Keseringan Pakai Korset? Ini 5 Efek Samping yang Mungkin Terjadi

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017
Bagikan sekarang

Untuk mengusahakan tubuh ramping, berbagai cara pun ditempuh. Salah satunya dengan memakai korset. Akhir-akhir ini memang kemunculan korset atau waist trainer sedang marak. Ini berkat selebriti-selebriti papan atas Hollywood yang memprakarsai tren pakai korset untuk membentuk pinggang yang ramping.

Namun, apakah sering pakai korset aman bagi kesehatan? Atau jangan-jangan risikonya justru lebih besar daripada kegunaannya? Langsung saja simak informasi berikut ini untuk mencari tahu jawabannya.

Buat apa pakai korset atau waist trainer?

Sejak tahun 1900-an, para wanita di Eropa mulai gencar memakai korset demi menjaga bentuk tubuh seperti jam pasir. Tren ini juga merambah ke negara-negara Asia, termasuk Indonesia. Para wanita di pulau Jawa pun mulai memakai korset yang lebih dikenal dengan istilah stagen. Korset dipakai sehari-hari, dengan harapan bahwa lama-lama pinggang pun akan mengikuti bentuk korset yang indah.

Pada era modern, korset digunakan untuk menjaga postur tubuh, menimbulkan kesan tubuh ramping, serta mengecilkan pinggang dan perut. Beberapa orang juga berolahraga sambil pakai korset atau waist trainer karena percaya bahwa hasilnya akan jadi lebih maksimal dalam membentuk pinggang serta membakar lemak yang menumpuk di perut.

Namun, hingga saat ini belum ada penelitian yang berhasil membuktikan manfaat pakai korset saat berolahraga untuk membakar lemak, membentuk otot perut, atau mengecilkan pinggang. Menurut para ahli, pakai korset tak akan bisa menghilangkan lemak tubuh. Saat pakai korset lemak hanya akan berpindah saja, bukan terbakar atau lenyap begitu saja.

Risiko pakai korset bagi kesehatan

Meskipun banyak yang bilang korset adalah salah satu cara instan merampingkan tubuh, Anda harus berhati-hati. Pakai korset setiap hari ternyata bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan serius. Inilah yang mungkin terjadi kalau Anda terlalu sering memakai korset dalam jangka panjang.

1. Masalah pernapasan

Menurut dr. Christopher Ochner, seorang pakar kesehatan dari Mount Sinai Hospital di Amerika Serikat, pakai korset terlalu lama bisa membuat Anda sulit bernapas. Lebih lanjut, dr. Christopher Ochner juga meningatkan bahwa beberapa wanita dilaporkan pingsan karena memakai korset terlalu ketat seharian sehingga saluran pernapasannya terhambat. Ini disebabkan oleh kapasitas paru-paru yang menurun akibat terhimpit tekanan kuat dari korset.

2. Gangguan pencernaan

Selain masalah pernapasan, Anda yang sering memakai korset atau waist trainer juga rentan terhadap gangguan pencernaan. Pasalnya, sama seperti paru-paru yang terhimpit, begitu juga dengan sistem pencernaan Anda. Usus dan lambung jadi harus bekerja lebih keras dalam menggerakkan dan mencerna makanan. Tekanan dari korset juga bisa memicu penyakit asam lambung, yaitu kondisi di mana asam lambung naik melawan gravitasi menuju kerongkongan.

3. Kerusakan bentuk tulang atau cedera

Peninggalan tulang-tulang wanita dari abad ke-18 yang dipelajari para ahli menunjukkan bahwa penggunaan korset ketat dalam jangka waktu yang lama menyebabkan kerusakan atau kelainan bentuk tulang. Tulang rusuk para wanita di Inggris dan Perancis tersebut membengkok dan membentuk huruf S. Jika sudah lebih parah, kerusakan ini bisa saja mengakibatkan cedera tulang, misalnya retak atau menusuk organ dalam tubuh. Akan tetapi, hal ini belum pernah tercacat dalam sejarah medis.

4. Atrofi organ dalam

Atrofi adalah penyusutan atau pengecilan organ serta jaringan dalam tubuh. Dalam kasus ini, memakai korset setiap hari berisiko menyebabkan atrofi dinding perut dan atrofi otot perut bagian samping (oblique). Akibatnya, bukannya terlihat sehat dan kencang, massa otot di perut pun justru melemah. Jika Anda mengalami atrofi, Anda mungkin jadi tidak kuat berdiri kelamaan tanpa penopang atau sandaran apa pun. Apalagi kalau Anda sedang tidak mengenakan korset.

5. Nyeri punggung bawah

Mengikat pinggang, perut, dan punggung bawah Anda dengan korset akan mengakibatkan peredaran darah tidak lancar. Terutama pada punggung bawah yang bertugas untuk menunjang postur tubuh Anda. Karenanya, punggung jadi terasa nyeri, kaku, dan kebas. Ketika melepas korset pun Anda cenderung membungkuk karena punggung bawah tidak kuat menopang beban tubuh Anda  setelah seharian mendapat tekanan berlebihan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Kurma bukan satu-satunya buah yang baik dimakan saat berbuka puasa. Lihat berbagai pilihan lainnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Jangan sampai karena puasa Anda jadi lemas, lesu, dan mudah sakit. Simak rutinitas yang bisa dilakukan agar tetap fit saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan 09/05/2020

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Puasa menjadi tantangan tersendiri untuk Anda yang memiliki maag. Namun, jangan khawatir, berikut tips-tips mencegah maag saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020