Tiba-tiba Berhenti Ngopi Sebabkan Gejala Putus Kafein, Seperti Apa Itu?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/03/2020 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Kafein merupakan zat stimulan yang paling banyak dikonsumsi orang-orang. Pasalnya, kafein banyak ditemukan dalam kopi, teh, cokelat, minuman energi, dan obat-obatan. Kafein bekerja dengan cara meningkatkan aktivitas sistem saraf pusat secara kimiawi. Karena itu kafein cenderung dikonsumsi untuk meningkatkan fokus dan konsentrasi, bagi beberapa orang kafein diperlukan agar dapat terjaga. Inilah mengapa banyak orang zaman sekarang tidak bisa berhenti ngopi. 

Meskipun aman dikonsumsi, kafein dapat menimbulkan efek ketergantungan. Jika Anda berhenti ngopi atau mengonsumsi kafein dalam bentuk lainnya, maka akan timbul gejala putus kafein atau caffeine withdrawal. Hal tersebut dapat terjadi dengan tingkatan ringan hingga berat, tergantung pada seberapa banyak biasanya Anda mengonsumsi kafein.

Mengenal putus kafein (caffeine withdrawal)

Putus kafein dapat dikatakan sebagai efek samping dari konsumsi kafein. Hal ini berupa gejala yang muncul ketika seseorang berhenti ngopi kopi secara tiba-tiba. Meskipun kafein aman, zat tersebut dapat menimbulkan ketergantungan yang serius.

Paling tidak kafein dalam takaran 100 miligram (mg) per hari saja sudah bisa bikin ketergantungan. Karena tubuh sudah ketergantungan, berhenti mengonsumsi kafein pun akan memicu gejala putus kafein.

Anda mungkin masih tetap bisa menjalankan aktivitas sehari-hari meski mengalami gejala putus kafein. Akan tetapi, kondisi putus kafein ini dikategorikan sebagai gangguan mental pada American Psychiatric Association’s Diagnostic dan Statistical Manual of Mental Disorders (DSM).

Ini yang bakal terjadi kalau berhenti ngopi tiba-tiba

Kafein menyebabkan perubahan pada kadar zat kimia yang bertanggung jawab untuk menghantarkan sinyal-sinyal informasi dalam otak melalui neurotransmitter. Zat-zat tersebut antara lain adalah asetilkolin, serotonin dan norepinefrin. Karena tiba-tiba terjadi perubahan pada keseimbangan zat kimia di otak saat Anda berhenti ngopi, muncullah gejala putus kafein.

Salah satu gejala yang paling sering dikeluhkan adalah penurunan konsentrasi ketika tidak mengonsumsi kopi. Beberapa gejala ketergantungan lainnya yang juga dapat muncul di antaranya:

  • Sakit kepala
  • Lemas
  • Tidak enak badan, seperti mau flu
  • Nyeri otot
  • Sembelit (susah buang air besar)
  • Mual
  • Mudah mengantuk
  • Depresi
  • Merasa grogi
  • Cenderung merasa bad mood

Pola munculnya gejala putus kafein dapat berbeda pada beberapa orang. Gejala tersebut pada umumnya muncul 12 hingga 24 jam setelah konsumsi kafein terakhir dan dapat bertahan dalam hitungan dua hingga sembilan hari.

Semakin sering Anda minum kopi setiap hari, semakin besar pula kemungkinan Anda mengalami gejala-gejala di atas ketika berhenti ngopi. Mengonsumsi kafein kembali ketika gejala putus kafein muncul akan cepat meringankan gejala putus kafein. Akan tetapi, Anda jadi tambah susah untuk menekan kebiasaan ngopi terlalu banyak.

Hal yang menyebabkan seseorang mengalami putus kafein

Tidak semua orang mengalami gejala putus kafein ketika sedang mencoba berhenti ngopi. Munculnya gejala tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal di bawah ini.

1. Kondisi fisik

Kondisi kesiapan sistem saraf pusat mempengaruhi bagaimana gejala putus kafein muncul. Gejala kafein akan lebih mungkin muncul pada orang yang sulit berkonsentrasi tanpa mengonsumsi kafein dibandingkan dengan orang yang tidak butuh kopi untuk berkonsentrasi.

Beberapa orang bahkan tidak mengalami gejala putus kafein dan hanya sekitar 50 persen yang mengalami gejala putus kafein yang berat.

2. Seberapa sering konsumsi kafein

Semakin sering seseorang mengonsumsi kafein atau minum kopi, maka kemungkinan semakin banyak gejala putus kafein yang dapat dialami.

3. Sumber kafein yang dikonsumsi

Kopi biasanya mengandung sekitar 135 mg kafein, minuman energi sekitar 160  mg, sedangkan teh berkisar 15-40 mg. Nah, semakin besar kandungan kafein dari minuman yang biasanya Anda konsumi, maka lebih besar pula risiko Anda mengalami gejala putus kafein.

4. Ketergantungan

Kalau Anda sudah ketergantungan dengan kopi atau kafein, Anda akan semakin rentan mengalami gejala putus kopi. Bahkan melewatkan satu atau dua cangkir sehari saja sudah bisa membuat Anda merasakan gejala-gejalanya.

Bagaimana mengatasinya?

Jika Anda ingin berhenti mengonsumsi kafein tapi sudah ketergantungan, gejala putus kafein tidak bisa dihindari lagi. Namun, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk melewati masa-masa penyesuaian tersebut:

  • Jangan langsung berhenti. Sebaiknya kurangi jatah ngopi secara perlahan sampai Anda bisa berhenti sepenuhnya.
  • Perbanyak minum air putih.
  • Ganti sumber kafein dengan yang lebih rendah kadar kafeinnya. Misalnya Anda biasa minum minuman energi, ganti dulu dengan kopi. Kalau Anda seringnya minum kopi, ganti dengan teh.
  • Mulailah berolahraga rutin sebagai pengganti zat stimulan bagi otak.
  • Tidur yang cukup untuk mengurangi rasa kantuk dan lelah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Anda sering merasa lapar atau ingin mengunyah sesuatu meski sudah makan? Sudah saatnya mencoba menu makanan berikut ini agar Anda tidak cepat lapar.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 21/06/2020 . 5 menit baca

9 Makanan yang Ampuh Mengusir Perut Kembung

Perut kembung atau begah pasti sangat mengganggu. Untuk segera meredakan rasa tidak nyaman, siapkan berbagai makanan berikut untuk mengusir perut kembung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20/06/2020 . 6 menit baca

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Sedang mengalami masa sulit yang seakan mengisap energi dan pikiran Anda ke dalam lubang hitam? Psikoterapi bisa membantu Anda mencari solusinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 20/06/2020 . 5 menit baca

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/06/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
menjaga kebersihan diri

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca
apa itu kolesterol

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca
mual karena gugup

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 6 menit baca