Merasa Mabuk tapi Tidak Minum Alkohol? Mungkin Anda Punya Auto-Brewery Syndrome

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 04/03/2020 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Seorang wanita di Pennsylvania, AS, berulang kali ditolak menjalani operasi donor hati karena hasil tes urinenya menunjukkan positif alkohol. Padahal, ia mengaku sudah lama tidak mengonsumsi minuman tersebut. Setelah ditelusuri, kondisi yang dialaminya ternyata adalah dampak dari auto-brewery syndrome.

Auto-brewery syndrome merupakan kondisi yang amat langka. Selama sepuluh tahun terakhir, bahkan hanya ada beberapa kasus yang pernah tercatat, sebagaimana dikutip dari sebuah studi dalam International Journal of Clinical Medicine. Lantas, apa dampak auto-brewery syndrome terhadap penderitanya dan bisakah kondisi ini disembuhkan?

Auto-brewery syndrome adalah sindrom yang langka

Kadar alkohol dalam darah

Pada kondisi normal, tes alkohol melalui urine baru akan menunjukkan hasil positif bila Anda mengonsumsi minuman beralkohol dalam waktu 12-48 jam sebelumnya. Namun, hal yang berbeda terjadi pada orang-orang yang mengalami auto-brewery syndrome.

Auto-brewery syndrome adalah kondisi langka yang membuat tubuh dapat mengubah karbohidrat (termasuk makanan manis dan mengandung zat tepung) menjadi alkohol. Kondisi ini dikenal juga sebagai sindrom fermentasi usus atau ‘penyakit mabuk’.

Setiap orang memiliki mikroba usus yang membantu proses pencernaan. Akan tetapi, mikroba usus penderita auto-brewery syndrome juga mengubah karbohidrat menjadi alkohol. Ini sebabnya mereka bisa mabuk hanya dengan mengonsumsi karbohidrat.

Wanita tersebut diduga mengalami kondisi serupa. Bedanya, fermentasi alkohol tidak terjadi dalam saluran pencernaan, melainkan kandung kemih tempat tertampungnya urine.

Begitu diteliti, wanita berusia 61 tahun tersebut ternyata menderita penyakit diabetes yang tidak terkendali sehingga urinenya mengandung banyak gula. Selain itu, para peneliti juga menemukan ragi dari jenis Candida glabrata dalam kandung kemihnya.

Candida glabrata melakukan fermentasi terhadap gula dalam urine wanita tersebut dan menghasilkan alkohol. Kendati demikian, wanita tersebut tidak sampai menjadi mabuk karena alkohol dalam tubuhnya tidak menyebar ke dalam aliran darah.

Siapa yang berisiko mengalami sindrom ini?

faktor risiko diabetes gestasional

Auto-brewery syndrome adalah kondisi yang disebabkan oleh tingginya mikroba dalam saluran pencernaan. Mikroba yang paling sering memicu kondisi ini adalah jamur ragi, terutama dari jenis:

  • Candida albicans
  • Candida glabrata
  • Candida krusei
  • Candida kefyr
  • Torulopsis glabrata
  • Saccharomyces cerevisiae

Auto-brewery syndrome bukanlah kondisi bawaan dari lahir, tapi seseorang bisa saja terlahir dengan kondisi langka ini. Umumnya, auto-brewery syndrome adalah komplikasi dari penyakit lain, infeksi pada tubuh, atau ketidakseimbangan senyawa tertentu.

Terdapat pula orang-orang yang mengalami auto-brewery syndrome akibat penyakit atau kondisi medis yang sudah ada. Sebagai contoh, penderita penyakit Crohn mungkin lebih berisiko karena mereka memiliki banyak ragi dalam saluran pencernaannya.

Selain itu, risiko auto-brewery syndrome juga lebih tinggi pada orang yang menderita penyakit pada hati, kurang gizi, memiliki sistem imun yang lemah, serta anak-anak yang menderita short bowel syndrome.

