Hal yang Perlu Diperhatikan Pasien Anemia Saat Puasa Ramadan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24/04/2020 . 3 menit baca
Bagikan sekarang

Gangguan kesehatan bisa menjadi kendala dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan. Bagi sebagian besar pasien anemia, puasa saat Ramadan tidaklah berbahaya tapi ada hal-hal yang harus diperhatikan sebelumnya.

Kondisi pasien anemia saat puasa Ramadan

Anemia puasa Ramadan

Ada lebih dari 400 tipe anemia. Tipe anemia yang paling umum adalah anemia defisiensi besi (iron deficiency anemia) di mana tubuh kekurangan hemoglobin dikarenakan tidak menerima asupan zat besi yang cukup.

Hemoglobin adalah bagian dari sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen dari paru ke seluruh tubuh. Saat seseorang mengalami anemia, sel-sel tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen karena jumlah hemoglobin yang sedikit.

Anemia bisa menyebabkan gejala antara lain pusing, sakit kepala, lemah, lesu, dan tidak bertenaga.

Hanadi Falah Quffa, ahli gizi Hamad Medical Corporation (HMC) di Qatar mengatakan puasa Ramadan dapat memperburuk gejala anemia.

“Puasa dapat memperburuk gejala anemia, dehidrasi, serta gula darah rendah yang mempengaruhi seberapa baik fungsi tubuh serta otak seseorang dan bisa menyebabkan seseorang merasa lemas,” kata Hanadi seperti dikutip dalam laporan kesehatan HMC.

Studi berjudul Effect of short-term food restriction on iron metabolism menunjukkan adanya penurunan jumlah hemoglobin dalam darah bagi mereka yang berpuasa selama dua hari. 

Studi tersebut menyimpulkan bahwa puasa jangka pendek dapat menurunkan konsentras zat besi dalam sel-sel tubuh.

Yang harus diperhatikan pasien anemia saat akan memulai puasa

Anemia puasa Ramadan

Sebagai ahli gizi, Hamadi mengatakan pasien anemia pada umumnya bisa menjalankan puasa Ramadan selama mereka berhati-hati dalam menjaga kondisi tubuh. Anda sebaiknya mengecek kondisi kesehatan ke dokter sebelum bulan Ramadan dimulai dan menstabilkan kondisi tubuh. 

“Adalah aman bagi orang yang anemia atau kekurangan zat besi untuk berpuasa. Namun, penting bahwa ia harus mendapatkan istirahat yang cukup,” ujar Hanadi.

Menurutnya, masalah pasien anemia umumnya terletak pada masalah tubuh dalam penyerapan zat besi bukan pada kurangnya asupan zat besi dalam makanan. Jadi, istirahat cukup menjadi penekanan pertama yang disarankan Hanadi untuk pasien anemia yang berniat puasa Ramadan.

Sebuah studi yang dipublikasi di jurnal US National Library of Medicine menunjukkan kadar hemoglobin dan glukosa berkurang drastis pada kelompok yang melakukan puasa Ramadan dan tetap aktif beraktivitas.

Studi berjudul The Effects of Ramadan Fasting and Physical Activity on Blood Hematological-Biochemical Parameters tersebut dilakukan pada 26 laki-laki yang dibagi ke dalam dua kelompok yakni kelompok yang beraktivitas dan tidak beraktivitas.

“Penurunan ini mungkin karena perubahan dalam diet, respons biologis tubuh terhadap rasa lapar, dan aktivitas selama Ramadan,” tulis kesimpulan studi tersebut. 

kekurangan zat besi

Lalu, Anda harus menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan asupan gizi seimbang sesuai kebutuhan tubuh pasien anemia.

Untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik, hindari konsumsi minuman mengandung kafein seperti kopi dan teh. Minuman berkafein dipercaya bersifat diuretik yakni bisa mendorong produksi urine dan membuat banyak cairan dibuang melalui kencing.

Kebutuhan asupan gizi seimbang untuk mengatasi anemia tediri atas zat besi, vitamin B12, asam folat, vitamin A, dan vitamin C.

Dengan mengetahui hal-hal tersebut, Anda sebagai penderita anemia akan merasa lebih waspada dan hati-hati ketika akan melakukan puasa di bulan Ramadan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Meski di Rumah Saja, Ini Pentingnya Minum yang Cukup Selama Puasa

Air adalah sumber kehidupan. Oleh karena itu, penting untuk tetap menjaga asupan cairan dengan minum yang cukup selama puasa. Baca anjurannya sekarang.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Hidup Sehat, Tips Sehat 21/05/2020 . 5 menit baca

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Penyebab mulut terasa pahit saat puasa biasanya tidak berbahaya. Bisa jadi, mulut terasa pahit karena Anda lalai melakukan hal yang satu ini! Apa ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020 . 3 menit baca

Bolehkah Melakukan Suntik KB Saat Puasa?

Jika jadwal suntik KB Anda bertepatan pada bulan puasa, mungkin Anda bertanya-tanya, apakah aman menjalani suntik KB saat puasa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020 . 3 menit baca

Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

Untuk menjalankan perintah agama, Anda tentu ingin ikut puasa. Akan tetapi, apakah orang dengan penyakit jantung boleh puasa? Simak jawabannya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hari Raya, Ramadan 18/05/2020 . 3 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

anemia rash

Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Anemia Rash

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . 4 menit baca
persiapan puasa untuk lansia

3 Hal yang Harus Diperhatikan Lansia Saat Sahur dan Berbuka Puasa

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020 . 6 menit baca
pantangan penderita anemia g6pd

5 Hal yang Perlu Dihindari Jika Anda Menderita Anemia Defisiensi G6PD

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . 4 menit baca
menu takjil untuk anak

Agar Tak Bosan di Rumah, Ini Menu Takjil yang Bisa Dimasak Bersama Si Kecil

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020 . 5 menit baca