Cara Alami untuk Membantu Anda Lebih Mudah Bernapas

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Salah satu gejala yang paling sering dialami oleh orang dengan PPOK adalah sesak napas. Jika dibiarkan dan tak segera ditangani, Anda mungkin saja mengalami eksaserbasi PPOK alias perburukan gejala. Satu-satunya cara untuk menghindari eksaserbasi adalah dengan meredakan gejalanya. Cara mengatasi sesak napas bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, mulai dari cara alami sampai dengan konsumsi obat-obatan.

Apabila gejala yang Anda rasakan sudah sangat berat, obat-obatan dan resep dokter sudah pasti menjadi solusi yang harus Anda ambil. Namun, apabila masih ringan, cara mengatasi sesak napas bisa dilakukan secara alami tanpa bantuan obat-obatan. Cara ini juga bisa ditempuh sebagai upaya mengendalikan gejala. Cara mengatasi sesak napas yang alami apa saja yang bisa Anda ikuti? Simak ulasannya berikut ini.

Cara mengatasi sesak napas yang alami

Sesak napas sangat lekat dengan kehidupan orang-orang yang mengalami gangguan pernapasan. Apabila Anda tidak mau mengonsumsi obat sebagai cara mengatasi sesak napas yang Anda rasakan, masih ada jalan yang lebih alami yang bisa ditempuh agar Anda dapat bernapas dengan lebih lega. Berikut cara-caranya:

Rencanakan pekerjaan rumah Anda

Bagi penderita PPOK, merencanakan aktivitas dalam seminggu sebelumnya dan membagi pekerjaan rumah untuk dilakukan dalam beberapa hari adalah cara mengatasi sesak napas yang cerdas. Siapkan menu makanan yang sederhana dan mudah serta buatlah dalam porsi lebih banyak. Dengan begitu Anda tidak perlu memasak setiap kali ingin makan. Anda bisa menghangatkan kembali makanan yang telah Anda buat sebelumnya.

Sebelum melakukan pekerjaan rumah, pikirkanlah baik-baik mengenai bagaimana Anda akan melakukannya. Malah, sebaiknya Anda memvisualisaikan langkah-langkah yang diperlukan dan rencana pelaksanaan yang paling efisien. Rencanakan jalan pintas yang bisa diambil untuk melakukannya. Segeralah beristirahat begitu Anda mulai menunjukkan tanda-tanda sesak napas atau gejala PPOK lainnya. Dan, yang paling penting, jangan takut untuk meminta bantuan.

Berolahragalah

Meskipun olahraga tampaknya berlawanan dari situasi Anda yang menderita sesak napas akibat PPOK, latihan fisik—jika dilakukan dengan benar—sebenarnya dapat membantu Anda bernapas dengan lebih mudah. Saat berada dalam kondisi yang lebih baik, otot akan menggunakan oksigen dengan lebih efisien. Hal itu tentu merupakan kabar baik bagi paru-paru.

Berjalan kaki atau berolahraga sepeda statis di rumah atau gym adalah dua aktivitas yang bagus sebagai permulaan. Berlatih dengan barbel ringan dan melakukan peregangan secara teratur juga bisa menjadi pilihan kebugaran sebagai cara mengatasi sesak napas dan gejala PPOK lainnya secara alami.

Makan dalam porsi lebih kecil dan lebih sering

Makan dalam porsi besar sekaligus terkadang bisa membuat Anda kekenyangan dan perut menjadi begah atau kembung. Perut kembung atau terlalu penuh dapat menekan paru-paru. Kondisi itu membuat paru-paru tidak dapat mengembang secara maksimal. Akibatnya, Anda akan mengalami sesak napas.

Untuk menghindari hal tersebut, Anda dapat mengatasinya dengan makan dalam porsi yang lebih sedikit namun lebih sering. Memperhatikan jumlah karbohidrat yang Anda konsumsi juga bisa membantu Anda menyimpan energi dengan lebih baik, yang merupakan hal penting bagi penderita PPOK.

Lakukan teknik relaksasi

Kecemasan, panik, dan stres menciptakan efek bola salju yang membuat gejala PPOK memburuk dan pada akhirnya memperparah kecemasan. Untuk membantu menenangkan Anda, cobalah yoga, audio atau video relaksasi, dan latihan pernapasan. Terapi relaksasi yang mengurangi stres, panik, atau kecemasan akan membantu mencegah memburuknya kecemasan dan gejala, dan mengembalikan keadaan normal.

Edukasi dan mempersiapkan diri

Pelajari sebanyak yang Anda bisa mengenai PPOK dan pertimbangkan untuk bergabung dalam program rehabilitasi paru supaya dapat mempelajari lebih banyak tips dan berbagai jenis latihan yang baru. Selain itu, waspadalah terhadap gejala dan tanda-tanda PPOK yang memburuk, seperti sesak napas yang lebih buruk dibanding biasanya, batuk lebih sering, dan produksi dahak yang berlebih.

Buatlah rencana tindakan (action plan) dengan tim medis Anda, dengan menuliskan secara detail petunjuk mengenai apa yang harus dilakukan jika gejala PPOK memburuk. Jika persiapan yang Anda lakukan sudah baik, kecemasan yang dapat membuat Anda sesak napas pun akan berkurang.

Beristirahatlah dan jalani kebiasaan sehat lainnya

Cara mengatasi sesak napas secara alami yang terakhir adalah tentu saja dengan menjalani gaya hidup sehat dan tak lupa juga beristirahat. Meski berolahraga diperlukan, istirahat juga tak kalah penting agar sesak napas Anda tak datang dan Anda bisa bernapas dengan lebih mudah.

Berhenti merokok jelas merupakan langkah utama yang harus Anda lakukan apabila Anda merokok dan memiliki PPOK. Jika Anda tak merokok namun sering terpapar asap rokok, usahakanlah untuk menjauhinya, begitu pula dengan iritan paru lainnya seoerti asap kendaraan bermotor atau bau bahan kimia (seperti cat atau cairan pembersih). Menghindarkan diri Anda dari zat-zat yang dapat memperparah gejala PPOK bisa membantu mencegah flare-up (eksaserbasi).

Membuat pilihan makanan sehat dan menjadwalkan pemeriksaan medis rutin adalah langkah yang cerdas. Pada umumnya, pilihan gaya hidup sehat ini dapat membantu pasien PPOK baik secara fisik maupun mental.

Kebiasaan sehari-hari memberikan dampak tertentu pada pernapasan, terutama jika Anda menderita penyakit paru. Cobalah untuk relaks dan menjalani gaya hidup yang sehat sebagai cara mengatasi sesak napas yang alami. Dengan begitu, selain bernapas lebih lega, Anda juga dapat mencegah terjadinya komplikasi PPOK lain dan memiliki pernapasan yang lebih sehat.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hari Raya, Ramadan 27/04/2020

7 Cara Cepat Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa

Bau mulut adalah masalah yang umum terjadi selama puasa. Tenang saja, Anda bisa menghilangkan bau mulut saat puasa dengan cara alami berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Hari Raya, Ramadan 24/04/2020

Menyiasati Jadwal Minum Obat saat Puasa Ramadan

Puasa di bulan Ramadan wajib bagi umat muslim. Keharusan minum obat secara rutin bisa disiasati agar tetap bisa menjalankan puasa dengan tenang.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Hari Raya, Ramadan 19/04/2020

Apa Penyebab Hidung Tersumbat dan Bagaimana Mengatasinya?

Umumnya orang berpikir kelebihan lendir adalah penyebab utama hidung tersumbat. Sebenarnya saat hidung tersumbat terjadi pembengkakan di lapisan hidung.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Tips Sehat 15/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

sakit perut setelah buka puasa

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
maag saat puasa obat Omeprazole

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
tekanan darah tinggi saat puasa

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020
donor darah saat puasa

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 02/05/2020