Apa Benar Cara Detoks Alami Itu Efektif dan Baik Bagi Tubuh?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Tanpa disadari, ada banyak racun yang masuk ke dalam tubuh. Entah itu dari makanan atau bahkan polusi di lingkungan sekitar. Maka itu, saat ini cara detoks alami sedang digandrungi banyak orang karena dianggap menjadi salah satu cara untuk mengeluarkan racun yang menumpuk. Sebenarnya, organ tubuh telah dirancang secara otomatis untuk rutin membuang racun dan zat-zat sisa yang menumpuk di dalam tubuh. Jadi, apakah detoks alami benar-benar dapat bekerja dengan baik? Berikut ulasannya.

Cara detoks alami yang saat ini sedang digemari

Secara umum, detoks alami diartikan sebagai suatu metode yang dirancang untuk menghilangkan racun dari dalam tubuh dengan cara yang alami.

Mulai dari minum jus buah atau sayuran segar, minum suatu cairan tertentu seperti air lemon, membatasi atau bahkan menghilangkan makanan yang mengandung gula, garam, kafein, minum suplemen ataupun jamu, hingga menggunakan obat pencahar guna membersihkan saluran pencernaan.

Dalam hal ini, Anda diwajibkan untuk melakukan kegiatan tersebut secara rutin dalam jangka waktu tertentu demi mendapatkan hasil yang optimal.

Sebenarnya, apakah detoks alami benar bekerja efektif?

Bagi orang yang telah berhasil melakukan detoks alami, melaporkan bahwa tubuhnya terasa lebih segar dan berenergi. Bahkan, beberapa orang sukses untuk menurunkan berat badan sekaligus mempertahankan berat badan idealnya. Hal inilah yang kemudian membuat banyak orang berpikir kalau detoks itu efektif.

Padahal tidak selalu begitu. Pasalnya, tubuh telah memiliki kemampuan alaminya sendiri untuk membersihkan diri melalui kerja hati, ginjal, urin, feses, serta keringat. Zat penangkal racun yang dihasilkan oleh hati, berfungsi untuk memastikan tubuh terhindar dari zat-zat berbahaya.

Jadi, ketika seseorang yang merasa cara detoks alami yang dilakukannya berhasil karena berat badannya turun, bisa jadi ini akibat ia sering kali menghindari makanan dengan kandungan lemak dan gula yang tinggi, sehingga akhirnya tubuh kehilangan simpanan cairan dan karbohidrat.

asi lancar

Meski begitu, simpanan lemak dalam tubuh belum tentu benar-benar hilang. Itu sebabnya, berat badan seseorang bisa kembali seperti semula bila tidak bisa mempertahankan porsi dan pola makannya.

Lebih dari itu, detoks alami tak jarang bisa mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan, seperti kram perut, kembung, mual, muntah, dehidrasi, bahkan bisa lebih parah lagi bila dilakukan tidak sesuai aturan.

Terlebih, jika diterapkan pada orang yang menderita kondisi medis tertentu, misalnya jantung, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, maupun diabetes. Yang ada, bisa saja memperburuk kondisi kesehatan karena membatasi asupan makanan tertentu yang seharusnya diperlukan oleh tubuh, dilansir dari laman Web MD.

Singkatnya, metode detoks yang sangat membatasi asupan kalori, gula, dan berbagai zat gizi lainnya memang dinilai berhasil dalam menurunkan berat badan. Namun, jika hal ini dilakukan dalam jangka waktu lama, maka bukan tidak mungkin bisa berakibat kurang baik terhadap kesehatan tubuh.

Lebih baik terapkan pola hidup yang sehat

Langkah terbaiknya jika Anda memang ingin meningkatkan kesehatan tubuh, bisa diawali dengan konsultasikan hal ini dengan dokter Anda terlebih dulu. Dokter biasanya lebih memahami bagaimana kondisi tubuh Anda, disertai dengan cara yang paling efektif guna mempertahankan kesehatan tubuh.

Pastikan juga untuk mempertimbangkan kemungkinan efek samping yang ditimbulkan dari metode yang Anda terapkan. Sebenarnya tidak sulit untuk meningkatkan kesehatan tubuh sekaligus mempertahankan berat badan ideal, cukup dengan memahami makanan dan minuman apa saja yang bisa mengganggu kesehatan Anda, lalu beralih pada makanan dan minuman yang lebih sehat.

Dr. Erin Stair, M.P.H, seorang konsultan kesehatan dan penulis buku Food and Mood, menjelaskan bahwa para ahli lebih menyarankan Anda untuk menjauhi rokok, alkohol, junkfood, serta makanan tinggi lemak dan gula

. Namun mengimbanginya dengan mempertahankan pola makan seimbang yang kaya akan berbagai nutrisi baik, rutin berolahraga demi menjaga kebugaran tubuh, minum air dalam jumlah cukup, serta mendapatkan tidur yang optimal.

Intinya, tanamkan dalam diri untuk selalu menjaga dan mengatur pola makan sehat demi solusi terbaik untuk jangka panjang.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juli 19, 2018 | Terakhir Diedit: Juli 3, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca