4 Manfaat Cumi-cumi untuk Kesehatan Tubuh (Tapi Sadari Juga Bahayanya Kalau Kebanyakan)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tekstur dari cumi-cumi yang kenyal dan rasanya yang gurih membuat makanan laut ini menjadi salah satu menu favorit para pencinta seafood. Tapi tidak hanya menggugah selera, ternyata cumi-cumi juga diperkaya dengan kandungan gizi yang cukup lengkap. Lantas, apa saja manfaat cumi-cumi untuk kesehatan?

Apa saja manfaat cumi-cumi untuk kesehatan?

1. Menurunkan kolesterol berkat kandungan lemak sehatnya

Cumi mentah memiliki total kandungan lemak dan kalori yang sangat rendah. Setiap 100 gram cumi-cumi hanya mengandung 1,2 gram lemak total, tapi hanya 0,5 gram saja yang merupakan lemak jenuh.

Lemak tak jenuh dianggap sebagai lemak ‘sehat’ dan penting untuk dimasukkan sebagai bagian dari pola makan sehat. Lemak sehat sebagai salah satu manfaat cumi-cumi ini membantu mengurangi kolesterol tinggi dengan meningkatkan kolesterol baik (HDL), dan menjaga kesehatan kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah).

Selain itu, lemak tak jenuh berfungsi sebagai sumber energi yang baik bagi tubuh. Lemak tak jenuh juga membantu tubuh menyerap jenis-jenis vitamin yang larut dalam lemak, misalnya vitamin A, D, E dan K.

2. Membangun otot karena tinggi protein

Cumi-cumi merupakan sumber protein yang baik. Setiap 100 gram cumi-cumi menyediakan 16 gram protein, atau sekitar 30 persen dari nilai asupan harian yang dibutuhkan pria dewasa. Protein ini dibutuhkan tubuh dalam membangun otot yang sehat, tetapi juga penting untuk diet karena membantu mengontrol nafsu makan. Tubuh memproses protein secara perlahan sehingga perut akan terasa kenyang lebih lama.

3. Memasok kebutuhan vitamin harian tubuh

Manfaat cumi-cumi lainnya adalah memasok kebutuhan vitamin dan mineral harian tubuh. Setiap 100 gram cumi-cumi mengandung sedikitnya 10 mcg vitamin A, 56 mcg vitamin B6, 1,3 mcg vitamin B12, 4,7 mg vitamin C, dan 1,2 mg vitamin E. Selain vitamin-vitamin tersebut, kandungan mineral yang bisa didapatkan antara lain 32 mg kalsium, 680 mcg zat besi, 33 mg magnesium, dan 44 mg sodium setiap 100 gram cumi-cumi. Vitamin dan mineral tersebut memegang peranan penting dalam perkembangan tubuh.

4. Rendah kandungan merkuri

Keamanan pangan laut selalu menjadi kekhawatiran banyak orang karena bahaya merkuri yang bersembunyi di baliknya. Merkuri telah lama diketahui dapat berdampak buruk pada sistem saraf tubuh. Untungnya, menurut laporan Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA), kandungan merkuri pada cumi-cumi termasuk rendah dan tidak pada tingkatan yang membahayakan sehingga aman untuk dikonsumsi.

Tapi jangan juga terlalu berlebihan makan cumi-cumi

Kandungan nutrisi dalam cumi-cumi yang terbilang baik bisa berubah menjadi senjata makan tuan bagi tubuh jika Anda keliru cara mengolahnya. Cumi-cumi seringkali digoreng tepung dalam minyak banyak, sehingga akan membuat nilai kandungan kalori dan lemak meningkat menjadi dua kali lipat.

Padahal, cumi itu sendiri memiliki kolesterol yang cukup tinggi (221 mg) yang telah memenuhi kebutuhan kolesterol harian senilai 73 persen. Jika Anda berlebihan mengonsumsi cumi-cumi, hal bisa berdampak pada tingkat kolesterol Anda.Kolesterol tinggi dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Oleh karena itu, lebih baik tumis cumi-cumi dengan minyak zaitun, dipanggang, atau sebagai campuran dalam sop seafood tanpa harus digoreng.

Orang-orang yang punya alergi seafood sebaiknya hindari makan cumi

Terutama untuk Anda yang punya alergi makanan, sepatutnya lebih berhati-hati dalam mengonsumsi cumi. Jika Anda merasakan gejala-gejala berikut, segera berhenti makan cumi-cumi walau cuma sedikit:

  • Pusing dan mual
  • Lidah gatal-gatal
  • Kulit gatal-gatal; muncul ruam dan bintik merah; terasa panas
  • Wajah memerah
  • Kelelahan
  • Pingsan 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Alasan Mengapa Terjadi Ruam Setelah Anda Menggunakan Parfum

Ruam di kulit setelah memakai parfum pertanda alergi parfum? Jangan terburu-buru mendiagnosis, berikut beberapa penyebab yang mungkin Anda alami.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Fakta Unik 23/03/2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Saja yang Menyebabkan Anak Sering Muntah?

Gumoh biasa terjadi pada anak dan berbeda dengan muntah-muntah. Penyebab anak sering muntah ini perlu Anda ketahui agar dapat tepat dan cepat mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
penyebab anak sering muntah
Gangguan Pencernaan, Health Centers 09/03/2020 . Waktu baca 5 menit

Bagaimana Cara Mencegah Alergi pada Bahan Pakaian?

Mencegah alergi bahan pakaian diperlukan supaya Anda terhindar dari rasa tidak nyaman pada kulit Anda, seperti kemerahan dan gatal.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Hidup Sehat, Tips Sehat 28/01/2020 . Waktu baca 4 menit

Beragam Pilihan Obat Asam Urat dan Kolesterol Tinggi yang Ampuh

Kolesterol tinggi termasuk faktor risiko sakit asam urat. Begitu juga sebaliknya. Lantas, adakah obat tertentu untuk mengatasi asam urat dan kolesterol?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 27/01/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

efek samping salep obat kortikosteroid

Hati-hati Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Dipublikasikan tanggal: 28/07/2020 . Waktu baca 4 menit
scallop adalah

Berkenalan dengan Scallop (Kerang Kampak), Kerang Laut Mewah yang Padat Nutrisi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
penyebab hidung meler

Beragam Penyebab Hidung Meler Terus Padahal Tidak Sedang Flu

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020 . Waktu baca 4 menit
alergi-buah-kiwi

Alergi Buah Kiwi Cukup Umum Terjadi pada Anak, Apa Gejalanya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020 . Waktu baca 6 menit