5 Cara Mudah Agar Tubuh Tetap Berenergi Saat Puasa

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Saat puasa biasanya tubuh akan kehabisan energi karena kurangnya asupan makanan dan minuman. Tubuh yang kekurangan energi, akan terlihat lesu dan tidak bergairah. Efeknya, kinerja jadi menurun dan tidak produktif. Sebelum Anda ditegur oleh atasan di kantor karena bermalas-malasan. Ada lima tips yang mudah sekali Anda coba untuk membantu meningkatkan energi saat puasa.

Bagaimana meningkatkan energi saat puasa?

Apakah Anda merasa kehabisan energi saat puasa pada tengah hari dan harus berjuang menyelesaikan pekerjaan? Atau Anda mungkin hanya memerlukan sedikit energi tambahan untuk menyelesaikan pekerjaan yang memiliki tenggat waktu besok? Ada banyak cara mudah dan aman untuk meningkatkan energi saat puasa. Bagaimana caranya? Ini lima tipsnya.

1. Pastikan asupan cairan Anda

Penyebab utama Anda kehabisan energi saat puasa adalah karena Anda kekurangan cairan. Bahkan dehidrasi ringan pun dapat menghabiskan energi serta mengganggu kemampuan berpikir dan berlogika Anda. Menjaga asupan cairan saat Anda berpuasa sangat penting.

Karena Anda tidak bisa minum setiap saat meskipun haus, pastikan Anda memenuhi kebutuhan cairan Anda saat berbuka puasa ataupun sahur. Anda bisa menggunakan rumus 2-4-2, dua gelas saat berbuka, empat gelas saat malam hari, dan dua gelas saat sahur. Menjaga asupan cairan Anda sama dengan menjaga energi Anda saat berpuasa.

2. Konsumsi makanan yang menghasilkan energi

Menurut Christine Gerbstadt juru bicara American Dietetic Association (Asosiasi Dietetik Amerika) dan peneliti dari Universitas Drexel di Philadelphia, untuk meningkatkan energi, Anda bisa mengonsumsi makanan yang mengandung protein dan karbohidrat kompleks.

Kombinasi karbohidrat kompleks seperti sayuran hijau atau roti yang terbuat dari gandum dan protein seperti, ayam, telur, tahu, keju, dapat memberikan energi tambahan. Mengapa karbohidrat dan protein penting? Karbohidrat adalah bahan energi utama tubuh dan protein mampu menjaga kadar gula darah tetap normal, sehingga Anda tidak akan cepat kehilangan energi.

3. Perhatikan pola makan saat berbuka puasa dan sahur

Perbaiki pola makan saat berbuka puasa dan sahur dengan menyantap makanan yang kaya akan asam lemak omega 3 serta magnesium. Menjaga kadar gula darah tetap normal serta mengonsumsi vitamin dan nutrisi penting sangat diperlukan untuk menjaga tubuh tetap berenergi.

Asam lemak omega 3 yang terkandung dalam makanan seperti salmon, kale, dan kubis mampu menyediakan energi untuk aktivitas sel, meredakan inflamasi, serta meningkatkan kemampuan kognitif.

Sedangkan makanan yang kaya magnesium seperti sayuran berdaun gelap, kacang mete, dan biji-bijian berperan penting dalam produksi energi. Tanpa magnesium, sel tubuh tidak dapat mengubah bahan bakar menjadi energi yang berguna.

Pastikan Anda mengonsumsi kalori dalam jumlah yang cukup untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Usahakan untuk mendapatkan asupan vitamin dan gizi dengan menyantap makanan daripada mengonsumsi suplemen.

4. Ciptakan siklus tidur yang teratur selama Ramadan

Saat puasa Anda akan cenderung kurang tidur karena harus terbangun di jam sahur. Kurang tidur sering menyebabkan perasaan tidak berenergi. Salah satu cara terbaik memastikan Anda cukup tidur adalah dengan menyesuaikan diri dengan pola tidur alami tubuh atau ritme sirkadian. Tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari, bahkan pada akhir pekan, penting untuk mendapatkan keuntungan penuh tidur malam.

Tidur dan bangun pada jam yang sama sebenarnya lebih penting daripada mendapatkan tidur berdurasi sama pada jam yang berbeda. Jika cukup tidur, Anda dapat bangun tanpa alarm. Jika masih mengandalkan alarm untuk bangun, Anda harus pergi tidur lebih awal. Jadi selama Ramadhan, Anda harus membuat jadwal tidur yang sesuai dengan kebutuhan Anda termasuk harus bangun pada jam sahur.

5. Istirahat

Meskipun Anda mungkin ingin menyelesaikan pekerjaan sesegera mungkin, beristirahat selama 5-10 menit sebenarnya dapat dengan cepat meningkatkan energi serta produktivitas secara keseluruhan. Jika Anda melewatkan sebagian besar waktu dengan duduk, usahakan untuk beristirahat selama 30 detik sebanyak 4 kali setiap jam dan selama 14 menit setiap 2 jam. Hal ini dapat meningkatkan energi saat puasa sehingga Anda tetap bisa berkonsentrasi mengerjakan pekerjaan tanpa hambatan, meskipun sedang berpuasa.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juni 4, 2018 | Terakhir Diedit: Februari 19, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca