Lansia Juga Butuh Asuransi Kesehatan, 4 Hal Ini yang Mesti Dipertimbangkan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Semakin bertambahnya usia, risiko sakit pun menjadi semakin besar. Yang dulunya segar bugar, makin bertambah usia semakin mudah terserang penyakit.  Maka itu, persiapan memasuki hari tua sangatlah diperlukan, termasuk memiliki asuransi kesehatan untuk lansia. Tak mudah memilih dan mengajukan asuransi kesehatan untuk lansia. Supaya tak salah pilih, simak informasi berikut ini.

Apakah ada asuransi kesehatan untuk lansia?

ditanggung bpjs kesehatan asuransi lansia

Biasanya, setiap lansia sudah memiliki asuransi kesehatan dari pemerintah, yaitu BPJS kesehatan. Akan tetapi, jika Anda merasa masih kurang dengan fasilitas yang didapatkan, Anda juga bisa mengajukan asuransi swasta.

Pada dasarnya, tidak semua produk asuransi kesehatan swasta itu berlaku untuk lansia atau mereka yang berusia 50 tahun. Kebanyakan asuransi memberikan batas minimal hanya 50 tahun untuk mendapatkan fasilitas asuransi.

Namun, tenang saja, di beberapa perusahaan asuransi biasanya ada produk khusus untuk lansia atau manula. Dari produk inilah diharapkan masalah kesehatan di hari tua bisa diatur dengan baik.

Dengan begitu, para lansia tetap mendapatkan pelayanan kesehatan di masa tua dengan terjamin dan para lansia tidak perlu membayar pengobatan dengan harga selangit di rumah sakit.

Biasanya dengan asuransi swasta terdapat 2 jenis asuransi kesehatan untuk lansia. Jenis asuransi stand-alone, yang bisa sering disebut sebagai asuransi kesehatan murni. Ada juga asuransi unit-link atau rider yang bisa mendapatkan manfaat tambahan dalam bentuk perlindungan kesehatan lainnya.

Apa saja yang harus dipertimbangkan saat memilih asuransi untuk lansia?

ciri-ciri diabetes

Perhatikan berapa batasan usia memiliki produk asuransi tersebut

Tiap perusahaan asuransi memiliki aturan yang berbeda-beda tentang layanan yang diberikan.

Secara umum, perusahan asuransi memiliki batasan pembiayaan asuransi pada usia 50-70 tahun. Oleh karena itu, selalu pastikan sampai batas usia berapa produk asuransi yang Anda pilih.

Meskipun asuransi itu khusus untuk lansia, tetapi pasti tetap ada batasan yang diberikan dari penyedia asuransi.

Sesuaikan asuransi dengan kondisi kesehatan

Semakin tua, tubuh akan semakin rentan terhadap berbagai penyakit. Baik penyakit menular, maupun tidak menular. Seperti yang sering Anda dengar adanya “penyakit orang tua”, ini menandakan bahwa di saat memasuki usia lansia, ada beberapa masalah kesehatan yang pasti menghampiri Anda.

Oleh karena itu, sebelum mengajukan asuransi untuk lansia, sebaiknya Anda mengetahui dulu kondisi kesehatan secara utuh dan menyeluruh dengan MCU. Dari hasil MCU yang diperoleh, maka Anda bisa tahu produk asuransi mana yang paling pas dengan Anda.

Pilih asuransi yang bisa menunjang pengobatan penyakit kronis

Penyakit kronis antara lain seperti stroke, gagal ginjal, kanker, penyakit jantung koroner yang berisiko terjadi pada lansia ini tidak menghabiskan biaya sedikit. Sedangkan semakin tinggi usia, maka akan memiliki risiko yang semakin tinggi bisa mengalami penyakit seperti ini.

Sayangnya, tidak semua asuransi mau memberikan perlindungan lengkap terhadap kejadian penyakit kronis.

Sebelum Anda menentukan produk asuransi mana, pastikan dahulu, apakah asuransi tersebut akan membiayai penyakit kronis yang biasanya terjadi pada lansia atau tidak.

Terkadang, beberapa asuransi hanya akan membiayai pengobatan penyakit kronis jika baru memasuki stadium awal. Namun, lagi-lagi peraturan setiap asuransi berbeda, jadi pastikan Anda tahu ketentuan yang ada sebelum memilih asuransi tersebut.

Perhatikan soal riwayat penyakit (pre-existing condition)

Pre-existing condition adalah istilah dalam polis asuransi kesehatan yang artinya keadaan yang sudah ada sebelumnya. Segala penyakit atau kondisi yang sudah terjadi sebelumnya, dan dari waktu yang sudah disepakati ternyata terjadi lagi makan ini tidak akan dibiayai. Kecuali, Anda sakit karena penyakit atau kondisi lainnya.

Contoh, seseorang  yang punya riwayat penyakit jantung koroner, memilih untuk menggunakan asuransi kesehatan dengan waktu tunggu selama 24 bulan. Nah, jika dalam jangka waktu tersebut ia penyakit jantung koronernya kambuh, maka asuransi biasanya tidak akan menanggung pengobatannya.

Kecuali ia mengalami penyakit lain yang tak berhubungan dengan penyakit jantung koroner yang pernah diderita, pihak asuransi tetap akan membantu menanggung pengobatannya.

Nah, peraturan ini harus sangat diperhatikan di dalam polis asuransi kesehatan lansia. Sebab, lansia memiliki risiko lebih sering mengalami penyakit berulang atau kambuh, yang bisa terjadi kurang dari waktu tunggu. Anda harus memahami dengan baik bagaimana kebijakan produk asuransi yang akan Anda pilih untuk lansia.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca