5 Tips Puasa Tetap Lancar Meski Harus Cabut Gigi

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/03/2020
Bagikan sekarang

Penyakit gusi bisa membuat gigi goyang atau rusak sehingga harus dicabut. Dalam kebanyakan kasus, gigi harus dicabut sesegera mungkin. Ini supaya infeksi tidak menyebar terlalu jauh. Gigi rusak yang tak segera dicabut juga bisa menyebabkan komplikasi serius. Maka, mungkin saja dokter gigi menyarankan Anda untuk cabut gigi saat puasa.

Lalu, mungkinkah tetap menjalani ibadah puasa kalau Anda harus ke dokter untuk cabut gigi? Jawabannya sederhananya, mungkin saja. Namun, jangan lupa perhatikan beberapa hal berikut ini.

Yang harus dilakukan setelah cabut gigi saat puasa

Sebelum Anda cabut gigi, dokter akan memberikan bius lokal. Bius ini hanya akan membuat area mulut Anda mati rasa, yang berarti Anda tak akan hilang kesadaran (pingsan). Setelah gigi dicabut, Anda mungkin merasakan nyeri. Untuk mengurangi rasa nyeri dan mencegah perdarahan setelah cabut gigi saat puasa, ini lima tipsnya.

1. Kompres dingin

Untuk menghentikan perdarahan dan meredakan nyeri, kompres pipi Anda di sisi yang giginya baru saja dicabut dengan es. Namun, jangan langsung menempelkan es ke kulit, gusi, atau gigi. Bungkus es batu dengan kain lembut dan tempelkan beberapa kali sehari. Anda juga bisa membasahi kain dengan air dingin untuk mengompres pipi.

2. Kumur air garam

Berkumur dengan air garam bisa mempercepat perbaikan jaringan gusi yang kena infeksi. Selain itu, air garam juga bisa membantu redakan nyeri. Larutkan satu sendok teh garam ke dalam segelas air hangat. Kemudian kumur-kumur di mulut selama kira-kira tiga puluh detik. Kemudian buang airnya, jangan ditelan. Ulangi beberapa kali sehari sampai rasa sakitnya cukup mereda.

3. Istirahat

Setelah Anda cabut gigi, sebaiknya hindari dulu aktivitas fisik yang berlebihan seperti olahraga. Pasalnya, olahraga setelah cabut gigi bisa memicu perdarahan. Sebaiknya pastikan Anda cukup beristirahat. Ketika Anda beristirahat, tubuh jadi bisa fokus berjuang melawan infeksi dan memulihkan diri secara alami. Beristirahat juga bisa membuat Anda lebih rileks sehingga gusi Anda tak begitu nyeri lagi.

4. Rajin ganti kapas

Kalau dokter memberikan kapas untuk mengganjal gusi atau menahan perdarahan, jangan biarkan terlalu lama di mulut. Hal tersebut bisa meningkatkan risiko infeksi bakteri yang akan bikin sakitnya tambah parah. Kalau sudah sangat basah atau lembap, segera ganti yang baru atau biarkan saja gigi Anda tanpa kapas. Namun, ingatlah untuk tidak menjilat atau menyenggol bagian yang sakit dengan lidah Anda.

5. Mengonsumsi makanan yang mempercepat pemulihan

Ketika tiba waktunya berbuka atau sahur, pilih menu yang mudah ditelan seperti sup atau bubur. Ini supaya mulut Anda tak perlu bekerja terlalu keras. Supaya nyeri dan perdarahan cepat reda, sebaiknya pilih menu yang mengandung nutrisi penting untuk mempercepat proses pemulihan.

Makanan yang kaya akan vitamin K, vitamin B kompleks, dan zat besi baik untuk mencegah perdarahan dan mempercepat perbaikan jaringan. Sumber nutrisi-nutrisi tersebut antara lain bayam, ikan, dan yogurt. Selain itu, jangan lupa banyak minum air saat berbuka dan sahur.

Yang harus diperhatikan setelah cabut gigi

Ikuti saran dokter gigi Anda untuk perawatan terbaik setelah cabut gigi saat puasa. Pasalnya, reaksi tubuh dan derajat keseriusan penyakit setiap orang berbeda-beda. Anda mungkin saja mengalami infeksi gusi parah sehingga mau tak mau harus minum obat pereda nyeri. Atau terjadi perdarahan hebat setelah gigi dicabut, yang berarti Anda harus minum obat untuk menghentikan perdarahan.  

Bila perdarahan tak kunjung berhenti atau Anda demam, segera cari layanan kesehatan darurat atau hubungi dokter gigi Anda.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Tips Agar Tetap Bugar saat Puasa Selama di Rumah Saja

Walaupun berkegiatan di rumah, tubuh harus dijaga agar tetap bugar. Puasa lancar selama di rumah saja, tentu bisa dilakukan dengan melakukan tips sehat ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda

3 Langkah Mencegah Ngilu Akibat Gigi Sensitif Saat Puasa

Ngilu akibat gigi sensitif dapat kambuh saat berbuka dan sahur saat puasa. Agar makan dan minum tetap nikmat, yuk ketahui cara mengcegah gigi ngilu ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Penyebab mulut terasa pahit saat puasa biasanya tidak berbahaya. Bisa jadi, mulut terasa pahit karena Anda lalai melakukan hal yang satu ini! Apa ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020

Bolehkah Melakukan Suntik KB Saat Puasa?

Jika jadwal suntik KB Anda bertepatan pada bulan puasa, mungkin Anda bertanya-tanya, apakah aman menjalani suntik KB saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
cara mencegah sakit gigi

8 Cara Mencegah Sakit Gigi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
gejala sakit gigi

7 Gejala Sakit Gigi yang Perlu Anda Waspadai

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020
olahraga bersama anak saat puasa

3 Olahraga yang Bisa Dilakukan Bersama Anak di Rumah Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020