Panduan Sahur untuk Penderita Penyakit Autoimun

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23/04/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Penyakit autoimun tidak harus jadi penghalang untuk berpuasa. Anda tentu perlu lebih cermat memilih hidangan untuk sahur dan berbuka, mengingat beberapa jenis makanan dapat memperparah gejala penyakit autoimun. Namun, Anda tidak perlu cemas. Ada banyak makanan yang aman untuk Anda konsumsi selama menjalani ibadah ini.

Penyakit autoimun terjadi saat sistem kekebalan tubuh keliru menyerang jaringan tubuh yang sehat. Organ tubuh pun mengalami peradangan atau kerusakan. Contoh penyakit autoimun antara lain rematik, psoriasis, dan lupus. Meski tidak menyembuhkan, pola makan berperan penting dalam menjaga kesehatan penderita penyakit autoimun.

Tips sahur sehat untuk penderita penyakit autoimun

menu sahur

Waktu sahur sangat penting karena saat menjalani puasa, Anda tidak makan apa pun selama belasan jam. Asupan nutrisi Anda hanya bergantung dari makanan ketika sahur, setidaknya hingga nanti tiba waktunya berbuka puasa.

Selain itu, apa yang Anda makan saat sahur juga dapat membantu meringankan gejala penyakit atau malah membuatnya bertambah parah. Agar ibadah puasa terasa nyaman, Anda bisa mengikuti panduan sahur untuk penderita penyakit autoimun berikut ini:

1. Mengonsumsi makanan yang disarankan

Penderita penyakit autoimun disarankan memperbanyak konsumsi makanan alami, khususnya daging, makanan laut yang segar, serta sayuran. Berikut jenis makanan yang sebaiknya ada dalam menu sahur Anda:

  • Segala jenis sayuran kecuali yang mengandung solanin, seperti tomat, paprika, kentang, dan terung.
  • Makanan laut seperti udang, salmon, kakap, dan kerang-kerangan.
  • Makanan fermentasi seperti acar, kimchi, kefir, dan kombucha.
  • Daging rendah lemak dan hati.
  • Minyak kelapa, minyak zaitun, dan minyak alpukat.
  • Bumbu dan rempah-rempah.

Buah termasuk makanan sehat yang untuk sahur, tapi buah mengandung fruktosa yang harus dihindari penderita penyakit autoimun. Apabila Anda ingin makan buah saat sahur, batasi agar tidak melebihi dua potong sedang dalam sekali makan.

2. Menghindari pantangan makan

Beberapa jenis makanan yang menyehatkan sekalipun bisa memperparah peradangan pada tubuh penderita penyakit autoimun. Akibatnya, gejala penyakit juga bertambah buruk.

Oleh sebab itu, pastikan Anda menghindari bahan makanan berikut saat makan sahur:

  • Sayuran mengandung solanin seperti tomat, paprika, kentang, dan terung.
  • Legum, termasuk kacang polong, kacang kedelai, dan kacang tanah.
  • Minyak sayur dan minyak kanola.
  • Produk olahan, kemasan, dan kalengan.
  • Telur.
  • Gula kristal putih dan pemanis tambahan atau buatan.
  • Makanan yang mengandung kopi.

Jenis makanan selain yang disebutkan di atas mungkin bisa memperparah gejala pada beberapa penderita. Jika gejala bertambah parah setelah Anda makan makanan tertentu, batasi bahan makanan tersebut atau hindari sama sekali.

3. Minum obat ketika sahur

Sahur adalah waktu yang tepat bagi penderita penyakit autoimun untuk minum obat. Namun, jangan mengubah atau menambah dosis obat yang diminum saat sahur kecuali Anda sudah berkonsultasi dengan dokter sebelumnya.

Penderita penyakit autoimun terkadang perlu meminum kombinasi beberapa obat, baik dalam bentuk tablet, kapsul, cair, ataupun suntikan. Pastikan Anda meminumnya sesuai anjuran dokter untuk menghindari gejala saat berpuasa.

Hindari pula meminum obat antiradang dari golongan nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID) saat sahur. Obat dalam golongan ini antara lain ibuprofen, aspirin, dan naproxen sodium. Obat NSAID justru dapat memperparah gejala penyakit autoimun.

4. Minum cukup air

Kurangnya asupan cairan saat sahur bisa menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi membuat Anda mudah merasa lemas dan pusing, serta mengganggu fungsi normal sel-sel tubuh. Padahal, sel tubuh sudah bekerja keras di tengah gempuran sistem kekebalan tubuh.

Penuhi kebutuhan cairan tubuh Anda dengan minum cukup air ketika sahur. Tiap orang rata-rata membutuhkan dua liter air dalam sehari. Selama bulan puasa, Anda bisa membaginya ke dalam delapan gelas saat sahur, berbuka puasa, dan malam hari.

Minumlah satu gelas air sebelum sahur, lalu minum lagi dua gelas air setelah selesai makan sahur sehingga Anda memperoleh tiga gelas. Minumlah tiga gelas air lagi nanti saat berbuka puasa, serta dua lagi pada malam hari.

Berpuasa menjadi tantangan tersendiri bila Anda menderita penyakit autoimun. Walau demikian, asalkan dengan makan makanan yang tepat saat sahur, penderita penyakit autoimun bisa tetap berpuasa untuk memperoleh manfaatnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Tips Agar Tetap Bugar saat Puasa Selama di Rumah Saja

Walaupun berkegiatan di rumah, tubuh harus dijaga agar tetap bugar. Puasa lancar selama di rumah saja, tentu bisa dilakukan dengan melakukan tips sehat ini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Hidup Sehat, Tips Sehat 21/05/2020 . 4 mins read

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Penyebab mulut terasa pahit saat puasa biasanya tidak berbahaya. Bisa jadi, mulut terasa pahit karena Anda lalai melakukan hal yang satu ini! Apa ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020 . 3 mins read

Bolehkah Melakukan Suntik KB Saat Puasa?

Jika jadwal suntik KB Anda bertepatan pada bulan puasa, mungkin Anda bertanya-tanya, apakah aman menjalani suntik KB saat puasa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020 . 3 mins read

7 Tips Sehat Menjalani Puasa Saat Radang Tenggorokan

Saat puasa, daya tahan tubuh bisa turun. Anda pun jadi rentan kena radang tenggorokan. Nah, ini dia caranya agar tetap lancar puasa saat radang tenggorokan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020 . 4 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

mitos skleroderma adalah

Mitos dan Fakta Seputar Skleroderma yang Perlu Diungkap Kebenarannya

Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . 8 mins read
persiapan puasa untuk lansia

3 Hal yang Harus Diperhatikan Lansia Saat Sahur dan Berbuka Puasa

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020 . 6 mins read
NSAID untuk autoimun

Apakah Obat-obatan NSAID Bisa Digunakan untuk Penyakit Autoimun?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 03/06/2020 . 5 mins read
olahraga bersama anak saat puasa

3 Olahraga yang Bisa Dilakukan Bersama Anak di Rumah Saat Puasa

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020 . 5 mins read