Beberapa wadah makan, botol minum, botol bayi, mainan, plastik, peralatan masak dan kosmetik yang mengandung bahan kimia buatan, tentu tidak baik untuk kesehatan. Namun, tak hanya itu, ternyata kandungan bahan kimia buatan bisa menjadi penyebab gemuk. Benarkah? Simak faktanya di sini.

Bahan kimia buatan bisa bikin kegemukan

Bahan kimia buatan yang diyakini menjadi penyebab gemuk disebut dengan obesogen. Ketika bahan kimia ini masuk ke tubuh Anda, akan mengganggu fungsi normal tubuh dan meningkatkan lemak dalam tubuh. Obesogen adalah kategori pengganggu hormon endokrin atau termasuk bahan kimia yang dapat mengganggu hormon Anda.

Beberapa pengganggu endokrin mengerahkan efeknya dengan mengaktifkan reseptor estrogen, yang dapat menyebabkan efek berbahaya pada wanita dan pria. Reseptor estrogen dianggap akan mengikat apa pun yang terlihat bahkan seperti estrogen.

Beberapa obesogen tidak hanya dikaitkan dengan kegemukan atau obesitas, tetapi juga cacat lahir, pubertas dini pada anak perempuan, demasculinization pada pria, kanker payudara dan gangguan lainnya.

Sayangnya, banyak dari efek ini terjadi di dalam rahim. Misalnya, ketika wanita hamil terpapar dengan bahan kimia ini, dapat meningkatkan risiko anak menjadi gemuk di kemudian hari.

Lantas, bahan kimia buatan apa saja yang termasuk obesogen?

Lebih dari 20 bahan kimia telah diidentifikasi sebagai obesogen. Berikut lima bahan kimia buatan yang sering ditemukan dalam peralatan rumah, yang termasuk obesogen.

1. Bisphenol-A (BPA)

alat makan plastik

Bisphenol-A (BPA) adalah senyawa sintetis yang ditemukan dalam banyak jenis produk, termasuk botol bayi, wadah makanan dan minuman plastik, serta kaleng makanan logam.

Struktur BPA menyerupai estradiol, yang merupakan bentuk paling penting dari hormon seks wanita estrogen. Akibatnya, BPA mengikat reseptor estrogen di dalam tubuh. Beberapa penelitian telah mengaitkan paparan BPA dengan penambahan berat badan dan obesitas, baik pada hewan laboratorium maupun manusia.

Tak hanya jadi penyebab gemuk, BPA juga disebut-sebut dapat menimbulkan resistensi insulin, penyakit jantung, diabetes, gangguan neurologis, disfungsi tiroid, kanker, malformasi genital dan masih banyak lagi.

Sementara, paparan makanan terhadap BPA dalam jumlah rendah dalam makanan belum terbukti dapat menyebabkan bahaya, termasuk memengaruhi perkembangan manusia di dalam rahim.

2. Phthalates

Phthalates adalah bahan kimia buatan yang digunakan untuk membuat plastik yang lembut dan fleksibel. Biasanya ditemukan dalam berbagai produk, termasuk wadah makanan, mainan, produk kecantikan, obat-obatan, dan cat. Zat kimia ini dapat dengan mudah keluar dari plastik dan mencemari makanan, pasokan air dan bahkan udara yang Anda hirup.

Sebuah penelitian di Swedia menemukan bahwa anak-anak dapat menyerap bahan kimia buatan ini dari material lantai plastik melalui kulit dan saluran pernapasan.

Seperti BPA, phthalates adalah pengganggu endokrin yang memengaruhi keseimbangan hormonal dalam tubuh yang kemudian dapat menjadi penyebab gemuk.

Phthalates mungkin berperan terhadap peningkatan kerentanan terhadap kenaikan berat badan dengan memengaruhi reseptor hormon yang disebut PPARs, yang terlibat dalam metabolisme.

Penelitian pada manusia telah menunjukkan bahwa tingkat phthalate dalam tubuh berhubungan dengan obesitas, peningkatan lingkar pinggang, resistensi insulin, dan diabetes tipe 2.

Penelitian ini menunjukkan bahwa paparan bahan kimia buatan ini dalam rahim mengarah ke malformasi genital pada anak laki-laki, testis tidak turun dan kadar testosteron rendah.

3. Atrazin

menu buka puasa sehat dengan sayur

Atrazin adalah salah satu herbisida yang umum digunakan, tetapi penggunannya dapat mencemari air tanah. Karena itu, di beberapa negara, penggunaan bahan kimia buatan ini sudah dilarang.

Atrazin juga merupakan pengganggu endokrin dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan bahan kimia buatan ini berhubungan dengan cacat lahir pada manusia.

Beberpa penelitian hewan melaporkan bahwa paparan bahan kimia buatan ini dapat meningkatkan risiko obesitas, mengurangi tingkat metabolisme dan meningkatkan berat badan pada tikus. Namun, masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan hal ini pada manusia.

4. Organotin

buah mengandung pestisida tinggi

Organotin adalah bahan kimia buatan yang digunakan untuk berbagai keperluan industri.

Salah satunya disebut tributyltin (TBT). Bahan kimia buatan ini digunakan sebagai fungisida dan diterapkan pada kapal untuk mencegah pertumbuhan organisme laut di badan kapal. Ini juga digunakan dalam pengawet kayu dan beberapa sistem air industri. Banyak danau dan perairan pesisir yang tercemar tributyltin.

Tributiltin berbahaya bagi organisme laut dan telah dilarang oleh berbagai pihak berwenang.

Beberapa peneliti melaporkan bahwa tributyltin dan senyawa organotin lainnya dapat berfungsi sebagai pengganggu endokrin dan berperan dalam peningkatan obesitas pada manusia dengan meningkatkan jumlah sel lemak.

Sebuah penelitian melaporkan bahwa tributyltin dapat menyebabkan pertumbuhan sel-sel lemak yang cepat dan mengurangi produksi leptin.

Penelitian lain yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa paparan bahan kimia buatan ini selama 45 hari dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan penyakit perlemakan hati (fatty liver disease).

5. Zat perfluoroalkil (PFAS)

alat masak anti lengket

Zat perfluoroalkil (PFAS) dapat menghambat metabolisme tubuh sehingga merusak siklus diet untuk mempertahankan penurunan berat tubuh. Seorang asisten dosen ilmu gizi di Harvard School of Public Health melaporkan bahwa orang yang memiliki kadar bahan kimia buatan yang tinggi lebih sulit untuk mempertahankan penurunan berat badan setelah diet. Pola ini terjadi terutama pada wanita.

Bahan kimia buatan ini biasanya digunakan untuk membersihkan permukaan yang berminyak, sebagai bahan pembersih, dan untuk peralatan masak antilengket.

Penelitian lain juga telah menunjukkan kaitan paparan PFAS dengan penambahan berat badan dan obesitas pada hewan. Bahan kimia buatan ini juga dikaitkan dengan kanker, gangguan hormon dan kekebalan tubuh, serta kolesterol tinggi.

Dari beberapa penelitian menyimpulkan bahwa perempuan lebih rentan terhadap dampaknya, karena bahan kimia ini dapat memengaruhi hormon estrogen yang berperan mengatur metabolisme dan berat badan.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca