Kenapa Orang Sering Mendengar Suara Misterius Saat Naik Gunung?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 01/08/2018
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Mendaki gunung menjadi salah satu olahraga alam yang tengah digandrungi oleh banyak orang. Bagi Anda yang sering naik gunung, Anda mungkin pernah mendengar suara-suara misterius yang entah berasal dari mana. Padahal, mungkin teman Anda sesama pendaki gunung sedang tidak berbicara apa pun selama di perjalanan. Masyarakat sekitar percaya bahwa itu adalah bisikan dari penunggu gunung. Adakah penjelasan logisnya dari hal ini? Cari tahu lewat ulasan berikut ini.

Dari mana asal suara-suara misterius saat naik gunung?

risiko naik gunung

Banyak kasus yang mengungkapkan bahwa pendaki gunung sering mendengar suara-suara misterius saat naik gunung. Bahkan, hal ini sering dikaitkan dengan kejadian pendaki tersesat atau kecelakaan saat naik gunung.

Begitu mendengar kabar tersebut, masyarakat biasanya langsung menganggap hal ini sebagai kejadian mistis atau pengalaman supranatural di luar nalar. Padahal nyatanya, kejadian ini bisa dijelaskan secara ilmiah.

Dr Hermann Burgger, seorang pimpinan Institute of Mountain Emergency Medicine di Eurac Research Italy, mengungkap kepada Live Science bahwa atmosfer dan ketinggian gunung dapat membuat orang-orang mengalami fase ‘gila’ sesaat. Semakin tinggi posisinya di gunung, para pendaki akan semakin mudah menangkap suara-suara misterius – yang entah berasal dari mana.

Menurut para ahli, hal ini disebabkan karena mereka mengalami psikosis. Psikosis adalah gangguan mental yang membuat seseorang sulit membedakan mana kenyataan dan mana yang hanya halusinasi. Orang yang mengalami psikosis cenderung tidak sadar dengan apa yang terjadi pada diri mereka pada saat itu.

Semakin tinggi Anda mendaki, semakin besar risiko mengalami psikosis

Hal ini dibuktikan oleh pengalaman Dr. Jeremy Windsor saat mendaki gunung Everest tahun 2008. Ketika mendaki gunung sendirian, ia merasa memiliki teman baru bernama Jimmy yang mengajaknya mengobrol selama di perjalanan. Namun lama kelamaan, teman barunya tersebut hilang sekejap tanpa bekas.

Selain karena efek psikosis, para ahli meyakini suara-suara misterius saat naik gunung juga berhubungan dengan penyakit ketinggian alias altitude sickness. Penyakit ketinggian adalah kondisi yang biasa menyerang pendaki gunung pada ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut. Altitude sickness umum terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen sehingga menyebabkan pusing, mual, dan gangguan keseimbangan.

Semakin tinggi posisi Anda di gunung, maka semakin sedikit pula kadar oksigen yang tersedia. Ketika tubuh kekurangan oksigen, aliran darah menuju otak menjadi berkurang dan membuat seseorang hilang fokus. Itulah sebabnya, orang dapat mengalami halusinasi sesaat saat mencapai ketinggian tertentu.

Lantas, bagaimana cara mengatasi halusinasi saat mendaki gunung?

makanan untuk mendaki gunung

Gejala psikosis dan penyakit ketinggian pada pendaki harus segera diatasi untuk mencegah risiko kecelakaan. Pasalnya, penyakit ini dapat menyebabkan seseorang berperilaku aneh dan melakukan hal-hal yang berbahaya.

Misalnya saja, Anda mungkin mendengar suara yang menyuruh Anda untuk keluar dari jalur pendakian hingga akhirnya tersesat di gunung. Dalam kasus yang paling parah, ada pula pendaki gunung yang merasa terpanggil untuk melompat ke bawah agar lebih cepat sampai ke posisi semula.

Gejala halusinasi ini biasanya akan berkurang setelah para pendaki mulai turun gunung. Ketika Anda mulai menuruni gunung, Anda akan mendapatkan lebih banyak oksigen untuk bernapas. Akibatnya, tingkat kesadaran Anda akan berangsur-angsur kembali normal.

Untuk mencegah gejala penyakit ketinggian, pastikan Anda sudah menyiapkan perbekalan yang cukup sebelum naik gunung. Jika Anda mulai merasakan pusing atau hilang fokus, istirahatlah sejenak dan segera minum air putih yang banyak. Hal ini dapat membantu memenuhi kebutuhan oksigen dalam tubuh dan menurunkan risiko halusinasi sesaat yang mungkin terjadi.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Penyebab mulut terasa pahit saat puasa biasanya tidak berbahaya. Bisa jadi, mulut terasa pahit karena Anda lalai melakukan hal yang satu ini! Apa ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

Bagaimana Cara Membantu Anak Atasi Stres Saat Pandemi COVID-19?

Anak dan remaja termasuk kelompok yang rentan stres saat masa pandemi COVID-19, karena itu orangtua perlu memahami penyebab dan cara mengatasi kondisi ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 17/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

delusi dan halusinasi

Delusi dan Halusinasi, Apa Bedanya?

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
Pedofilia kekerasan seksual

Pedofilia dan Kekerasan Seksual pada Anak, Apa Bedanya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020