Deodoran vs Antiperspiran, Mana yang Ampuh Cegah Keringat dan Bau Badan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 07/03/2019 . 3 menit baca
Bagikan sekarang

Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan istilah deodoran dan antiperspiran. Katanya, kedua jenis produk ini diklaim bisa mencegah dan menghilangkan bau badan. Padahal, keduanya punya fungsi yang berbeda, lho. Jangan sampai tertukar, yuk kenali apa bedanya deodoran dengan antiperspiran.

Perbedaan fungsi deodoran dan antiperspiran

Perbedaan utama deodoran dan antiperspiran terdapat pada cara kerjanya. Antiperspiran memiliki fungsi utama untuk mencegah keringat keluar dari pori-pori. Begitu berada di permukaan kulit, kandungan garam aluminium pada antiperspiran akan terurai bersama keringat. Campuran ini kemudian membentuk gel, lalu menjadi penyumbat sementara saluran keringat dan baru akan hilang saat terkena air.

Beberapa jenis antiperspiran juga memiliki kegunaan lain, yakni membunuh bakteri dengan bahan antimikroba yang terkandung di dalamnya. Kedua fungsi ini saling bekerja sehingga ketiak Anda tidak berkeringat secara berlebihan dan tidak ada bakteri yang dapat menyebabkan bau badan.

Sementara itu, deodoran memiliki cara kerja yang berbeda dengan antiperspiran. Produk ini bekerja dengan membunuh bakteri yang terdapat pada permukaan kulit, tapi tidak menyumbat saluran keringat seperti halnya antiperspiran. Hal ini memungkinkan Anda untuk terhindar dari bau badan walaupun sedang berkeringat.

Mana yang lebih ampuh untuk menghilangkan bau badan?

Deodoran memang lebih ampuh mencegah dan menghilangkan bau badan karena bekerja secara langsung terhadap bakteri yang menjadi penyebabnya. Namun, produk ini tidak dapat mencegah produksi keringat berlebih sehingga Anda mungkin mengalami efek samping berupa timbulnya noda kekuningan pada pakaian.

Di sisi lain, antiperspiran dapat mencegah kemungkinan timbulnya noda kekuningan dan cocok bagi Anda yang memiliki masalah keringat berlebih. Meski begitu, efek sumbatan antiperspiran terhadap saluran keringat bersifat sementara sehingga Anda perlu membalurkan atau menyemprotkannya lagi ke permukaan kulit setiap beberapa jam.

Jadi, untuk menggunakan deodoran ataupun antiperspiran, semuanya tergantung pada tujuan Anda. Jika tujuannya adalah untuk mengurangi produksi keringat, maka Anda dapat memilih antiperspiran. Namun, apabila Anda ingin mengusir bau badan yang membandel, Anda dapat memilih deodoran.

Apakah terdapat produk yang mengandung keduanya?

Kabar baiknya, kini telah banyak terdapat produk deodoran yang juga mengandung antiperspiran. Produk-produk ini biasanya terbuat dari bahan-bahan seperti garam aluminium, agen antimikroba, parfum, paraben, dan alkohol. Beragam kandungan inilah yang membuat produk deodoran tidak hanya dapat membunuh bakteri, tapi juga mencegah produksi keringat berlebih seperti halnya antiperspiran.

Guna mencegah timbulnya bau badan saat beraktivitas, Anda dapat menggunakan produk yang mengandung keduanya pada siang hari. Jika Anda menginginkan hasil terbaik, gunakanlah kembali pada malam hari agar kandungan dalam antiperspiran dapat menyumbat saluran keringat dengan lebih optimal. Selain itu, produksi keringat pun lebih sedikit selama Anda tidur.

Tidak hanya menggunakan produk-produk tersebut, Anda juga dapat mencegah timbulnya bau badan melalui jenis pakaian yang Anda kenakan dan makanan yang Anda konsumsi. Pastikan Anda menggunakan pakaian berbahan ringan yang memungkinkan kulit untuk bernapas. Batasi pula makanan yang memicu bau badan seperti makanan pedas dan apa pun yang mengandung kafein.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Semua Orang Perlu Pakai Deodoran Agar Tidak Bau Badan?

Deodoran membantu mengurangi bau pada ketiak. Namun, apakah semua orang harus menggunakan deodoran? Lihat jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 30/08/2019 . 4 menit baca

Pacar Bau Badan? Begini Cara Bijak Memberi Tahu Tanpa Menyakiti Hatinya

Punya pasangan yang bau badan tentu bikin pusing tujuh keliling. Mau jujur rasanya sungkan, tapi kalau disimpan saja dalam hati jadi keki. Harus bagaimana?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Seks & Asmara 23/07/2019 . 4 menit baca

Cara Pakai Deodoran yang Tepat Menurut Ahli

Deodoran tidak hanya asal dioles di kulit ketiak saja. Supaya dapat bekerja lebih optimal, penting untuk mengetahui cara pakai deodoran yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 12/07/2019 . 5 menit baca

Panduan Memilih Produk Deodoran yang Aman untuk Kulit Sensitif

Pemilik ketiak sensitif harus pintar-pintar ketika memilih produk deodoran yang akan digunakan. Ketahui cara memilih deodoran untuk kulit sensitif di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 11/07/2019 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

tidak mandi saat liburan

Bolehkah Tidak Mandi Sama Sekali Selama Liburan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 26/12/2019 . 3 menit baca
menyukai bau badan pasangan

Mengapa Ada Orang yang Suka Mencium Bau Pasangannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 25/11/2019 . 4 menit baca
bau matahari

Panas-panasan Bikin Badan ‘Bau Matahari’. Apa Sebenarnya Bau Matahari?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 09/10/2019 . 3 menit baca
sabun penghilang bau badan

Tips Memilih Sabun yang Ampuh untuk Menghilangkan Bau Badan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 09/09/2019 . 3 menit baca