Tips Mengatur Aktivitas Padat Agar Ibadah Haji Tetap LancarIni adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto

Persiapan yang panjang dan matang perlu dilakukan ketika hendak melaksanakan ibadah haji, karena Anda akan menghadapi padatnya kegiatan yang dapat menguras fisik. Jadwal kegiatan wajib saat haji memang tidak bisa diubah sesuai kehendak sendiri, tapi jemaah tentu dapat menyiasati setiap kali mendapat waktu senggang.

Bagaimana cara jemaah mengatur kegiatan saat beribadah haji?

Dilansir dari laman situs Kementerian Kesehatan RI, beberapa penyebab kasus penyakit hingga menyebabkan jemaah meninggal, salah satunya adalah kelelahan. Untuk menjalankan kegiatan ibadah haji, diperlukan kondisi fisik yang baik dan juga cara memanfaatkan waktu luang dengan baik.

Membatasi aktivitas jemaah haji

Jemaah akan menghabiskan waktu selama 40 hari untuk menyelesaikan segala kewajiban haji. Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, dr. Eka Jusup Singka, menyarankan agar jemaah membatasi aktivitas, tapi bukan aktivitas ibadah.

Dr. Eka menambahkan, jemaah jangan terlalu memaksakan diri saat menghabiskan waktu selama 40 hari. Mengendalikan aktivitas dan mengatur waktu istirahat penting untuk menghadapi kegiatan puncak ibadah haji yang berlangsung pada 8 hingga 12 Zulhijah.

Kemenkes juga memberikan himbauan kepada para jemaah untuk menyimpan tenaga dalam menyelesaikan Armuzna (puncak ibadah haji) dengan mengurangi aktivitas yang tidak perlu. Contohnya, Anda tidak harus menaiki perbukitan, tebing, atau bebatuan ketika di area Armuzna.

Selalu makan tepat waktu

Kesempatan untuk berkunjung ke Tanah Suci memang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Hanya saja, terkadang jemaah haji lalai dalam menjaga kondisi tubuh. Akibatnya, banyak jemaah yang sakit.

Kebutuhan nutrisi harian tetap harus dipenuhi meskipun Anda memiliki jadwal yang padat seperti saat beribadah haji. Kurangi aktivitas ibadah sunnah yang berulang kali, ziarah, atau jalan-jalan untuk berbelanja. Utamakan untuk makan yang cukup dan sering minum agar tidak kekurangan cairan.

Anda juga bisa mengonsumsi suplemen daya tahan tubuh yang mengandung vitamin C, Vitamin D, dan Zinc dalam format effervescent (tablet larut air) yang lebih mudah diserap oleh tubuh. Selain efektif meningkatkan daya tahan tubuh, dalam waktu yang sama juga menambah konsumsi cairan dalam tubuh agar terhindar dari dehidrasi.

Makanan merupakan bahan bakar untuk jemaah agar dapat menjalankan berbagai aktivitas haji dengan lancar. Untuk itu, jangan abaikan waktu makan dan tidak harus selalu menunggu perut lapar.

Peduli terhadap sesama jemaah haji

Aktivitas jemaah haji tak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi kesehatan mental Anda pun dapat menurun. Anda dihimbau untuk peduli dengan sesama anggota kloter haji sebagai sarana untuk menjaga kesehatan mental.

Data menunjukkan sejumlah kejadian yang menyebabkan kematian bahkan tidak diketahui oleh sesama anggota kloter. Selain itu, sebagian jemaah haji mengalami kejenuhan dan rindu pada keluarga di Tanah Air, sehingga ingin segera kembali. Penting untuk memberi perhatian terhadap sesama. Anda dapat saling memberi dukungan moral, mangajak makan, atau beribadah bersama-sama.

Peregangan saat akan melakukan perjalanan

Persiapan fisik sebaiknya dilakukan jauh sebelum Anda menginjakkan kaki di Tanah Suci. Anda perlu membiasakan berjalan kaki karena nantinya akan banyak beraktivitas jalan di Tanah Suci. Selalu sempatkan untuk melakukan peregangan agar tidak terjadi kram atau keseleo.

Selain itu, perjalanan menuju Madinah memakan waktu yang panjang, yaitu selama 5-6 jam. Meski ditempuh dengan kendaraan seperti bus, jemaah haji harus tetap menyempatkan melakukan peregangan untuk menghindari pegal atau kesemutan.

Anda dianjurkan untuk melakukan peregangan setiap dua jam sekali. Caranya dengan meregangkan jari jemari, kepala, dan kaki ke kanan dan kiri dalam delapan hitungan. Tidak perlu berdiri, peregangan dapat dilakukan sambil duduk, Dengan melakukan peregangan, aliran darah dapat lebih lancar dan tubuh jadi lebih segar.

Padatnya aktivitas dalam beribadah haji terkadang membuat para jemaah melupakan kesehatan. Padahal, modal utama untuk kelancaran beribadah haji adalah kesiapan kondisi fisik dan mental. Dengan mengatur aktivitas, jemaah akan terhindar dari penyakit dan kondisi kesehatan yang dapat menghambat proses ibadah haji.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Maret 24, 2020 | Terakhir Diedit: Maret 26, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca