Ini 4 Risiko yang Mungkin Terjadi Akibat Hobi Mencabut Bulu Ketiak

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bagi wanita, mencabut bulu ketiak merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan bulu-bulu halus yang mengganggu penampilan. Dengan hanya berbekal pinset, mata yang jeli, kaca, dan ditambah pencahayaan yang bagus nyatanya bisa membasmi bulu ketiak Anda dengan leluasa dan murah pula.

Nah, berhubung semua yang sifatnya “dicabut” itu sakit, begitu juga sama halnya dengan si bulu ketiak Anda. Lalu, selain sakit, ada tidak bahaya lain akibat mencabut bulu ketiak? Pastinya ada. Yuk, simak beberapa penjelasan di bawah ini.

Kenapa mencabut bulu ketiak tak baik bagi kulit?

Mencabut atau memetik bulu adalah suatu proses menghilangkan rambut dari akarnya di bawah permukaan kulit. Bulu ketiak sebenarnya berfungsi untuk melindungi kulit dari kotoran, bakteri, dan racun yang dapat masuk ke dalam tubuh. Efek buruk dari mencabut bulu ketiak, tanpa Anda sadari akan menyebabkan luka ringan (tak kasat mata) dan pori-pori kulit di ketiak membesar. Luka yang tidak terlihat itulah yang akan memfasilitasi masuknya bakteri yang berpotensi akan menyebabkan infeksi dan penyakit di kemudian hari.

Untuk menghindari efek samping mencabut bulu ketiak, Anda lebih baik mencukur rambut ketiak secara teratur. Hal ini jelas lebih aman daripada mencabut bulu ketiak, sehingga dapat mengurangi risiko cedera dan pori-pori membesar sekitar area ketiak Anda.

Bahaya yang didapat jika mencabut bulu ketiak

1. Rasa sakit dan kulit ketiak jadi iritasi

Mencabut bulu halus dari akar satu persatu bukanlah hal yang mudah. Bagi wanita yang belum pernah, atau jarang mencabut bulu, Anda akan merasakan rasa sakit yang menyengat. Anda bisa membandingkan mencabut bulu ketiak dengan sengatan lebah, sama sakitnya. Selain rasa sakit tersebut, mencabut bulu ketiak dapat menyebabkan iritasi dan kemerahan pada kulit sekitarnya.

Memang hanya sekedar merah dan akan hilang dalam beberapa hari, tapi tahukah itu juga disebut luka tak kasat mata? Lalu dari luka tersebut, Anda akan tetap memakai deodoran, sabun, lotion atau bedak lain yang mana bahan kimia berbahaya langsung masuk ke dalam pori-pori kulit dan terserap oleh tubuh.

2. Bulu ketiak Anda jadi tumbuh ke dalam, bukan keluar

Bahaya mencabut bulu pada ketiak nyatanya juga dapat mengakibatkan ingrown hair atau rambut tumbuh ke dalam, di mana rambut yang tumbuh ke dalam akan menimbulkan kerusakan pada lesi kulit. Akibatnya ketiak Anda akan merah, bengkak, gatal dan bahkan infeksi.

3. Terkena folikulitis

Bulu ketiak yang suka dicabut itu bisa menyebabkan folikulitis, lho. Apa itu folikulitis? Pada kulit manusia terdapat tempat tumbuh bulu atau rambut halus, namanya folikel. Folikel ini akan meradang kalau bulu atau rambut halus dicabut secara paksa. Akhirnya folikel ini akan berubah menjadi titik-titik kecil putih menggelembung berisi pembuluh darah yang mati, rasanya gatal dan nyeri.

Bahaya yang paling parahnya adalah jika sampai ketiak Anda terinfeksi.

4. Hiperpigmentasi, alias kulit ketiak menghitam

Efek samping sangat tidak menyenangkan dari mencabut bulu ketiak adalah terjadinya hiperpigmentasi. Hiperpigmentasi adalah penggelapan kulit disekitar area yang terinfeksi. Hal ini disebabkan ketika melanin di kulit terkena peradangan, apalagi jika Anda terus menerus mencabut bulu ketiak Anda. Maka dipastikan warna ketiak Anda akan menghitam, menjadi tidak sedap dipandang.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Flat Foot (Telapak Kaki Datar)

Normalnya, bagian tengah telapak kaki akan berlekuk. Namun, orang-orang penderita flat feet memiliki telapak kaki datar. Apa efeknya pada kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

5 Fakta Menarik Seputar Sarapan Bubur Ayam

Sarapan bubur ayam ternyata rendah kalori, namun bikin Anda cepat lapar lagi. Yuk, perhatikan beragam fakta lainnya soal bubur bagi kesehatan berikut ini.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Tips Mengendalikan Mood Swing Saat PMS

Sebentar marah, sebentar bahagia. Wanita mana yang tidak familiar dengan gejala PMS yang satu ini. Simak cara mengatasi mood swing saat menstruasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Hidup Sehat, Tips Sehat 30 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Ciri-ciri Infeksi Jamur di Mulut Anda

Infeksi jamur di mulut biasa disebut juga oral thrush atau kandidiasis. Simak penyebab, tanda dan gejala, serta cara pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 30 November 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cepat turun berat badan pagi hari

7 Kebiasaan di Pagi Hari yang Bikin Cepat Turun Berat Badan

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
berapa banyak makan nasi saat sarapan

Seberapa Banyak Harusnya Porsi Makan Nasi Saat Sarapan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
krim perontok bulu

Menggunakan Krim untuk Menghilangkan Bulu, Amankah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
tekanan darah normal berdasarkan usiaasarkan usia

Apa Perbedaan Tekanan Darah di Pagi, Siang, dan Malam Hari?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit