Hati-hati, Diet Detox Bisa Berbahaya Bagi Kesehatan Anda

Oleh

Hidup sehat membutuhkan usaha yang tidak mudah, mungkin karena sebab inilah terkadang ‘jalan pintas’ terasa sangat menggoda. Jalan pintas ini sering kali datang dalam bentuk detoksifikasi alias ‘detox’, sebuah metode yang dikenal dapat membuat tubuh lebih sehat tanpa membutuhkan usaha yang keras.

Beberapa metode detox yang sering beredar di masyarakat biasanya meliputi pembatasan asupan kalori, meminum cairan dalam jumlah banya, berpuasa, atau mengonsumsi suplemen tertentu dalam jumlah besar.

Margareth MacIntosh, seorang praktisi akupunktur sekaligus dokter yang berkecimpung dalam bidang pengobatan tradisional Cina di Canada, menjelaskan bahwa perubahan pola diet yang ekstrim sering kali lebih banyak menimbulkan efek yang merugikan daripada menguntungkan. Detox dengan kunyit menjadi salah satu contohnya. Dalam jumlah kecil, kunyit memang bermanfaat bagi kesehatan, namun apabila dikonsumsi secara berlebihan, kunyit justru dapat menyebabkan kecemasan dan gangguan tidur.

Pada dasarnya, tubuh sudah memiliki mekanismenya sendiri untuk membuang toksin dalam tubuh. Untuk mengoptimalkan fungsi ini, Anda hanya perlu menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga teratur, beristirahat cukup, dan mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup.

Terlalu banyak cairan tidak baik bagi tubuh

Anda tentu pernah mendengar salah satu metode detox yang menganjurkan Anda untuk mengonsumsi air putih sebanyak mungkin. Namun, tahukah Anda bahwa mengonsumsi terlalu banyak air dapat menyebabkan Anda mengalami hiponatremia?

Hiponatremia adalah kondisi saat darah Anda mengandung terlalu sedikit natrium sehingga menyebabkan sel-sel dalam tubuh Anda membengkak. Gejalanya dapat berupa mual, muntah, nyeri kepala, disorientsai, kelelahan, kram otot, kejang, hingga bahhkan koma. Derajat keparahannya dapat sangat bervariasi dan dapat dengan cepat mengancam nyawa.

Detox puasa juga tidak menyelesaikan masalah

Diet detox yang menganjurkan untuk berpuasa sebenarnya menerapkan konsep autofagi. Autofagi adalah sebuah proses penghancuran komponen sel yang sudah tidak dibutuhkan lagi dalam tubuh. Proses ini dirangsang dengan cara berpuasa dan menjadi tren dalam dunia diet sebagai cara untuk menurunkan berat badan.

Jika Anda menginginkan penurunan berat badan, maka diet detox mungkin dapat membantu Anda menurunkan berat badan.  Namun ingatlah bahwa Anda kemungkinan akan mengalami kenaikan berat badan lagi begitu diet detox Anda berhenti. Selain menurunkan berat badan dengan cara yang tidak sehat, pada akhirnya Anda sebenarnya tidak melakukan pencapaian apa pun terhadap berat badan Anda.

Apakah detox baik untuk kondisi medis tertentu?

Detox justru tidak baik bagi penderita kondisi medis tertentu, bahkan juga dapat menjadi sangat berbahaya bagi mereka. Tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa detox dapat membantu perbaikan tekanan darah atau kadar kolesterol, atau bahkan memiliki efek positif bagi jantung. Bahkan bagi penderita diabetes, detox dapat menjadi sangat berbahaya. Diet apa pun yang membatasi asupan makanan dengan sangat ketat dapat menyebabkan gula darah yang rendah dalam tubuh.

Satu-satunya metode yang mungkin dapat memberi manfaat mungkin adalah metode detox yang hanya berfokus pada makanan sehat. Metode ini mungkin akan berguna bagi Anda yang memiliki kadar kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes, dan juga penyakit jantung. Namun, tetaplah ingat bahwa Anda tetap harus menerapkan pola hidup yang sehat.

Pola hidup sehat adalah kuncinya

Banyak metode detox yang juga menganjurkan menggunakan produk laksatif atau membatasi asupan kalori untuk membuang toksin dalam tubuh. Mereka yang menggunakan metode ini mungkin memang merasakan penurunan berat badan yang signifikan dalam waktu singat. Namun, tetap saja, Anda tidak mungkin melakukan detox selama 365 hari dalam satu tahun, dan menerapkan pola hidup sehat masih menjadi cara terbaik.

Para ahli juga mengatakan, pada Anda sebaiknya menghindari produk-produk yang sudah Anda ketahui dapat menjadi racun bagi tubuh Anda seperti alkohol dan rokok. Selain itu, tentu saja mengonsumsi diet yang seimbang, berolahraga, beristirahat cukup, dan meminum air dalam jumlah cukup adalah kuncinya. Dengan menerapkan pola hidup sehat, berarti Anda telah mengoptimalkan sistem detoxifikasi yang memang sudah ada dalam tubuh Anda. Ingatlah, bergantung pada diet jangka pendek yang ekstrim akan lebih banyak memberi efek buruk daripada menguntungkan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 5, 2017 | Terakhir Diedit: September 6, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca