Apakah Kandungan Aluminium Pada Otak Bisa Sebabkan Autisme?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Autisme adalah gangguan pada perkembangan otak yang memengaruhi cara kerja otak. Sebuah studi menunjukkan bahwa terdapat kandungan aluminium yang tinggi pada orang dengan autisme. Lalu, apakah aluminium pada otak bisa jadi penyebabnya? Agar lebih jelas, simak ulasannya berikut ini.

Kandungan aluminium pada otak orang dengan autisme

Gangguan spektrum autisme (GSA) adalah gangguan pada otak sehingga tidak berkembang dan berfungsi secara normal. Hingga kini, penyebab pasti GSA masih belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa teori yang menyebutkan bahwa kondisi ini terjadi akibat faktor genetik, virus, sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan kelainan bawaan pada kromosom.

Dilansir dari Children’s Medical Safety Research Institute, sebuah studi yang dilakukan peneliti dari Keele University di Inggris dalam Journal of Trace Elements in Medicine and Biology meneliti sampel jaringan otak orang dengan GSA yang telah meninggal dengan teknologi transversal spektrofotometri.

Hasilnya menunjukkan bahwa kelima otak pasien memiliki kandungan aluminium sebesar 2,30 sampai 3,82 mg/g aluminium kering pada jaringan otak seperti lobus oksipital, frontal, temporal, dan parietal. Sementara penelitian sebelumnya telah mengukur kandungan aluminium pada otak orang tanpa ASD. Pada orang tanpa GSA, hanya ditemukan rata-rata 1 mcg/g aluminium.

Dari penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kandungan aluminum pada otak orang dengan autisme lebih tinggi dibandingkan dengan orang tanpa autisme. Aluminium bukan zat yang dihasilkan tubuh, kemungkinan besar aluminium bisa memasuki otak melalui membran meningeal (selaput otak) dan mengalir dalam darah.

Peneliti tidak menyimpulkan bahwa aluminum adalah penyebab autisme, hanya saja bisa bersifat neurotoksin (toksik terhadap sel saraf) sehingga berperan terhadap neurodegenerasi. Neurodegenerasi adalah penyakit yang menyerang sel otak dan sumsum tulang belakang pada jaringan otak yang terkena.

Apa sebenarnya aluminium itu dan efeknya pada tubuh?

Aluminum adalah jenis logam yang sering digunakan untuk membuat berbagai benda. Contohnya alat masak, kaleng minuman, atau aluminium foil. Zat ini juga terdapat pada obat antasida (untuk maag), aspirin, bahkan pada tepung. Tidak seperti mineral dan vitamin, tubuh tidak membutuhkan aluminium. Sayangnya, zat ini bisa tercampur dengan makanan dan masuk ke tubuh.

Saat masuk ke dalam tubuh, aluminium akan terkumpul di ginjal, otak, paru-paru, hati, atau tiroid dan bersaing dengan kalsium dalam mineralisasi. Dilansir dari Global Healing Center, aluminium yang masuk ke tubuh dapat menyerang sistem saraf pusat, yaitu otak. Akibatnya, kandungan ini bisa meningkatkan risiko gangguan pada otak terutama pada lansia seperti penyakit Alzheimer dan penyakit Parkinson.

Namun, sekali lagi sampai sekarang belum ada kesimpulan pasti bahwa aluminium itu sendirilah yang menyebabkan berbagai jenis penyakit yang menyerang otak seperti autisme, Alzheimer, dan Parkinson.

Bagaimana cara mengurangi paparan aluminium?

bahaya polusi udara

Kadar aluminium yang sedikit tidak akan membahayakan tubuh. Namun, karena tidak diproses zat ini akan menumpuk dan bisa membahayakan kesehatan. Ada banyak cara untuk mengurangi paparan aluminium pada tubuh, yaitu membatasi makanan yang terkontaminasi dan menghindari udara yang terpapar dengan aluminium.

Aluminium sering terdapat pada keju dan baking powder (bahan pengembang makanan). Namun, juga bisa berada di makanan lain jika makanan dimasak dengan peralatan yang berbahan aluminium. Terutama pada makanan yang bersifat asam dan dimasak dengan suhu yang panas.

Selain itu, asap dari pabrik, tempat las, dan penambangan juga bisa mengandung aluminium. Zat ini bisa terhirup dan masuk ke dalam paru-paru dan dialirkan ke tulang atau otak. Jadi, sebaiknya hindari tempat tinggal yang berada di dekat pabrik dan selalu gunakan masker pelindung supaya aluminium yang tercampur dengan udara tidak terhirup.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juli 23, 2018 | Terakhir Diedit: Maret 24, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca