Banyak yang bilang, belum nikmat rasanya bila mengawali hari tanpa lebih dulu menyeruput secangkir kopi panas. Selain menambah stamina, minum kopi di pagi hari dipercaya mampu menambah semangat. Kini juga bukan lagi hal yang sulit untuk menemukan sederet manfaat meminum kopi. Lalu bagaimana dengan efek negatifnya, apakah ada bahaya kopi? Simak beberapa penjelasan bahaya minum kopi berikut ini.

Bahaya kopi jika diminum terlalu banyak

Kafein adalah substansi pahit yang terkandung dalam kopi. Biasanya satu gelas kopi mengandung 95 mg kafein. Selain kopi, kafein juga dapat ditemukan pada minuman seperti teh dan beberapa minuman berenergi lain. Mengonsumsi kafein secara berlebihan dengan menambah banyaknya gelas kopi yang Anda minum dapat memberikan beberapa dampak kesehatan seperti:

1. Meningkatkan tekanan darah

Dokter Glenn Gandelman mengatakan bahwa kafein mampu meningkatkan kewaspadaan seseorang dalam waktu yang singkat. Kondisi ini lalu mengakibatkan detak jantung semakin cepat dan akhirnya meningkatkan tekanan darah setelah mengkonsumsi kopi. Begitu pula dengan kemampuan kopi yang mampu membuat Anda terjaga sepanjang malam setelah meminumnya.

Kesulitan Anda untuk terlelap tersebut juga mampu memicu meningkatnya tekanan darah. Hal ini tentu akan berdampak lebih berbahaya bila kopi dikonsumsi oleh pengidap hipertensi.

2. Dehidrasi

Kafein memiliki kemampuan untuk meningkatkan kecepatan pembentukan urin atau yang biasa kita kenal dengan sebutan diuretik. Dengan kemampuan diuretiknya, mengkonsumsi kopi berkafein memiliki kecenderungan mengalami dehidrasi, namun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan asumsi bahaya kopi ini.

3. Menyebabkan kecanduan dan gejala kesehatan saat Anda mengurangi dosisnya

Terbiasa mengkonsumsi kopi dua gelas atau lebih per hari dapat memberikan reaksi pada tubuh saat Anda berusaha mengurangi kuantitas konsumsi kafein Anda. Menurunkan 100 mg/hari konsumsi kafein saja telah mampu memberikan beberapa gejala seperti sakit kepala, kelelahan, merasa cemas hingga kesulitan berkonsentrasi. Gejala-gejala ini biasanya mulai terasa 12 hingga 24 jam setelah Anda mulai mengurangi volume konsumsi kafein Anda.

Anda dapat menyiasati gejala-gejala tersebut dengan:

  • Mengurangi konsumsi kafein Anda secara bertahap (pelan-pelan)
  • Mengganti minuman berkafein Anda dengan minuman herbal untuk mengurangi timbulnya gejala
  • Beristirahat untuk menghilangkan dampak gejala mudah merasa lelah
  • Dengan memperbanyak aktivitas fisik yang dapat meningkatkan stamina Anda meskipun tanpa mengkonsumsi kafein sebelumnya.

4. Meningkatkan kolesterol

Kolesterol adalah substansi yang dihasilkan oleh hati manusia. Namun selain dihasilkan oleh hati, Anda juga bisa mendapatkan kolesterol dari makanan sekitar Anda. Kolesterol terdiri dari kolesterol baik dan kolesterol jahat. Tingginya kandungan kolesterol jahat pada tubuh dapat memicu munculnya penyakit kardiovaskular.

Perlu diketahui bahwa kopi tidak mengandung kolesterol seperti produk hewani lainnya. Namun beberapa literatur mengatakan bahwa kopi mempengaruhi bagaimana tubuh memproduksiĀ kolesterol. Pada kopi ditemukan suatu unsur berupa minyak kopi yang dikenal dengan diterpen seperti kafestol dan kahweol. Penelitian yang dilakukan oleh Sun Ha Jee berhasil mengungkapkan bahwa minyak kopi ini mampu menurunkan kadar asam empedu dan sterol netral yang dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol yang dihasilkan dalam tubuh.

Berapa batas maksimal minum kopi agar terhindari dari bahaya kopi?

Dampak-dampak tersebut baru akan Anda alami bila Anda mengkonsumsi kopi secara berlebihan. Beberapa penelitian menyarankan sebaiknya Anda untuk tidak meminumĀ lebih dari 2 gelas (200 mg kafein) kopi per hari.

Baca Juga:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca