Nama Generik: Balsam Peru Reviews:

Manfaat

Untuk apa balsam peru?

Balsam Peru dalam bentuk supositoria digunakan untuk mengobati wasir. Meskipun terdapat masalah keamanan serius, orang menggunakan balsam Peru untuk mengobati kanker, meningkatkan produksi urin (sebagai diuretik), dan mengusir cacing usus.

Tanaman ini digunakan secara internal untuk mengobati batuk, bronkitis, pilek, luka bakar, demam, menurunkan kekebalan, dan parasit (scabies).

Balsam Peru juga diminum langsung sebagai diuretik dan untuk mengusir cacing. Biasanya digunakan untuk menyembuhkan luka, meningkatkan sirkulasi lokal, meringankan keluhan sendi dan rematik, dan mengobati soket kering dalam kedokteran gigi.

Bagaimana cara kerjanya?

Karena merupakan oleoresin dan cenderung menjadi ramuan penghangat, balsam Peru digunakan untuk meningkatkan sirkulasi dan mengurangi sumbatan. Belum ada studi yang mencukupi tentang bagaimana suplemen herbal ini bekerja. Silakan berdiskusi dengan ahli herbal atau dokter untuk informasi lebih lanjut. Namun, ada beberapa penelitian yang menunjukkan balsam Peru dapat digunakan untuk meningkatkan sirkulasi dan mengurangi sumbatan.

Dosis

Informasi yang disediakan di bawah ini bukanlah pengganti rekomendasi medis. Selalu konsultasikan dengan herbalis atau dokter Anda sebelum mengonsumsi obat ini.

Berapa dosis yang biasa digunakan untuk balsam peru untuk orang dewasa?

Balsam Peru telah digunakan secara langsung sebagai formulasi 5% sampai 20% untuk luka dan luka bakar. Namun, tidak ada studi klinis terbaru untuk mendukung dosis yang tepat.

Dosis untuk suplemen herbal ini mungkin berbeda untuk setiap pasien. Dosis yang dipakai tergantung pada usia Anda, kesehatan, dan beberapa kondisi lain. Suplemen herbal tidak selalu aman. Silakan berdiskusi dengan ahli herbal atau dokter untuk dosis yang tepat bagi Anda.

Dalam bentuk apa saja balsam peru tersedia?

Suplemen herbal ini mungkin tersedia dalam bentuk berikut:

  • krim
  • produk-produk kesehatan wanita
  • lotion
  • salep
  • shampo
  • supositoria
  • produk komersial lainnya

Efek Samping

Apa efek samping yang dapat ditimbulkan oleh balsam peru?

Balsam Peru dapat menyebabkan beberapa efek samping yang beberapa di antaranya bahkan bisa mematikan:

  • dermatitis kontak, dermatitis cahaya
  • keberadaan albumin dalam urin (Albuminuria), radang pelvis ginjal (Ginjal), nekrosis ginjal.

 

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak tercantum di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang efek samping, silakan berkonsultasi dengan ahli herbal atau dokter.

 

Keamanan

Apa yang harus saya ketahui sebelum mengonsumsi balsam peru?

Anda harus memeriksa kondisi dermatitis kontak dan dermatitis cahaya setelah penggunaan jangka panjang. Hentikan penggunaan ramuan ini jika timbul reaksi alergi.

Anda harus tahu bagaimana menggunakan balsam Peru. Ramuan ini dapat digunakan hanya jika di bawah arahan seorang ahli herbal yang terpercaya.

Gunakan secara topikal tidak lebih dari 7 hari. Orang dengan gangguan ginjal atau penyakit febrile harus menghindari penggunaan balsam Peru.

Regulasi yang mengatur penggunaan suplemen herbal tidak terlalu ketat dibandingkan dengan peraturan penggunaan obat. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menentukan keamanannya. Sebelum menggunakan suplemen herbal, pastikan manfaatnya lebih banyak dibandingkan dengan risikonya. Konsultasilah dengan ahli herbal dan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Seberapa amankah balsam peru?

Untuk wanita hamil dan menyusui, belum ada pengetahuan yang mencukupi tentang penggunaan Peru balsam selama kehamilan. Tetap supaya aman, hindari penggunaan balsam Peru pada kulit selama menyusui. Jika sampai terkena payudara, mungkin dapat meracuni bayi yang disusui.

Interaksi

Interaksi seperti apakah yang mungkin terjadi ketika saya mengonsumsi balsam peru?

Suplemen herbal ini dapat berpengaruh dengan obat Anda saat ini atau kondisi medis tertentu. Konsultasikan dengan ahli herbal atau dokter sebelum menggunakannya.
Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: January 20, 2017 | Terakhir Diedit: January 20, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan