4 Fakta Seputar Obat Anti Botak, Apa Benar Ampuh?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pasti menyebalkan bila suatu waktu, saat sedang menggendong anak, tiba-tiba si kecil bertanya ke mana perginya rambut Anda. “Ini kok rambutnya botak, Pa?” 

Jika Anda sudah berusia sekitar 35 tahun ke atas, wajar-wajar saja bila Anda sudah mulai kehilangan banyak rambut. Dalam penelitian yang dilakukan di Amerika, ⅔ pria biasanya mengalami kebotakan mulai usia 35 tahun.

Seperti dikutip dari WebMD, sangat sulit untuk mengatasi masalah kebotakan pada pria. Sejumlah kalangan medis menyarankan agar para pria yang mengalami kebotakan menggunakan obat anti botak. Tapi ternyata tidak semuanya efektif. Berikut beberapa fakta seputar obat anti kebotakan yang perlu Anda tahu:

Ahli merekomendasikan Finasteride dan Minoxidil

Sejumlah ahli merekomendasikan dua buah obat untuk mengatasi kebotakan, yaitu Finasteride dan Minoxidil. Finasteride lebih dikenal dengan nama Propecia. Obat ini dikonsumsi setiap hari dalam dosis 1 mg. Propecia bekerja dengan menurunkan tingkat dihydrotestosterone (DHT), dan dia diasumsikan bisa mengurangi rambut rontok pada kebanyakan pria. Obat ini juga sering kali membuat rambut tumbuh kembali.

Robert M. Bernstein, MD, profesor dermatologi dari Columbia University dan founder Bernstein Medical Center for Hair Restoration, merekomendasikan para pria menggunakan Finasteride. “Kepada pasien yang lebih muda, saya juga merekomendasikan Minoxidil. Tapi yang utama adalah Finasteride. Data memperlihatkan bahwa, selama 5 tahun, secara signifikan obat ini mengurangi rambut rontok sampai 85% pada pemakainya,” ujarnya.

Baik Finasteride dan Minoxidil merupakan produk anti botak atau rontok lain yang disetujui oleh FDA yang penggunaannya perlu komitmen. Karena, kalau tiba-tiba berhenti, dalam beberapa bulan Anda akan kembali kehilangan rambut yang berusaha untuk ditumbuhkan kembali.

Obat anti botak bisa menurunkan libido

Meski baik untuk kepala Anda yang botak, Anda harus siap dengan konsekuensi dari menggunakan obat anti botak ini, khususnya Finasteride karena efek sampingnya mempengaruhi kehidupan seksual.

Finasteride bisa mengurangi libido Anda dan menimbulkan masalah seksual lain. Tapi tenang saja, karena persentasenya cukup kecil. Selain itu, efek samping ini jarang terjadi dan umumnya terjadi secara sementara saja.

Tadinya untuk menurunkan tekanan darah tinggi

Percaya atau tidak, Minoxidil tadinya digunakan untuk mengatasi masalah tekanan darah tinggi. Namun, kini FDA telah menyutujui penggunaannya untuk mengatasi kebotakan pada pria.

Dengan menggunakan Rogaine (atau versi generiknya) langsung pada kulit kepala 2 kali sehari, seorang pria yang baru kehilangan rambut bisa lebih mudah menumbuhkan rambutnya lagi. The American Hair Loss Association mengatakan hasil pengobatan dengan Minoxidil terbatas, tapi perlu digunakan dengan obat lain atau sebagai alternatif bila Finasteride tidak bekerja.

“Saya memperingatkan pasien untuk mencobanya dalam waktu terbatas. Karena obat ini tidak sesederhana pil, penggunaannya tidak selalu teratur, dan Anda bisa kehilangan rambut yang sudah Anda tumbuhkan,” ujar Bernstein.

Efek samping dari Minoxidil biasanya gatal-gatal dan kulit kepala kering.

Obat resep adalah yang terbaik

Dr. Andrew Messenger, konsultan dermatologi di Royal Hallamshire Hospital, Sheffield dan spesialis kebotakan pada pria, mengatakan kepada DailyMail tentang sejumlah rekomendasi obat anti botak. Salah satunya yang menurutnya paling efektif adalah obat resep.

“Finasteride menghentikan konversi testosterone menjadi DHT, yang merupakan hormon aktif dalam rambut rontok. Secara klinis, obat ini terbukti bekerja dan merupakan yang saya rekomendasikan kepada pasien saya. Percobannya bekerja selama 5 tahun, sehingga sangat baik,” tutur Dr. Andrew.

“Sekitar ⅔ pria akan mendapatkan beberapa kemajuan. Sebanyak 10%-15% mengalami peningkatan jumlah rambut. Tapi seperti Minoxidil, jika Anda menghentikan penggunaan produk ini, Anda akan kehilangan banyak rambut,” tambahnya.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

5 Hal yang Sering Jadi Penyebab Mati Rasa pada Kaki dan Tangan

Mati rasa sering terasa pada jari, tangan, kaki, lengan, maupun telapak kaki Anda. Apa sebenarnya yang menjadi penyebab mati rasa?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Fakta Unik 22/07/2020 . Waktu baca 3 menit

5 Manfaat Buah Melon yang Menyehatkan Tubuh

Suka makan buah melon? Tapi, tahukah Anda kalau manfaat buah melon sangat baik untuk kesehatan tubuh manusia? Apa saja manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 22/07/2020 . Waktu baca 3 menit

5 Jenis Makanan yang Bikin Kita Sering Kentut

Bila dalam satu hari rasa ingin buang angin datang terlalu sering, lama-lama Anda tentu kewalahan. Apa saja makanan pemicu sering kentut?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Fakta Unik 21/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Mengigau Saat Tidur Bisa Jadi Tanda Penyakit Demensia

Apakah Anda sering mengigau saat tidur? Atau memperagakan mimpi Anda ketika tidur? Hati-hati, bisa saja itu pertanda Anda mengalami gangguan otak ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 20/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minum madu

Minum Madu Setelah Minum Obat, Boleh atau Tidak?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Tidur yang Sehat, Dengan Lampu Menyala atau Mati?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 23/07/2020 . Waktu baca 4 menit
apa itu power nap

Menguak Manfaat Power Nap dan Bedanya Dengan Tidur Siang Biasa

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 23/07/2020 . Waktu baca 4 menit
penyebab sulit mengingat

6 Penyebab Otak Anda Sulit Mengingat dan Mudah Lupa

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 22/07/2020 . Waktu baca 4 menit