Berbagai Efek Samping Kemoterapi yang Masih Mengintai Penyintas Kanker

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 08/12/2017
Bagikan sekarang

Kemoterapi adalah pengobatan utama dalam mengobati kanker. Tapi, efek kemoterapi ternyata bisa berdampak jangka panjang pada kesehatan bahkan setelah Anda dinyatakan sembuh dari kanker.

Efek samping kemoterapi tak hanya muncul saat Anda menjalani pengobatan saja, tetapi juga bisa muncul setelah pengobatan selesai. Bahkan efek samping bisa muncul bertahun-tahun setelah pengobatan selesai. Lantas, apa saja efek samping jangka panjang dari pengobatan kemoterapi ini?

Berbagai efek kemoterapi yang mungkin terjadi setelah pengobatan usai

Obat-obatan kemoterapi termasuk obat golongan keras yang bekerja cepat membunuh sel kanker dalam tubuh. Karena targetnya adalah sel, maka tak menutup kemungkinan bahwa efek obat kemo juga bisa menyerang sel tubuh yang sehat.

Berikut adalah efek samping jangka panjang yang mungkin dialami penyintas kanker setelah melalui pengobatan kanker.

  • Gangguan fungsi jantung seperti serangan jantung, stroke, dan gagal jantung
  • Sulit untuk berpikir karena kemampuan kognitif berkurang
  • Kapasitas paru berkurang, menyebabkan gangguan pernapasan
  • Gangguan fungsi ginjal seperti gagal ginjal
  • Kemampuan pendengaran menurun
  • Menopause dini
  • Risiko tidak subur, bagi pria maupun wanita
  • Mengalami penurunan kepekaan pengecapan rasa di lidah
  • Mengalami berbagai gangguan kesehatan gigi dan mulut, gigi mudah keropos

Hampir semua obat kemoterapi memiliki efek samping jangka panjang, berikut adalah beberapa contoh obat kemoterapi dan efeknya bagi tubuh:

Efek samping jangka panjang pengobatan kemoterapi pada anak

Pada anak yang menjalani kemoterapi, sebenarnya efek samping yang dialami hampir sama dengan efek samping jangka panjang yang dialami orang dewasa. Namun, dalam beberapa kasus dampak jangka panjang pada anak justru lebih serius ketimbang orang dewasa.

Pasalnya, tubuh anak masih dalam masa pertumbuhan, di mana sel-sel tubuhnya sedang aktif untuk memaksimalkan tumbuh kembangnya. Maka tidak jarang, akan ada lebih banyak efek samping yang dialami oleh para penyintas kanker anak.

Beberapa efek samping yang mungkin dialami oleh penyintas kanker anak yaitu:

  • Gangguan fungsi paru mungkin membuat anak susah bernapas normal
  • Gangguan fungsi hati
  • Katarak
  • Gangguan kesehatan tulang misalnya osteoporosis di usia muda dan nyeri sendi
  • Gangguan pertumbuhan yang menyebabkan anak memiliki tubuh yang pendek
  • Obesitas
  • Kerusakan saraf

efek samping kemoterapi dan jantung

Apakah efek samping jangka panjang akibat pengobatan kemoterapi bisa dicegah?

Sayangnya, sampai saat ini belum ada cara untuk mencegah efek kemoterapi yang bersifat jangka panjang. Pasalnya, sel-sel normal sudah pasti ada yang rusak ketika pengobatan dilakukan dan mungkin saja hal ini memengaruhi kesehatan para penyintas di kemudian hari. Namun, hal ini bukan hal yang sudah pasti terjadi. Pada beberapa kasus, tidak ditemukan efek samping jangka panjang pada penyintas kanker.

Meski begitu, tidak dapat dipungkiri bahwa orang yang pernah kena kanker berisiko lebih besar untuk mengalami semua gangguan kesehatan tersebut ketimbang orang yang sehat. Maka dari itu, hal yang bisa dilakukan adalah melakukan pemeriksaan rutin meskipun telah selesai melakukan pengobatan. Pemeriksaan rutin dilakukan untuk mendeteksi sejak awal jika memang Anda mengalami efek samping dari pengobatan.

Selain itu, menjalani pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan yang bergizi, berolahraga rutin, dan meninggalkan kebiasaan buruk yang bisa mengganggu kesehatan adalah hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan risiko efek samping jangka panjang.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Kurma bukan satu-satunya buah yang baik dimakan saat berbuka puasa. Lihat berbagai pilihan lainnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Jangan sampai karena puasa Anda jadi lemas, lesu, dan mudah sakit. Simak rutinitas yang bisa dilakukan agar tetap fit saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan 09/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020