Benarkah Yogurt Ampuh Mengatasi Depresi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 25/12/2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda pernah merasa sedih, cemas, kosong, tidak memiliki harapan, tidak berharga, merasa bersalah, sensitif, gelisah? Atau mungkin merasa hilang minat terhadap aktivitas yang biasa dilakukan, hilang nafsu makan, konsentrasi terganggu, sulit mengingat detil, dan sulit mengambil keputusan? Mungkin lebih parah lagi, apakah Anda memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup?

Kondisi ini menggambarkan salah satu gangguan mood yang saat ini semakin banyak kejadiannya, yaitu depresi. Depresi merupakan salah satu gangguan mental yang sering ditemui dan gejala yang ditimbulkan menyebabkan terjadinya gangguan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Menurut Riset Kesehatan Dasar Indonesia (Riskesdas) yang dikeluarkan oleh kementerian kesehatan Republik Indonesia tahun 2013, sekitar 6% dari penduduk Indonesia memiliki gejala depresi dan kecemasan.

Kenapa seseorang dapat terkena depresi?

Kebanyakan gangguan mental terjadi akibat adanya interaksi faktor biologis, psikis, dan sosial. Faktor biologis yang mempengaruhi yaitu adanya pengaruh genetik, di mana orang yang memiliki riwayat keluarga depresi, akan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami depresi.

Faktor psikis berkaitan dengan adanya gangguan pada mekanisme adaptasi, kepribadian dan kepercayaan. Faktor sosial berkaitan dengan prilaku atau kejadian di sekeliling, contohnya kehilangan orang yang dicintai, atau diberi perlakuan kasar. Faktor-faktor ini kemudian akan menimbulkan gangguan neurotransmitter, suatu substansi untuk komunikasi sel saraf, yang kemudian akan mengganggu pusat pengatur mood di otak.

Pada saat ini, depresi ditangani dengan kombinasi psikoterapi dan obat-obatan. Kombinasi dua terapi ini memberikan respons yang lebih baik dan bertahan lebih lama. Selain itu, terdapat beberapa makanan yang dikenal sebagai mood-boosting atau mood-stabilizing seperti yogurt, omega-3, gandum, kacang-kacangan, cokelat, sayur-sayuran, buah-buahan, dan telur.

Mengapa yogurt dapat memperbaiki gangguan mood?

Adanya perubahan bakteri baik di dalam usus diduga dapat menimbulkan kelainan metabolisme seseorang. Perubahan mikrobiota ini juga dikatakan dapat menimbulkan gangguan pada otak, salah satunya adalah munculnya gangguan mood.

Sebuah penelitian menunjukkan gejala depresi muncul setelah jumlah Lactobacillus (salah satu bakteri baik di usus) berkurang. Dengan perbaikan jumlah bakteri tersebut, gejala depresi hilang dan mood kembali menjadi normal.

Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang dimasukkan dalam jumlah tertentu untuk memberikan efek menguntungkan. Sehari-hari, probiotik umumnya ditambahkan ke dalam makanan, salah satu contohnya adalah yogurt.

Probiotik dalam yogurt mengurangi peradangan di dalam usus. Probiotik ini juga meningkatkan kadar asam amino triptofan yang penting dalam pembentukan neurotransmitter serotonin. Melalui mekanisme ini, gejala mood depresi dapat diperbaiki.

Beberapa penelitian sudah menunjukkan terdapat perbaikan gejala gangguan mood pada kelompok yang diberikan yogurt secara rutin.  Pada kelompok yang mengonsumsi yogurt, kemampuan untuk menghadapi rasa sedih menjadi lebih baik dan pikiran depresi berkurang. Konsumsi yogurt secara rutin satu hari sekali juga dapat mencegah atau membatasi gejala depresi ringan sampai sedang.

Tentu saja yogurt yang dimakan pun bukan sembarang yogurt karena tidak semua yogurt memiliki probiotik. Yang baik adalah meminum yogurt yang masih mengandung Lactobacillus aktif. Walaupun begitu, psikoterapi dan terapi dengan obat-obatan juga mungkin tetap perlu diberikan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Dua Resep Sorbet, Camilan Segar Sehat yang Mudah Dibuat

Doyan camilan dingin yang manis, tapi takut gemuk kalau keseringan makan es krim? Sudahkah Anda mencoba sorbet? Anda bisa membuatnya sendiri di rumah, lho!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Cara Membedakan Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

Setiap orang pernah mengalami stres. Tapi tidak semua orang mengalami depresi atau gangguan kecemasan. Lalu, apa bedanya stres dan depresi serta kecemasan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Psikologi 09/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Suka Makan Greek Yogurt? 6 Kebaikan Ini yang Akan Anda Dapatkan

Sama seperti jenis yogurt lainnya, beragam manfaat greek yogurt bisa Anda peroleh bila rutin mengonsumsinya. Bahkan dalam komposisi yang lebih banyak, lho!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Saat Teman Sedang Sedih dan Berduka, Lakukan 4 Hal Ini

Melihat teman yang sedang dilanda rasa sedih dan berduka, pasti membuat Anda juga sedih. Lantas, apa yang harus Anda lakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Psikologi 27/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sumber stres dalam pernikahan

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
pro kontra antidepresan

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit
frozen yogurt vs es krim sehat mana

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit