Deodoran vs Antiperspiran, Mana yang Ampuh Cegah Keringat dan Bau Badan?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan istilah deodoran dan antiperspiran. Katanya, kedua jenis produk ini diklaim bisa mencegah dan menghilangkan bau badan. Padahal, keduanya punya fungsi yang berbeda, lho. Jangan sampai tertukar, yuk kenali apa bedanya deodoran dengan antiperspiran.

Perbedaan fungsi deodoran dan antiperspiran

Perbedaan utama deodoran dan antiperspiran terdapat pada cara kerjanya. Antiperspiran memiliki fungsi utama untuk mencegah keringat keluar dari pori-pori. Begitu berada di permukaan kulit, kandungan garam aluminium pada antiperspiran akan terurai bersama keringat. Campuran ini kemudian membentuk gel, lalu menjadi penyumbat sementara saluran keringat dan baru akan hilang saat terkena air.

Beberapa jenis antiperspiran juga memiliki kegunaan lain, yakni membunuh bakteri dengan bahan antimikroba yang terkandung di dalamnya. Kedua fungsi ini saling bekerja sehingga ketiak Anda tidak berkeringat secara berlebihan dan tidak ada bakteri yang dapat menyebabkan bau badan.

Sementara itu, deodoran memiliki cara kerja yang berbeda dengan antiperspiran. Produk ini bekerja dengan membunuh bakteri yang terdapat pada permukaan kulit, tapi tidak menyumbat saluran keringat seperti halnya antiperspiran. Hal ini memungkinkan Anda untuk terhindar dari bau badan walaupun sedang berkeringat.

Mana yang lebih ampuh untuk menghilangkan bau badan?

Deodoran memang lebih ampuh mencegah dan menghilangkan bau badan karena bekerja secara langsung terhadap bakteri yang menjadi penyebabnya. Namun, produk ini tidak dapat mencegah produksi keringat berlebih sehingga Anda mungkin mengalami efek samping berupa timbulnya noda kekuningan pada pakaian.

Di sisi lain, antiperspiran dapat mencegah kemungkinan timbulnya noda kekuningan dan cocok bagi Anda yang memiliki masalah keringat berlebih. Meski begitu, efek sumbatan antiperspiran terhadap saluran keringat bersifat sementara sehingga Anda perlu membalurkan atau menyemprotkannya lagi ke permukaan kulit setiap beberapa jam.

Jadi, untuk menggunakan deodoran ataupun antiperspiran, semuanya tergantung pada tujuan Anda. Jika tujuannya adalah untuk mengurangi produksi keringat, maka Anda dapat memilih antiperspiran. Namun, apabila Anda ingin mengusir bau badan yang membandel, Anda dapat memilih deodoran.

Apakah terdapat produk yang mengandung keduanya?

Kabar baiknya, kini telah banyak terdapat produk deodoran yang juga mengandung antiperspiran. Produk-produk ini biasanya terbuat dari bahan-bahan seperti garam aluminium, agen antimikroba, parfum, paraben, dan alkohol. Beragam kandungan inilah yang membuat produk deodoran tidak hanya dapat membunuh bakteri, tapi juga mencegah produksi keringat berlebih seperti halnya antiperspiran.

Guna mencegah timbulnya bau badan saat beraktivitas, Anda dapat menggunakan produk yang mengandung keduanya pada siang hari. Jika Anda menginginkan hasil terbaik, gunakanlah kembali pada malam hari agar kandungan dalam antiperspiran dapat menyumbat saluran keringat dengan lebih optimal. Selain itu, produksi keringat pun lebih sedikit selama Anda tidur.

Tidak hanya menggunakan produk-produk tersebut, Anda juga dapat mencegah timbulnya bau badan melalui jenis pakaian yang Anda kenakan dan makanan yang Anda konsumsi. Pastikan Anda menggunakan pakaian berbahan ringan yang memungkinkan kulit untuk bernapas. Batasi pula makanan yang memicu bau badan seperti makanan pedas dan apa pun yang mengandung kafein.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca