Satu WN Asal Tiongkok Positif Terinfeksi Coronavirus Sepulang dari Bali

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21/04/2020
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Sejak wabah novel coronavirus (COVID-19) di Wuhan, Tiongkok, merebak, sampai saat ini belum ada satu pun laporan terkait warga di Indonesia yang terinfeksi penyakit ini. Akan tetapi, baru-baru ini terdengar kabar bahwa terdapat WN Tiongkok yang positif terkena coronavirus (COVID-19) tak lama setelah pulang dari Bali. 

Kabar WN Tiongkok yang terkena coronavirus setelah dari Bali

barak karantina coronavirus

Dilansir dari akun resmi Pemerintah Provinsi Anhui di Weibo, seorang WN Tiongkok dikonfirmasi coronavirus (COVID-19) sepulang dari Bali, Indonesia, akhir bulan lalu. Kabar ini akhirnya dikonfirmasi oleh pemerintah Provinsi Anhui lewat Weibo pada Kamis pekan lalu (6/2). 

Turis asal Tiongkok yang bernama Jin ini berkunjung ke Bali pada akhir Januari lalu. Menurut pemerintah setempat, Jin berangkat dari Wuhan, Tiongkok, menuju Bali pada 22 Januari menggunakan penerbangan Lion Air. 

Kemudian Jin berlibur di pulau selama satu minggu dan kembali ke Shanghai menggunakan Garuda Indonesia pada 28 Januari 2020. 

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

26,940

Terkonfirmasi

7,637

Sembuh

1,641

Meninggal Dunia

Akhirnya, WN asal Wuhan, Tiongkok, ini dinyatakan positif mengidap coronavirus COVID-19 pada 5 Februari 2020 setelah kembali dari Bali dan menetap di Tiongkok selama beberapa hari. 

Berita ini cukup mengejutkan bagi masyarakat di Indonesia mengingat turis tersebut positif terkena penyakit ini setelah pulang dari Indonesia. Pasalnya, jejak wisatawan tersebut selama di Bali tidak diketahui dengan jelas, termasuk apakah virus yang sudah menyebabkan lebih dari 60.000 kasus ini menular di Bali. 

Oleh karena itu, para ahli menyarankan untuk tetap menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh sebagai upaya mengurangi risiko penularan COVID-19

Mengapa kasus seperti ini dapat terjadi?

gejala novel coronavirus

Kasus WN asal Tiongkok yang baru saja dikonfirmasi terkena coronavirus sepulang dari Bali sebenarnya bukan hal yang cukup mengejutkan. 

Hal tersebut dikarenakan seseorang dapat terinfeksi COVID-19 tanpa menunjukkan gejala apapun. Misal, demam tinggi, sesak napas, batuk, hingga badan terasa lemas. 

Gejala yang disebutkan di atas ternyata tidak selalu dapat menjadi indikator seseorang terinfeksi COVID-19. Pasalnya, setiap penyakit memiliki masa inkubasi dan CDC menjelaskan bahwa virus yang termasuk baru ini mempunyai masa inkubasi 2-14 hari. 

Pada saat masa inkubasi berlangsung, orang yang terinfeksi mungkin tidak akan menunjukkan gejala yang terkait dan masih dapat menjalani aktivitas seperti biasa. 

Risiko penularan lebih mudah dicegah ketika gejala dari orang yang terinfeksi virus sudah muncul. Dengan begitu, sebelum virus sempat menular ke orang lain, tenaga kesehatan sudah dapat melakukan upaya pencegahan, seperti merawat pasien dalam ruang isolasi

Maka itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan karena gejala bisa saja tidak muncul pada orang yang terinfeksi. Terlebih lagi, hal ini terjadi pada WN asal Tiongkok yang dikonfirmasi menderita coronavirus COVID-19 setelah kembali dari Bali. 

Tips mengurangi risiko penularan COVID-19

Kasus WN asal Tiongkok yang positif terkena coronavirus COVID-19 setelah kembali dari Bail membuat kecemasan masyarakat di Indonesia semakin meningkat. 

Sebenarnya, penularan COVID-19 hampir mirip dengan flu biasa dan lebih berisiko terjadi pada orang yang daya tahan tubuhnya rendah serta tidak menjaga kebersihan diri. 

Bagaimana Sabun Membunuh COVID-19 dan Kuman-Kuman Jahat

Berikut ini beberapa hal yang dapat Anda ikuti untuk mengurangi risiko penularan wabah coronavirus

  • Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan sesuatu
  • Tidak memegang mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci
  • Menghindari kontak dengan orang sakit atau terlihat menunjukkan gejala
  • Memakai masker ketika berada di wilayah yang terinfeksi
  • Menutup mulut ketika batuk atau bersin menggunakan tisu atau lengan
  • Membersihkan barang yang disentuh

Kasus WN asal Tiongkok yang baru saja dikonfirmasi positif menderita infeksi coronavirus COVID-19 sepulang dari Bali adalah satu dari sekian banyak kasus yang terjadi di seluruh dunia. Maka itu, pemerintah tidak berhenti mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh agar tidak tertular penyakit ini.

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

CDC. (2020). 2019 Novel Coronavirus: Prevention & Treatment. Retrieved 13 February 2020, from https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/about/prevention-treatment.html

CDC. (2020). 2019 Novel Coronavirus: Symptoms. Retrieved 13 February 2020, from https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/about/symptoms.html

Huainan Center for Disease Control and Prevention. (2020). Huainan Reports New Confirmed Cases of Traffic Activities Announced. Weibo. Retrieved 13 February 2020, from https://m.weibo.cn/status/4468971035837639?

Massola, J. (2020). Chinese tourist was diagnosed with coronavirus a week after trip to Bali. The Sydney Morning Herald. Retrieved 13 February 2020, from https://www.smh.com.au/world/asia/chinese-tourist-diagnosed-with-coronavirus-a-week-after-trip-to-bali-20200213-p540fd.html

Naftulin, J. (2020). Wuhan Coronavirus can be infectious before people show symptoms, official claims. Retrieved 13 February 2020, from https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/about/symptoms.html

Yang juga perlu Anda baca

Antibodi dari Pasien SARS Dikabarkan Dapat Melawan COVID-19

Selain mendeteksi keberadaan COVID-19 di tubuh, antibodi dapat digunakan untuk melawan virus terutama pasien yang pulih dari SARS. Apa hubungan keduanya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 28/05/2020

Hidup Berdampingan dengan COVID-19, Simak Panduan ‘New Normal’ dari BPOM Ini

Ajakan pemerintah yang meminta untuk berdamai dengan COVID-19 disertai dengan rilisnya panduan new normal dari BPOM. Simak isinya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 27/05/2020

WHO: COVID-19 Akan Jadi Penyakit Endemi, Apa Artinya?

Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyatakan COVID-19 kemungkinan tidak akan hilang dan akan berubah menjadi penyakit endemi. Apa maksudnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 27/05/2020

Mitos atau Fakta: Minum Alkohol Dapat Membunuh Coronavirus?

Baru-baru ini terdengar kabar bahwa minum alkohol dapat membunuh coronavirus di dalam tubuh. Benarkah demikian? Simak penjelasannya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 23/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

Bagaimana Sesi Konseling Bersama Psikolog dan Psikiater Selama Pandemi?

Bagaimana Sesi Konseling Bersama Psikolog dan Psikiater Selama Pandemi?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
Potong Rambut di Salon Saat COVID-19 Ada Aturannya, Lho!

Potong Rambut di Salon Saat COVID-19 Ada Aturannya, Lho!

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
Risiko Bayi Baru Lahir Terinfeksi COVID-19

Risiko Bayi Baru Lahir Terinfeksi COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020