1. Definisi

Apa itu gondok?

Gondok adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus gondok. Penyakit gondok biasanya dimulai dengan demam yang berlangsung beberapa hari, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, hilangnya nafsu makan, dan diikuti dengan pembengkakan kelenjar ludah. Siapa saja yang tidak kebal dari infeksi gondok yang pernah dialami sebelumnya atau tidak kebal dari vaksinasi gondok bisa berpeluang terkena penyakit gondok.

Apa saja tanda dan gejalanya?

50% pasien gondok memiliki gejala yang sangat ringan dan bahkan tidak muncul, oleh karena itu mereka tidak tahu bahwa mereka terinfeksi dengan penyakit gondok.

Gejala yang paling sering terjadi adalah:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Kelelahan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Bengkak pada kelenjar ludah dan sakit di bawah telinga di satu atau kedua sisi (kelenjar parotitis)

Gejala biasanya muncul 16-18 hari setelah infeksi, tetapi biasanya gejala dapat muncul sekitar 12-25 hari setelah terinfeksi.

2. Cara menangani

Apa yang harus saya lakukan?

  • Mencuci tangan hingga bersih dengan sabun, dan juga ajarkan anak-anak untuk mencuci tangan mereka.
  • Jangan berbagi alat makan atau minum dengan orang lain.
  • Bersihkan permukaan yang sering disentuh (seperti mainan, pegangan pintu, meja, dan meja) secara teratur dengan sabun dan air atau tisu pembersih.
  • Minimalisir kontak dekat dengan orang lain jika Anda sedang sakit.
  • Tutup mulut dan hidung dengan tisu jika Anda batuk atau bersin, dan buang tisu yang telah Anda gunakan ke tempat sampah. Jika Anda tidak membawa tisu, batuk atau bersin ke lengan atas atau siku Anda, bukan ke telapak tangan Anda.

Kapan saya harus ke dokter?

Orang-orang yang memperlihatkan gejala penyakit ini biasanya sembuh setelah satu atau dua minggu, tapi penyakit gondok kadang-kadang dapat menyebabkan komplikasi serius. Hubungi dokter Anda jika Anda mengalami komplikasi yang disebutkan di bawah.

Komplikasi yang paling umum adalah peradangan pada testis (orkitis) biasanya terjadi pada laki-laki yang telah mencapai pubertas; hal ini bisa menyebabkan masalah kesuburan.

Komplikasi lainnya yang jarang terjadi termasuk:

  • Radang otak dan / atau jaringan yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang (ensefalitis / meningitis)
  • Radang indung telur (oophoritis) dan / atau payudara (mastitis) pada perempuan yang telah mencapai pubertas
  • Tuli

3. Pencegahan

Imunisasi MMR (campak, gondok, dan rubella) adalah cara terbaik untuk mencegah penyakit ini.

Beberapa orang tidak perlu mendapatkan vaksin MMR atau bisa menunda pemberian vaksin MMR.

  • Siapa saja yang pernah memiliki reaksi alergi yang berbahaya pada antibiotik neomycin, atau komponen dari vaksin MMR tidak perlu mendapatkan vaksin ini. Katakan kepada dokter Anda jika Anda memiliki alergi parah.
  • Siapa saja yang memiliki reaksi alergi pada dosis MMR sebelumnya atau imunisasi MMRV tidak perlu diberikan dosis vaksin tersebut lagi.
  • Beberapa orang yang sakit pada saat jadwal imunisasi mungkin akan disarankan untuk menunggu sampai mereka sembuh sebelum mendapatkan imunisasi MMR.
  • Wanita hamil tidak perlu mendapatkan vaksin MMR. Ibu hamil yang merasa membutuhkan vaksin ini harus menunggu sampai mereka melahirkan. Untuk wanita yang ingin hamil, mereka harus menunggu beberapa minggu jika ingin memulai program kehamilan, paling tidak selama 4 minggu setelah pemberian vaksinasi dengan vaksin MMR.

Beri tahu dokter jika seseorang yang sedang mendapatkan vaksin:

  • Mengidap penyakit HIV / AIDS, atau penyakit lain yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh
  • Sedang diobati dengan obat yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, seperti steroid
  • Mengidap kanker jenis apapun
  • Sedang dirawat dengan radiasi atau obat-obatan karena kanker
  • Pernah mengalami rendahnya jumlah trombosit (kelainan darah)
  • Pernah mendapat vaksin lain dalam 4 minggu terakhir
  • Baru-baru ini mendonorkan darah atau menerima transfusi darah

Semua alasan ini mungkin jadi alasan untuk tidak mendapatkan vaksin, atau menunda vaksinasi terlebih dahulu.

Yang juga perlu Anda baca