Toksisitas Glukosa, Kondisi Gula Darah Tinggi (Hiperglikemia) Kronis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kondisi gula darah tinggi atau hiperglikemia belum tentu menandakan Anda memiliki diabetes. Siapa pun sebenarnya bisa memiliki kadar gula darah tinggi. Walaupun sebagian besar mereka yang punya gula darah tinggi telah terdiagnosis diabetes mellitus. Tak hanya diabetes, kadar gula darah yang tinggi juga bisa menyebabkan toksisitas glukosa (gula darah).

Apa itu toksisitas glukosa?

Toksisitas glukosa atau glucotoxicity merupakan kondisi tingginya kadar gula darah dalam jangka panjang (kronis) sehingga mengakibatkan kerusakan sel beta dalam pankreas secara permanen. Kondisi ini kemudian menyebabkan penurunan produksi hormon insulin.

Sel beta membantu tubuh Anda menghasilkan dan melepaskan hormon insulin. Insulin berfungsi membantu penyerapan glukosa atau gulah darah ke dalam sel tubuh sehingga sel dapat mengubahnya menjadi energi. Proses metabolisme gula darah dengan bantuan insulin ini membantu menjaga kadar gula darah tetap dalam batas normal.

Kadar gula darah yang tinggi, alias hiperglikemia dapat menurunkan kemampuan sel beta dalam menghasilkan insulin.

Kondisi gula darah tinggi ini belum tentu menunjukan bahwa Anda terkena diabetes. Namun, memang Anda berisiko tinggi mengalami diabetes atau dapat dikatakan Anda memiliki prediabetes.

Tingginya kadar gula darah menyebabkan sel beta terus-menerus melepaskan insulin ke dalam aliran darah. Sel beta yang bekerja terlalu keras lama kelamaan akan kelelahan dan fungsi kerjanya akan menurun hingga akhirnya menyebabkan kerusakan secara permanen.

Dalam studi ilmiah berjudul Glucose Toxicity, dijelaskan bahwa toksisitas gula darah merupakan kondisi yang dapat mengarah pada penyakit diabetes tipe 2. Pasalnya, toksisitas glukosa juga dapat menyebabkan resistensi insulin yang merupakan faktor penyebab dari diabetes tipe 2.

Tanda dan gejala toksisitas glukosa

glukosa darah

Gejala gula darah tinggi atau tanda-tanda yang mungkin terjadi jika mengalami toksisitas glukosa adalah:

  • Sering merasa haus
  • Sering buang air kecil
  • Penglihatan kabur
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Mulut kering
  • Luka sulit sembuh

Kapan perlu waspada akan risiko diabetes?

Cara terbaik untuk memeriksa apakah Anda mengalami toksisitas glukosa adalah dengan mengecek kadar gula darah dan insulin secara teratur.

Hiperglikemia kronis bisa ditandai dengan kadar gula darah yang bisa mencapai 240 (mg/dL) dalam waktu lama. Apabila Anda mengalaminya, segera temui dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Jika Anda tidak memiliki diabetes atau belum memeriksakan kadar gula darah, dokter akan menyarankan untuk melakukan tes A1C.

Tes ini dilakukan untuk mengukur kadar gula darah rata-rata dalam tiga bulan terakhir. Jika Anda memiliki kadar gula darah puasa di atas 126 mg/dl atau A1C lebih dari 6,5 persen, Anda memiliki risiko yang tinggi terkena diabetes.

Apa yang menyebabkan toksisitas gula darah?

Berbagai hal dapat menjadi penyebab kadar gula darah tinggi penyebab toksisitas gula dalam waktu lama (hiperglikemia kronis) antara lain seperti:

  • Penggunaan obat-obatan yang memicu kenaikan gula darah
  • Stres oksidatif yaitu kondisi yang mengacu pada melimpahnya radikal bebas di dalam tubuh
  • Pola makan yang kurang sehat dan tidak teratur
  • Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang tinggi lemak dan karbohidrat
  • Kurang aktif bergerak dan jarang berolahraga
  • Tidak dapat mengelola stres dengan baik

Cara mengatasi toksisitas glukosa

Toksisitas gula darah diobati dengan menurunkan kadar gula darah Anda. Hal ini bisa dilakukan dengan mengatur asupan makanan, melakukan olahraga yang teratur, mendapatkan suntikan insulin, dan minum obat penurun gula darah.

Mengonsumsi obat diabetes atau antioksidan, seperti metformin dan troglitazone, mungkin bisa menjadi pengobatan yang efektif untuk toksisitas glukosa yang disebabkan oleh stres oksidatif.

Namun, konsumsi obat-obatan tersebut tentunya harus dilakukan di bawah pengawasan dokter. Untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, pastikan Anda berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu.

Bagaimana cara mencegahnya?

Berikut adalah dua cara efektif yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya toksisitas glukosa:

1. Pola makan sehat

Anda dapat mengurangi risiko terkena toksisitas glukosa dengan mengurangi kadar gula darah Anda melalui pola makan yang sehat. Langkah pertama dalam melakukan ini adalah dengan mengatur asupan karbohidrat.

Bukan berarti Anda harus menghindari makanan yang mengandung karbohidrat sama sekali. Yang terpenting adalah, pastikan bahwa Anda mengonsumsinya dalam batas wajar.

Menurut American Diabetes Association, batas karbohidrat harian akan bergantung pada berat, tinggi badan, dan tingkat aktivitas Anda.

Sebagai acuan, Anda sebaiknya mengonsumsi sebanyak 30-75 gram karbohidrat dalam satu porsi makanan.  Untuk camilan, cukup dengan 15-30 gram karbohidrat saja untuk sekali makan.

Berisiko Sebabkan Diabetes, Ini Makanan dan Minuman Penyebab Gula Darah Tinggi

2. Mengelola stres dengan baik

Mengurangi stres juga bisa membantu mencegah lonjakan gula darah. Tingkat stres sangat memengaruhi keseimbangan kadar gula darah. Hal ini karena stres dapat menghambat produksi insulin pada tubuh.

Oleh karena itu, penting untuk mengatasi stres yang membebani pikiran Anda. Cobalah untuk menceritakan masalah yang Anda alami pada orang-orang terdekat. Hindari juga memaksakan diri Anda untuk berpikir positif.

Meditasi, latihan pernapasan, dan latihan relaksasi lainnya adalah beberapa cara yang bisa membantu Anda menenangkan diri ketika stres. Anda juga bisa melakukan yoga yang tidak hanya baik untuk pengelolaan stres, tapi juga merupakan jenis olahraga yang membantu menurunkan kadar gula darah.

Jika Anda mengalami beberapa tanda toksisitas gula darah, segera konsultasikan pada dokter Anda guna memperoleh diagnosis yang tepat. Jika tidak diobati, kondisi ini berisiko mengarah pada diabetes serta kemunculan penyakit komplikasi diabetes yang lebih cepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kaki Diabetik, Salah Satu Komplikasi Diabetes yang Bisa Berujung Amputasi

Salah satu komplikasi yang bisa terjadi pada penderita diabetes adalah kaki diabetik. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berujung amputasi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Mengenal Komplikasi Hiperglikemi Hiperosmolar Nonketotik (HHS) pada Diabetesi

Hyperosmolar Hyperglycemic State (HHS) adalah komplikasi diabetes yang disebabkan kadar gula darah yang sangat tinggi dan dapat berakibat fatal.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Penyebab Luka Diabetes Sulit Sembuh dan Cara Perawatannya

Diabetes kering dan basah sebenarnya merujuk pada kondisi luka yang dialami. Lantas, bagaimana cara mengobati luka diabetes yang sulit sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Akantosis Nigrikans, Saat Kulit Menebal dan Menghitam Akibat Diabetes

Akantosis nigrikans adalah gangguan kulit yang ditandai dengan kulit menebal dan menggelap. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda diabetes.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

merawat kulit orang diabetes

Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit
hipoglikemia adalah gula darah rendah

Hipoglikemia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Batasan Kadar Gula Darah yang Normal dalam Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 8 menit
gangguan penglihatan akibat diabetes

Berbagai Gangguan Mata yang Mungkin Terjadi Akibat Komplikasi Diabetes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit