya Anda lakukan adalah jangan terlalu sering memberikan anak kecil permen karet karena permen karet lebih bisa menyebabkan masalah pada anak kecil. Permen karet dapat menyebabkan anak kecil tersedak. Selain itu, gula yang terkandung dalam permen karet pun bisa menyebabkan kerusakan gigi pada anak. Gula juga dapat menambah kalori yang dikonsumsi anak. Permen karet yang bebas gula pun biasanya mengandung sorbitol yang juga dapat menyebabkan diare pada anak.

Sekali anak diberi permen karet, biasanya ia akan memintanya lagi dan lagi. Oleh karena itu, sebaiknya batasi pemberian permen karet pada anak, setidaknya tidak lebih dari satu atau dua potong dalam sehari. Selalu ingatkan anak agar ia membuang permen karet setelah mengunyahnya, bukan menelannya.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Apakah Benar Otak Lebih Besar Artinya Lebih Pintar?

    Meskipun terdapat beragam pendapat, tapi ada satu hal yang disepakati para ilmuwan: ukuran otak tidak bisa dijadikan indikator kecerdasan seseorang.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

    Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

    Setiap orang memiliki intuisi, sebagian mempercayai intuisinya dan sebagian lagi tidak. Sebenarnya, apa itu intuisi? Dan kenapa kita perlu mengikutinya?

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

    Saat memilih bra, Anda mungkin bimbang antara bra kawat atau bra biasa tanpa kawat. Yuk, simak pertimbangan dari para ahli berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    manfaat menangis

    3 Manfaat Menangis Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    manfaat efek musik pada otak

    5 Efek Musik Terhadap Kinerja Otak Manusia

    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    cepat tua

    Cek Menu Harian Anda: 9 Makanan Ini Membuat Anda Tampak Cepat Tua

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    proses inflamasi

    Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit