Pegal linu serta serta nyeri di sekujur tubuh karena kelelahan tentunya jadi hal yang sangat menjengkelkan, sebab hal tersebut membuat Anda tidak bebas untuk melakukan beberapa aktivitas yang penting karena sedikit-sedikit harus memijat bagian tubuh yang nyeri. Sebagian orang lebih memilih menggunakan koyo untuk meredakan rasa pegal dan nyeri. Nah, tidak jarang hal ini membuat orang jadi ketergantungan memakai koyo. Lantas, apa saja efek samping koyo jika digunakan terlalu lama? Simak penjelasannya berikut ini.

Bagaimana cara kerja koyo dalam meredakan nyeri?

Sistem pengiriman obat transdermal, atau yang sekarang sering dikenal sebagai koyo, adalah metode pengobatan dengan mengantarkan obat melalui dermis atau permukaan kulit. Saat ini banyak orang memilih menggunakan koyo untuk mengurangi nyeri atau pegal-pegal di tubuh karena sebagai salah satu cara untuk mengurangi efek samping dari penggunaan obat oral ataupun suntikan.

Nah, pasti Anda pernah bertanya kenapa koyo bisa menghilangkan pegal linu, kan? Jawabannya ternyata terletak pada kandungan bahan kimia yang ada di dalam koyo. Koyo dirancang untuk melepaskan sejumlah kecil obat ke dalam aliran darah dalam jangka waktu yang lama. Kandungan obat diserap dari koyo melalui lapisan luar kulit lalu masuk ke lapisan kulit yang lebih dalam. Di lapisan kulit terdalam tersebut obat diserap ke dalam aliran darah dan diedarkan melalui tubuh.

Kandungan bermacam bahan kimia yang ada di koyo di antaranya ada biofreeze dan icy hot di mana keduanya memiliki sifat panas atau dingin yang berbasis alkohol. Kemudian ada pula kandungan bengay dan aspercreme yang mengandung salisilat yang bermanfaat untuk mengurangi peradangan di sendi. Kandungan capzasin dan zostrix yang di dalamya mengandung capsaicin mampu mengurangi rasa nyeri jika ditempelkan ke bagian tubuh yang terasa nyeri.

Jika semua bahan tersebut dikombinasikan, maka akan memancarkan rasa panas serta mengirimkan sinyal ke tubuh untuk mengurangi rasa nyeri. itu sebabnya, selembar koyo yang di tempelkan ke tubuh Anda mampu mengurangi pegal, linu, dan otot yang tegang.

Apa saja efek samping koyo?

Meskipun ampuh mengurangi rasa nyeri, nyatanya koyo memiliki beberapa efek samping. Efek samping koyo yang mungkin muncul adalah terjadinya iritasi kulit karena adanya alergi. Terlebih jika Anda memang memiliki jenis kulit yang sensitif.

Jika reaksi alergi ini semakin parah, umumnya seseorang selain mengalami kemerahan di area kulit, akan merasakan rasa gatal, sensasi panas dan terbakar, bahkan sampai melepuh di area kulit yang di tempelkan koyo.

Itu sebabnya, koyo tidak disarankan digunakan untuk bayi atau anak balita yang kulitnya masih sensitif. Selain itu orang yang menggunakan koyo bisa memungkinkan mengalami overdosis jika tambalannya atau koyo yang digunakan dalam keadaan rusak. Jika ini terjadi, segera hentikan pemakaian dan lepaskan koyo dari daerah yang mengalami iritasi dengan hati-hati.

Cara pakai koyo yang benar

Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda perhatikan sebelum menggunakan koyo:

  • Sebelum menempelkan koyo ke kulit, pastikan jika kulit bersih dan kering.
  • Hindari menempelkan koyo di kulit yang rusak atau sedang iritasi.
  • Pastikan Anda menempelkan koyo dengan benar. Mungkin dibutuhkan waktu 20 atau 30 detik untuk membuat semua perekat menempel kuat pada tempatnya.
  • Cuci tangan Anda setelah menempelkan koyo.
  • Koyo digunakan hanya untuk sekali pakai kecuali jika ada instruksi yang memang  mengatakan sebaliknya.
  • Jika Anda mengalami iritasi kulit dari perekat, tempelkan koyo berikutnya di area lain. Namun Anda harus berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu untuk perawatan lebih lanjut.
  • Bila Anda ingin membuang koyo, lipatlah koyo sehingga ujung perekatnya saling menempel. Lalu cuci area bekas tempelan dengan sabun dan air.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca