3 Alasan Kenapa Sebaiknya Jangan Beli Buah yang Sudah Dipotong

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13/07/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Saat Anda pergi ke supermarket, sekarang ini banyak Anda temukan sayuran dan buah-buahan yang sudah dipotong-potong. Sayuran sudah dikelompokkan sehingga memudahkan Anda dalam memasak sayur, seperti sayur sop, sayur asem, sayur lodeh, dan lainnya. Buah juga sudah dipotong-potong kecil, sehingga Anda hanya tinggal memakannya. Tentu, ini sangat memudahkan Anda di tengah kegiatan Anda yang sangat banyak. Namun, apakah sayur dan buah yang sudah dipotong di supermarket masih baik untuk dibeli?

Apakah sayur dan buah yang sudah dipotong masih baik untuk dibeli?

Banyak supermarket menawarkan sayuran dan buah-buahan yang sudah dipotong-potong untuk memudahkan Anda. Di satu sisi, ini memang memudahkan pekerjaan Anda, namun di sisi lain sayur dan buah yang sudah dipotong tentu mempunyai kualitas yang berbeda dengan yang belum dipotong. Berikut ini merupakan beberapa alasan mengapa sayur dan buah yang sudah dipotong tidak sebaik sayur dan buah yang belum dipotong.

1. Sudah tidak segar

Kesegaran sayur dan buah yang sudah dipotong dan belum dipotong tentu berbeda. Pemotongan sayuran dan buah-buahan dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel dalam sayur dan buah. Sehingga, hal ini dapat mengakibatkan terjadinya perubahan warna, rasa, tekstur, dan kelembaban sayur dan buah. Kandungan air dalam sayur dan buah yang sudah dipotong tentu bisa menguap, sehingga akan mengurangi kelembabannya. Hal ini juga dapat mengurangi umur simpan sayur dan buah.

Wortel yang sudah dipotong kecil-kecil tentu tidak bisa disimpan dalam waktu yang lama dibandingkan dengan wortel yang sudah dipotong. Kentang yang sudah dipotong juga bisa mengalami perubahan warna  menjadi kecokelatan. Dan, perubahan lainnya yang bisa terjadi.

2. Kandungan gizinya sudah sedikit hilang

Pemotongan sayur dan buah juga dapat menghilangkan sedikit kandungan gizinya. Kehilangan kandungan air setelah pemotongan dapat mengganggu keseimbangan asam atau basa dalam beberapa sayuran dan buah, sehingga bisa menghilangkan kandungan nutrisinya. Beberapa vitamin dan mineral yang tidak tahan panas juga bisa menguap setelah sayur dan buah dipotong, seperti vitamin C.

3. Berisiko terkena kontaminasi

Sayur dan buah yang telah dipotong tentu menyimpan mikroorganisme dalam jumlah lebih tinggi dibandingkan dengan sayuran dan buah yang masih utuh. Pemotongan sayur dan buah serta suhu selama penyimpanan dapat menyebabkan jumlah mikroorganisme aerobik mesofilik meningkat. Walaupun sayur dan buah yang sudah dipotong ditempatkan dalam wadah yang kedap udara, namun proses selama pemotongan dapat meningkatkan jumlah mikroorganisme yang terkandung di dalamnya.

Proses pemotongan dengan pisau, penempatan sayur dan buah dalam wadah, kontak sayur dan buah dengan tangan yang menangani, dan proses lainnya tentu meningkatkan risiko sayur dan buah untuk terpapar mikroorganisme. Mikroorganisme dalam sayur dan buah ini dapat mengubah warna, rasa, dan tekstur sayur dan buah.

Saran

Membeli sayur dan buah yang sudah dipotong memang dapat memudahkan Anda dalam mengolah atau memakannya. Namun, pemotongan dapat menurunkan kualitas sayur dan buah. Untuk itu, sebaiknya belilah sayuran dan buah-buahan secara utuh dan kemudian Anda bisa mengupas atau memotongnya di rumah. Membeli sayuran dan buah-buahan yang utuh juga dapat memberikan Anda kebebasan kapan Anda ingin menggunakannya karena umur simpannya lebih lama.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Yuk, Cegah Dehidrasi Dengan Konsumsi 11 Sayur dan Buah Ini

Mencegah dehidrasi bukan hanya dengan memperbanyak minum air, tetapi juga bisa dengan mengonsumsi sayur dan buah. Berikut daftar buah dan sayurnya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 18/01/2018 . Waktu baca 6 menit

10 Jenis Makanan Lezat yang Kaya Vitamin E

Vitamin E mengurangi resiko berbagai penyakit kanker, stroke, dan penyakit jantung. Ingin tahu apa saja makanan kaya vitamin E? Yuk, simak ulasan berikut!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 11/11/2017 . Waktu baca 3 menit

Polifenol, Senyawa Alami Dalam Sayur dan Buah yang Punya Segudang Manfaat

Orang yang tak suka makan sayur dan buah melewatkan banyak manfaat. Kandungan polifenol di dalamnya punya banyak khasiat, lho. Apa saja manfaat polifenol?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Nutrisi, Hidup Sehat 29/08/2017 . Waktu baca 4 menit

Bahaya Radikal Bebas di Sekitar Kita dan Cara Mencegahnya

Radikal bebas dikenal berbahaya dan dapat menyebabkan penyakit. Tapi, tahukah Anda apa saja bahaya radikal bebas bagi tubuh dan mengapa bisa berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/05/2017 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat buah ceri

5 Manfaat Buah Ceri yang Tidak Anda Duga Sebelumnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2018 . Waktu baca 4 menit
resep sayur asparagus

4 Resep Asparagus yang Nikmat dan Mudah Dibuat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 28/06/2018 . Waktu baca 5 menit
manfaat asparagus

6 Khasiat Baik Asparagus Bagi Kesehatan Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2018 . Waktu baca 5 menit
rekomendasi makanan untuk hepatitis

3 Jenis Makanan yang Wajib Ada Setiap Hari untuk Pengidap Hepatitis C

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2018 . Waktu baca 3 menit