Berbagai Penyakit yang Bisa Ditularkan Hewan Peliharaan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24/10/2019 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin memiliki hewan peliharaan di rumah. Namun apakah hewan Anda telah terbukti bebas dari penyakit? Berbagai penyakit yang dapat ditularkan hewan peliharaan ada yang sangat membahayakan kesehatan manusia, bahkan ada juga yang dapat berpengaruh pada kecacatan bayi dalam kandungan. Oleh karena itu, mari kita lihat berbagai penyakit yang ditularkan hewan peliharaan dan cara mengatasinya.

1. Kurap (ringworm)

Anjing dan kucing yang masih muda lebih sering menularkan penyakit ini dibandingkan dengan yang usianya lebih tua. Kurap disebabkan oleh jamur yang membuat kulit bersisik, dan menimbulkan ruam melingkar kemerahan pada kulit atau pada sepetak kulit kepala yang tidak berambut. Beberapa hewan peliharaan dewasa, biasanya kucing, jarang atau tidak pernah sama sekali menunjukkan gejala kurap. Tidak hanya menular melalui sentuhan pada hewan yang terinfeksi dan melalui selimut atau handuk hewan, kurap juga melalui tanah yang telah mereka pakai untuk buang air.

Cara mengatasinya

Jika Anda terkena kurap, Anda dapat menggunakan salep topikal anti-jamur, seperti yang mengandung miconazole, Namun, dalam kasus yang lebih serius, dokter akan meresepkan obat anti-jamur oral.

Cara mencegahnya

Greg Nelson, DMV, diplomat dari American Board of Veterinary Associates di Valley Stream, New York, mengatakan bahwa hal terbaik yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi kurap adalah dengan segera mencuci tangan setelah membelai hewan peliharaan. Lalu, pakailah sarung tangan ketika berkebun.

2. Penyakit Lyme

Hewan peliharaan tidak dapat menularkan penyakit Lyme kepada Anda secara langsung. Tetapi Anda bisa mendapatkannya dari kutu anjing atau kucing yang terkena Lyme. Ketika kutu tersebut menularkan bakteri yang menyebabkan penyakit Lyme kepada Anda, maka gejala yang akan timbul adalah demam, ruam merah di lokasi yang terkena kutu, sakit kepala, nyeri otot, atau nyeri sendi.  Jika  tidak diobati, Lyme akan berubah menjadi kondisi kronis dari waktu ke waktu yang menyebabkan terjadinya peradangan saraf dan jantung, perubahan mental, dan nyeri.

Cara mengatasinya

Usir kutu secepat yang Anda bisa untuk mengurangi kemungkinan infeksi. Buang kutu dengan membungkus mereka dengan tissue, lalu menempatkannya pada kantong plastik. Jangan pernah menghancurkan kutu, karena hal ini dapat melepas bakteri ke udara. Anda dapat menggunakan antibiotik (seperti amoxicillin dan tetracycline) selama 10-12 hari.

Cara mencegahnya

Hindari daerah yang dipenuhi dengan kutu, terutama di musim panas. Gunakan berbagai pencegahan kutu pada hewan Anda dan terapkan penangkal sarangga dengan DEET/diethyl-meta-toluamide (bahan aktif penolak serangga). Kenakan pakaian ringan yang menutupi kaki dan tangan ketika hiking.

3. Cacing pita

Kebanyakan infeksi cacing pita pada manusia timbul dari konsumsi daging yang telah terkontaminasi. Namun, anak-anak dapat terkena parasit cacing pita dari kucing dan anjing yang telah menelan kutu yang terinfeksi larva cacing pita. Ruas cacing pita dapat muncul dalam feses atau sekitar daerah anal pada hewan peliharaan atau manusia. Ruas ini akan terlihat sedikit seperti butir beras.

Cara mengatasinya

Anda dapat menggunakan obat-obatan anti-cacing, atau jika gejala makin parah seperti gangguan saluran pencernaan dan penurunan berat badan, Anda kemungkinan besar harus memakai obat-obatan oral.

Cara mencegahnya

Jaga hewan peliharaan Anda dari kutu dan jangan sekalipun menggigit kuku Anda, karena manusia dapat secara tidak sengaja menangkap kutu sehingga kutu menempel di kuku Anda.

4. Rabies

Biasanya, penyakit menakutkan ini ditemukan pada hewan liar yang terinfeksi seperti rakun, sigung, kelelawar, dan rubah. Dengan dibawa pada air liur, rabies dapat ditularkan pada anjing Anda ketika dia pergi keluar-masuk ke pergumulan hewan yang yang terinfeksi. Jika anjing Anda digigit oleh hewan yang terinfeksi, maka ia bisa mendapatkan rabies. Anda juga bisa terkena rabies jika hewan yang telah terinfeksi menggigit Anda.

Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention), gejala rabies mungkin sangat mirip dengan flu, yaitu tidak enak badan, demam, atau sakit kepala. Gejala-gejala ini dapat berlangsung selama berhari-hari. Ketika seseorang mengidap penyakit rabies, ia dapat mengalami delirium(bingung), perilaku abnormal, halusinasi, dan insomnia (sulit tidur). Periode akut penyakit biasanya berakhir setelah 2-10 hari. Jarang sekali ada orang yang dapat bertahan dari penyakit ini.

Cara mengatasinya

Jika Anda yakin bahwa Anda terkena gigitan hewan rabies, carilah bantuan medis segera. Dokter mungkin akan melakukan serangkaian suntikan pasca paparan untuk melindungi Anda dari virus. Hubungi dokter hewan segera jika hewan peliharaan Anda terkena rabies.  

Cara mencegahnya

Pencegahan dari penyakit ini yaitu termasuk pemberian kedua antibodi pasif, yaitu melalui suntikan human imunoglobulin dan suntikan vaksin rabies, kepada Anda dan keluarga Anda. Jangan lupa, jauhkan hewan peliharaan Anda dari binatang liar.

5. Cacing tambang dan cacing gelang

Kebanyakan anak anjing atau anak kucing lahir dengan memiliki cacing gelang, itulah sebabnya mereka harus secara rutin diperiksa dan diobati. Telur cacing dapat bertahan sekitar satu bulan di lingkungan yang lembap seperti pasir atau tanah yang biasa digunakan hewan untuk buang air. Jika Anda memegang pasir yang terinfeksi dan kemudian Anda tidak mencuci tangan, maka Anda dapat menelan telur cacing tersebut.

Cacing tambang pada anjing dan kucing biasanya disebabkan oleh parasit. Seseorang bisa terinfeksi jika larva cacing tambang pada tanah yang terkontaminasi menembus kulit. Inilah logika di balik larangan membawa anjing di pantai. Infeksi cacing tambang dapat menyebaban infeksi kulit yang menyakitkan dan gatal, atau gejala pada perut. Infeksi cacing gelang terkadang terjadi tanpa gejala, namun dapat merusak saraf atau mata pada beberapa orang.

Cara mengatasinya

Penyakit yang disebabkan oleh cacing gelang dapat diobati dengan obat anti-parasit seperti albendazole atau mebendazole. Infeksi cacing tambang biasanya akan sembuh sendiri, atau dengan pengobatan anti-parasit.

Cara mencegahnya

Jangan berjalan tanpa alas kaki atau berkebun dengan tangan kosong. Ajari anak untuk selalu mencuci tangan setelah menyentuh anjing atau kucing. Bawalah hewan peliharaan Anda ke dokter hewan untuk pengecekan.

6. Tokso

Tokso merupakan penyakit yang umum ditransfer dari kucing ke manusia. Kucing yang paling sering terinfeksi adalah kucing yang banyak mengonsumsi makanan mentah. Penyakit ini akan menjadi berbahaya ketika seorang wanita terinfeksi sebelum dan setelah hamil, karena hal itu akan mempengaruhi perkembangan dan penglihatan pada anak.

Tokso disebabkan oleh organisme protozoa yang dapat menyebabkan gejala seperti flu pada beberapa orang. Anda kemungkinan besar akan mendapatkan tokso dari makan yang mengandung daging atau dari kontak dengan kotoran hewan saat berkebun. Namun Anda juga bisa mendapatkannya dari kotoran kucing yang terkontaminasi.

Cara mengatasinya

Anda dapat pulih dengan obat-obatan seperti pyrimethamine, sulfadiazine, dan folinic acid.

Cara mencegahnya

Hindari kontak langsung dengan kitty litter atau dengan daerah yang mungkin terkontaminasi dengan kotoran kucing. Cuci tangan setelah kontak dengan kotoran. Jaga kuicng Anda di dalam ruangan untuk mengurangi risiko infeksi. Hindari memberi makan kucing daging mentah atau setengah matang.

7. Psittacosis

Ini adalah infeksi bakteri yang bisa Anda dapatkan dari bernapas dekat kotoran kering atau pada cairan saluran pernapasan dari unggas yang terinfeksi (burung beo, parkit, macaw, dan kakatua). Mungkin akan sulit untuk mendeteksi infeksi ini pada burung, karena mereka sering tidak memiliki gejala apapun, sehingga pencegahan juga akan lebih sulit dilakukan.

Gejala yang akan Anda dapatkan adalah demam, menggigil, nyeri otot, dan batuk kering.

Cara mengatasinya

Dokter biasanya akan memberikan Anda antibiotik seperti tetrasiklin atau doksisiklin.

Cara mencegahnya

Hati-hati saat membersihkan kandang burung supaya Anda tidak menerbangkan kotoran yang ada. Jika Anda membersihkan daerah yang tidak berventilasi, Anda dapat menggunakan masker. CDC merekomendasikan Anda untuk menggunakan sarung tangan ketika Anda menangani benda yang terkontaminasi dengan kotoran burung.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    9 Cara Lindungi Diri Jalankan Hobi di Luar Ruang saat Adaptasi Kebiasaan Baru

    PSBB memang mulai longgar, tetapi tetap ikuti tips lindungi diri di adaptasi kebiasaan baru agar terhindar dari COVID-19, Sobat Sehat!

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Konten Bersponsor
    lindungi diri di adaptasi kebiasaan baru
    Hidup Sehat, Tips Sehat 29/07/2020 . Waktu baca 5 menit

    Hati-hati Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan

    Sering disebut "obat dewa" karena bisa menyembuhan alergi, gatal-gatal, hingga flu, obat kortikosteroid juga bisa berbahaya jika dipakai berlebihan.

    Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
    Hidup Sehat, Tips Sehat 28/07/2020 . Waktu baca 4 menit

    Minum Madu Setelah Minum Obat, Boleh atau Tidak?

    Minum obat terus minum madu? Boleh atau tidak? Baiknya Anda simak penjelasan di sini mengenai bahaya dan anjuran saat minum madu.

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hidup Sehat, Tips Sehat, Fakta Unik 27/07/2020 . Waktu baca 3 menit

    Penyebab Demam Naik Turun Pada Bayi (dan Cara Mengatasinya)

    Semua orangtua mungkin panik dan takut menghadapi bayi demam naik turun. Sebenarnya apa yang menyebabkan bayi demam naik turun? Bagaimana mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Kesehatan Anak, Parenting 21/07/2020 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Konten Bersponsor
    menghadapi kecemasan di new normal

    Tips Menghadapi Kecemasan Kembali Beraktivitas di Era New Normal

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Dipublikasikan tanggal: 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit
    nutrisi untuk mencegah covid

    Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 30/07/2020 . Waktu baca 9 menit
    Konten Bersponsor

    8 Tips Lari di Luar Ruangan saat Masa New Normal

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Dipublikasikan tanggal: 29/07/2020 . Waktu baca 5 menit
    Konten Bersponsor
    persiapan saat new normal

    8 Hal yang Perlu Dipersiapkan Saat Keluar Rumah di Masa New Normal

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 29/07/2020 . Waktu baca 6 menit