Cara mengatasi auto-brewery syndrome

kelebihan karbohidrat

Auto-brewery syndrome adalah kondisi yang dapat ditangani dengan konsumsi obat, perbaikan gaya hidup, dan mengatasi penyakit yang sudah ada. Penanganan biasanya diawali dengan membatasi porsi karbohidrat dalam pola makan sehari-hari.

Dokter mungkin akan memberikan obat-obatan antijamur berupa nystatin, fluconazole, atau tablet probiotik bila diperlukan. Obat-obatan akan menyeimbangkan jamur ataupun ragi pada usus sehingga tubuh dapat mencerna karbohidrat sebagaimana mestinya.

Selama mengonsumsi obat antijamur, Anda perlu mengikuti diet ketat yang membatasi konsumsi gula, karbohidrat, serta alkohol. Anda juga perlu menghindari sumber karbohidrat sederhana seperti:

  • nasi putih, roti dan pasta putih, serta tepung terigu
  • sirup jagung dan sirup jagung tinggi fruktosa
  • crackers dan keripik kentang
  • minuman manis dan jus buah
  • gula tambahan mengandung glukosa, fruktosa, dekstrosa, dan maltosa

Jika Anda menderita penyakit atau kondisi yang bisa memicu sindrom ini, dokter juga akan menyarankan Anda untuk mengatasi penyakit tersebut lebih dulu agar kondisi mikroba dalam usus menjadi lebih seimbang.

Auto-brewery syndrome memang terbilang langka, tapi dampaknya bisa memengaruhi kesehatan, keselamatan, bahkan hubungan sosial Anda. Pasalnya, fungsi tubuh Anda akan tetap terkena dampak mabuk seperti halnya saat meminum alkohol.

Bila Anda merasa mengalami auto-brewery syndrome, catat semua gejala yang Anda alami, apa saja yang Anda konsumsi, serta kapan Anda mengalami mabuk. Segera periksakan diri Anda guna mendapatkan diagnosis pasti dan cara terbaik untuk mengatasinya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Alkohol Bisa Bikin Badan Gatal-gatal, Ini Sebabnya

Konsumsi alkohol menimbulkan berbagai efek bagi tubuh. Bahkan, badan Anda juga bisa terasa gatal setelah minum alkohol. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 02/06/2019 . 4 menit baca

Kondisi Kesehatan Apa Saja yang Bisa Diketahui dari Tes pH Urine?

Salah satu pemeriksaan kesehatan yang umum adalah tes pH urine alias menguji tingkat keasaman dari air seni. Kondisi apa saja yang bisa ditunjukkan tes ini?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Jessica Yulianti
Tes Kesehatan A-Z, Kesehatan A-Z 13/04/2019 . 7 menit baca

Kenapa Ada Orang yang Hilang Ingatan Setelah Mabuk Alkohol?

Konsumsi alkohol bisa menimbulkan sejumlah efek pada tubuh Anda, termasuk menyebabkan hilang ingatan setelah mabuk. Inilah yang terjadi pada tubuh Anda.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 30/03/2019 . 4 menit baca

Minum Minuman Beralkohol Bikin Kurus, Mitos atau Fakta?

Siapa bilang minum minuman beralkohol bisa menurunkan berat badan? Jangan salah kaprah, alih-alih menurunkan, minuman ini justru bisa membuat Anda buncit.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Fakta Unik 22/03/2019 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

drunkorexia

Drunkorexia, Fenomena Rela Tak Makan Demi Minum Alkohol

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 04/07/2020 . 6 menit baca
minum alkohol membunuh coronavirus

Mitos atau Fakta: Minum Alkohol Dapat Membunuh Coronavirus?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020 . 5 menit baca
minuman dihindari saat diet

Awas, 5 Minuman Ini Bisa Bikin Anda Gagal Turunkan Berat Badan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 08/12/2019 . 4 menit baca
efek alkohol pada tubuh

Menguak Segudang Efek Buruk Alkohol Pada Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 04/06/2019 . 4 menit baca