Akibat Kurang Tidur Terhadap Kesehatan Mental

Oleh

Begadang atau tidur larut malam sudah bukan lagi pemandangan aneh. Semua orang pernah begadang. Entah itu demi menyelesaikan tugas kantor atau sekolah, menonton pertandingan sepak bola tim kesayangan, atau karena insomnia. Tapi awas. Akibat kurang tidur tidak hanya membuat Anda jadi mengantuk sepanjang hari, namun juga bisa menumpulkan fungsi otak untuk beraktivitas yang memicu munculnya masalah kesehatan mental. Nah, lho!

Yang terjadi pada otak akibat kurang tidur

Kesehatan mental setiap orang sangat bergantung pada bagaimana otak memproses informasi. Namun jika dikaitkan dengan waktu tidur, keduanya memiliki hubungan yang kompleks karena saling memengaruhi satu sama lain.

Akibat kurang tidur gara-gara insomnia misalnya, dapat memperburuk kesehatan mental seseorang, tetapi di sisi lain gangguan kesehatan mental seperti stress saja sudah dapat berkontribusi terhadap munculnya insomnia.

Stress itu sendiri merupakan gangguan emosi yang paling umum terjadi sebagai akibat kurang tidur. Professor Matt Walker dikutip dari Telegraph, menjelaskan bahwa saat kekurangan waktu tidur bagian otak yang bernama amygdala mengalami peningkatan aktivitas hingga sekitar 60 persen.

Amigdala yang terlalu aktif menyebabkan penurunan kemampuan otak dalam mengendalikan emosi. Profesor Walker juga percaya bahwa perkembangan gangguan mental pada banyak orang bersumber dari akumulasi gangguan tidur.

Kurang tidur juga berdampak terhadap fungsi otak

Dampak kekurangan waktu tidur pada umumnya tidak langsung dirasakan dan akan mulai muncul jika otak sudah tidak lagi mampu menoleransi miskinnya waktu istirahat. Anda disebut kurang tidur jika lama tidur malam Anda kurang dari enam jam. Namun demikian, dampak dari kurangnya porsi tidur bervariasi bagi setiap orang, tergantung pada tingkat aktivitas dan kondisi kesehatan tubuh masing-masing.

Beberapa hal berikut merupakan hal yang mungkin terjadi pada otak Anda akibat kurang tidur:

  • Otak bekerja lebih keras – penyebab utama hal ini karena otak terus menerima sinyal rasa mengantuk sehingga tidak dapat bekerja secara efisien. Suatu studi pencitraan otak menemukan bahwa otak pada seseorang yang mengantuk mengalami peningkatan aktivitas untuk memompa energi menuju bagian korteks prefrontal untuk menyeimbangkan kecukupan energi otak.
  • Pikiran berkabut – dikenal dengan istilah brain fog. Ini merupakan istilah yang menggambarkan gangguan otak untuk berkoordinasi. Pikiran yang berkabut menyulitkan Anda untuk berkonsentrasi, memusatkan perhatian, dan mengambil keputusan. Hal serupa dapat dialami saat seseorang mengalami kelelahan, namun dampak saat kekurangan waktu tidur dapat menjadi lebih serius.
  • Sulit mengingat – hal ini terjadi pada memori jangka panjang maupun jangka pendek. Memori jangka panjang diperlukan untuk merekam informasi penting yang perlu kita ingat sepanjang waktu, dan proses ini terjadi saat kita tidur. Kekurangan waktu tidur akan mengganggu proses penyimpanan informasi, sehingga kita menjadi lebih sulit mengingat atau memelajari hal baru. Sedangkan memori jangka pendek diperlukan untuk melakukan hal kompleks seperti berhitung atau mengingat rangkaian suatu hal. Menggunakan memori jangka pendek memerlukan konsentrasi, yang justru menurun jika Anda kurang tidur
  • Sulit menghilangkan kebiasaan – Mengantuk juga menurunkan kemampuan otak untuk mengendalikan perilaku, karena mengalami penurunan kendali dan kemampuan membuat rencana. Sehingga dalam memunculkan suatu perilaku, otak akan lebih mudah menggunakan pola yang sudah ada yaitu kebiasaan. Itulah sebabnya menghilangkan kebiasaan buruk akan lebih sulit jika Anda mengantuk karena otak akan cenderung mengulang perilaku yang sama pada situasi yang sama.

Kekurangan waktu tidur juga dapat berkontribusi pada munculnya gangguan kesehatan mental, dan kurang tidur pun dapat semakin memperparah gangguan kesehatan mental yang sudah ada sebelumnya.

Masalah kesehatan mental yang mungkin muncul akibat kurang tidur

Berikut beberapa gangguan kesehatan mental yang berkaitan dengan kurangnya waktu tidur:

Depresi

Depresi bisa muncul sebagai akibat kurang tidue, dan bisa bertambah parah jika Anda sudah memiliki kondisi ini sebelumnya. Sebabnya, depresi juga menyebabkan insomnia. Perbaikan waktu tidur adalah langkah penting dalam mengelola depresi karena penderita depresi juga akan lebih sulit sembuh jika mengalami gangguan tidur.

ADHD

ADHD, alias gangguan hiperaktivitas dan defisit atensi, dapat terjadi pada orang dewasa dan anak-anak. Kurang tidur dan ADHD memiliki gejala yang mirip, dan seringkali terjadi di saat bersamaan, seperti hiperaktif dan rasa mengantuk pada siang hari, sulit memperhatikan dan kondisi emosi yang labil.

Gangguan bipolar

Gangguan bipolar bisa menjadi kondisi gangguan mental yang Anda idap akibat kurang tidur. Kurang tidur dapat memperburuk episode fase mania, dan menyebabkan kelelahan ekstrim yang memicu durasi tidur yang terlalu lama selama fase depresi.

Gangguan kecemasan

Gangguan kecemasan merupakan salah satu penyebab berkurangnya waktu tidur yang juga berkontribusi munculnya gangguan tidur, seperti serangan panik dan mimpi buruk. Akibat kurang tidur pada penderita gangguan kecemasan akan memicu tumpulnya pengendalian emosi.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca