Tips Meningkatkan Respon Tubuh Terhadap Hormon Insulin

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Insulin adalah hormon yang berperan dalam penyerapan glukosa (gula) dalam tubuh dan menjaga kadar gula darah agar tetap seimbang. Jika insulin dalam tubuh tidak bisa bekerja selayaknya (dalam artian respon tubuh terhadap insulin menurun), akibatnya kadar gula darah meningkat. Ketika gula darah terus meningkat tak terkendali,  hal ini kemudian dapat memicu diabetes.

Untuk membantu tubuh bekerja menyerap glukosa lebih maksimal, Anda perlu memiliki sensitivitas insulin. Sensitivitas insulin adalah cara tubuh meningkatkan responnya terhadap hormon insulin.

Sensitivitas insulin adalah hal yang paling dibutuhkan tubuh untuk menjaga kadar gula darah

Begini caranya meningkatkan sensitivitas insulin tubuh Anda.

1. Cukupkan waktu tidur

Waktu tidur yang cukup adalah faktor penentu kesehatan tubuh secara keseluruhan dan kemampuannya untuk berfungsi secara optimal. Sebaliknya, kurang tidur dapat memicu berbagai masalah kesehatan yang disebabkan penurunan kekebalan tubuh dan penurunan kemampuan tubuh untuk mengatur kadar gula darah. Kekurangan waktu tidur juga diketahui sebagai penyebab tubuh tidak merespon insulin dengan baik.

2. Menurunkan berat badan dan menghilangkan lemak di sekitar perut

Punya berat badan berlebih, khususnya penumpukan lemak perut atau perut buncit alias obesitas sentral, merupakan gejala dari sindrom metabolik. Kelebihan berat badan akibat lemak berlebih diketahui dapat menurunkan senstivitas insulin terutama pada jaringan otot dan organ hati. Penurunan berat badan lewat perubahan gaya hidup dengan rutin beraktivitas fisik dan pola konsumsi yang sehat merupakan cara yang tepat untuk mengatasi berat badan lebih dan meningkatkan sensitivitas insulin.

3. Aktif bergerak

Aktivitas fisik merupakan salah satu cara untuk meningkatkan metabolisme tubuh. Hal tersebut dapat mendorong proses penyimpanan gula pada jaringan otot dan meningkatkan respon tubuh terhadap insulin yang dapat bertahan hingga 48 jam setelah beraktivitas fisik bergantung jenis olahraga yang dilakukan. Itulah sebabnya dengan rutin beraktivitas fisik, tubuh dapat menjadi lebih sensitif terhadap insulin.

4. Mengatur konsumsi karbohidrat

Pada dasarnya, mengurangi makanan tinggi karbohidrat akan membantu kerja insulin agar lebih efektif. Hal ini dikarenakan karbohidrat merupakan jenis makanan yang dapat meningkatkan kadar gula darah serta menstimulus kelenjar pankreas untuk bekerja keras mensekresi insulin untuk mengurangi kadar gula darah.

Mengurangi konsumsi karbohidrat dapat dilakukan dengan mengganti asupan makanan sumber karbohidrat dengan yang memiliki indeks glikemik rendah seperti kentang, nasi merah dan oatmeal serta hindari konsumsi makanan dengan karbohidrat olahan. Jika tidak bisa memperoleh jenis makanan indeks glikemi rendah, Anda juga bisa mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah yang sedikit dan dibagi secara merata sepanjang hari sehingga sekresi hormon insulin dapat menjadi lebih efektif.

5. Hindari asupan gula cair

Konsumsi berlebih gula cair atau yang pada umumnya adalah gula fruktosa dari makanan dan minuman diketahui berkaitan dengan resistensi insulin dan memicu sindrom metabolik seperti obesitas sentral. Hal tersebut dikarenakan organ hati akan secara langsung memproses gula cair berlebih dalam bentuk lemak.

Dalam jangka panjang, konsumsi gula cair akan memicu masalah metabolik, mengganggu sinyal sekresi insulin dan kegemukan serta obesitas sentral, Gula cair banyak digunakan pada makanan olahan, minuman bersoda, jus kemasan, minuman energi serta sirup agave.

6. Konsumsi suplemen mineral

Cara lainnya untuk meningkatkan sensitivitas insulin adalah dengan memperbanyak konsumsi suplemen mineral, seperti kromium dan magnesium. Kedua minerl ini diketahui memiliki efek sensitivitas insulin yang baik dibandingkan mineral lainnya. Kromium merupakan jenis mineral yang digunakan dalam proses metabolisme lemak dan karbohidrat pada tubuh.

Untuk meningkatkan sensitivitas hormon insulin diperlukan sekitar 200-1000 mikrogram per hari. Sedangkan magnesium merupakan mineral yang berperan sebagai reseptor jaringan dalam proses penyerapan kadar glukosa darah. Selain itu, kadar magnesium diketahui cenderung rendah pada individu yang mengalami kondisi resistensi insulin.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juli 4, 2017 | Terakhir Diedit: Oktober 8, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca