Update COVID-19: Kasus Meninggal Pertama di Indonesia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13/04/2020 . 9 menit baca
Bagikan sekarang

Indonesia mengumumkan dua kasus pertama positif terpapar virus corona atau SARS-CoV-2 pada Senin (2/3). Sejak saat itu jumlah kasus COVID-19 di Indonesia terus bertambah.

Rabu (11/3) pemerintah mengumumkan kasus pertama positif COVID-19 di Indonesia yang meninggal dunia. Pasien adalah kasus 25 yang merupakan warga negara asing (WNA).

Setelah mengumumkan kasus meninggal, pemerintah mengumumkan bertambahnya jumlah kasus positif virus corona di Indonesia sebanyak 7 orang. Dengan begitu total kasus menjadi 34 orang pasien positif terpapar SARS-CoV-2.

Update kasus positif COVID-19 di Indonesia

Jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia

Pemerintah mengumumkan kasus pertama positif COVID-19 di Indonesia yang meninggal dunia. Pasien adalah kasus 25 yang merupakan warga negara asing (WNA).

Kasus 25 diketahui meninggal dunia dini hari tadi, Rabu (11/3) sekitar pukul 02.00 WIB.

Juru bicara pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto mengabarkan bahwa kasus 25 ini memiliki penyakit penyerta. Komplikasi karena sepsis infeksi keseluruhan di pembuluh darah disebabkan daya tahan tubuh.

“Pasien masuk rumah sakit sudah dalam kondisi buruk karena ada faktor diabetes, hipertensi, dan paru obstruksi,” kata Yuri dalam keterangannya seperti dikutip dari Antara News.

Kedutaan besar asal negara pasien saat ini sedang mengurus proses pemulangan jenazah.

Rincian jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia

Jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia

Data website Kemenkes yang diupdate (11/3) pukul 08.00 WIB, pemerintah Indonesia setidaknya telah melakukan tes pada 793 orang dengan hasil 27 orang positif, 744 orang negatif, dan 22 orang masih dalam proses.  Dengan update terbaru ini, berarti total kasus positif menjadi 34 orang dan 1 orang meninggal.

Pasien suspek yang sedang menunggu hasil tes, empat di antaranya telah meninggal dunia. Yakni satu orang di Rumah Sakit Umum Pusat Kariadi Semarang (23/2), satu orang di RSBP Batam (22/2), satu orang di Rumah Sakit Dr Hafiz Cianjur (3/3), dan Jumat (6/3) di RSPI Sulianti Saroso.

Jubir Achmad Yuri mengumumkan bahwa kasus-kasus ini terkonfirmasi positif setelah menjalani dua kali pemeriksaan. Pertama dengan metode PCR dan diperjelas oleh tes kedua yakni dengan metode genom sekuensing. 

Penambahan kasus ini dijelaskan Yuri, ada yang merupakan imported case dan ada dari tracing dan tracking.

Untuk diketahui, imported case adalah pasien positif COVID-19 yang dinyatakan terinfeksi di luar negeri bukan di Indonesia, dia tercatat memiliki perjalanan ke negara yang sudah terinfeksi. Sedangkan tracing dan tracking adalah hasil dari penelusuran orang-orang yang berkontak dengan pasien yang sudah dinyatakan positif. 

Setiap pasien positif COVID-19 ditandai dengan nomor sesuai dengan urutan terdeteksinya, yakni kasus 01 dan seterusnya. 

Kasus 28 hingga 34

Setelah mengumumkan pasien positif COVID-19 pertama di Indonesia yang meninggal Rabu (11/3), pemerintah mengumumkan bertambahnya jumlah kasus positif virus corona di Indonesia sebanyak 7 orang. Dengan begitu total kasus menjadi 34 orang pasien positif terpapar SARS-CoV-2.

Kasus 34. Pasien merupakan laki-laki 42 tahun yang merupakan imported case. Ia tampak sakit kategori ringan sedang.

Kasus 33. Pasien ini adalah laki-laki 29 tahun merupakan imported case. Ia tampak sakit kategori ringan sedang.

Kasus 32. Pasien ini adalah laki-laki 45 tahun yang merupakan imported case. Ia dalam kondisi sakit kategori ringan sedang.

Kasus 31. Pasien ini adalah perempuan 48 tahun yang merupakan imported case. Pasien dalam kondisi sakit ringan.

Kasus 30: Laki-laki 84 tahun merupakan imported case. Ia dalam kondisi sakit kategori ringan sedang.

Kasus 29. Pasien adalah laki-laki 51 tahun yang merupakan imported case. Ia saat ini dalam kondisi sakit kategori ringan sedang.

Kasus 28. Pasien adalah laki-laki 37 tahun merupakan imported case. Ia saat ini dalam kondisinya sakit ringan sedang. 

Kasus 20 hingga kasus 27 

positif covid-19 meski tak ada gejala

Penambahan jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia pada Selasa (10/3)  yakni kasus 20 sampai dengan kasus 27. Dari penambahan 8  kasus ini rata-rata pasien berada dalam kondisi sakit ringan sampai sakit sedang. Hanya satu pasien yakni kasus 23  membutuhkan bantuan ventilator karena memiliki penyakit lain.

Kasus 27. Pasien ini adalah laki-laki berusia 23 tahun. Pemerintah belum mengetahui asal paparan pasien ini. Ia bukan imported case, tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri, dan tidak ingat pernah melakukan kontak dengan pasien positif.

Kasus 26. Pasien ini adalah laki-laki berusia 46 tahun. Ia merupakan warga negara asing dan dinyatakan imported case.

Kasus 25. Pasien ini adalah peremuan berusia 25 tahun merupakan imported case. Ia merupakan warga negara asing yang diduga sudah terinfeksi COVID-19 di negara lain.

Kasus 24. Pasien ini adalah laki-laki berusia 46 tahun yang merupaka imported case.

Kasus 23. Pasien ini adalah perempuan berusia 73 tahun yang merupakan imported case. Pasien ini di rawat di rumah sakit dengan bantuan ventilator karena adanya penyakit lain.

Kasus 22. Perempuan berusia 36 tahun merupakan imported case.

Kasus 21. Perempuan berusia 47 tahun yang merupakan bagian dari tracing subklaster Jakarta.

Kasus 20. Pasien ini adalah perempuan berusia 20 tahun yang merupakan bagian dari tracing subklaster Jakarta.

Kasus 07 sampai kasus 19, lonjakan jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia

Lonjakan jumlah kasus baru positif COVID-19 di Indonesia juga terjadi pada Senin (9/3). Pemerintah mengumumkan bertambahnya jumlah kasus positif virus corona di Indonesia sebanyak 13 orang.

update selasa 10/3, satu orang yakni kasus 08, laki-laki berusia 56 tahun, saat ini harus dibantu dengan peralatan oksigen dan infus. Kondisi ini karena pasien memiliki penyakit diabetes. 

Kasus 19. Pasien kasus 19 ini adalah laki-laki berusia 40 tahun. Ia dinyatakan imported case karena terinfeksi COVID-19 saat melakukan perjalanan ke negara yang sudah terinfeksi.

Kasus 18. Pasien ini adalah laki-laki berusia 55 tahun, ia terinfeksi saat melakukan perjalanan ke luar negeri dan merupakan imported case.

Kasus 17. Pasien ini adalah laki-laki 56 tahun, ia terinfeksi  saat melakukan perjalanan ke luar negeri dan merupakan imported case.

Kasus 16. Pasien kasus 16 adalah remaja perempuan 17 tahun. Ia tertular dari pasien kasus 15 yang baru saja kembali dari luar negeri. 

Kasus 15. Pasien ini adalah perempuan 53 tahun, ia terinfeksi saat melakukan perjalanan ke luar negeri dan merupakan imported case. Kasus 15 ini menularkan ke kasus 16. 

Kasus 14. Pasien ini adalah laki-laki 50 tahun ia terinfeksi saat melakukan perjalanan ke luar negeri dan merupakan imported case

Kasus 13. Pasien ini adalah remaja perempuan16 tahun, kasus 13 adalah hasil tracing contact sub kluster kasus 3.

Kasus 12. Pasien ini adalah laki-laki 31 tahun, kasus ini merupakan hasil tracing contact dari kasus 01.

Kasus 11. Pasien ini adalah perempuan 54 tahun, ia merupakan warga negara asing (WNA). Kasus ini bagian dari tracing contact kasus 01.

Kasus 10. Pasien ini adalah laki-laki 29 tahun yang merupakan warga negara asing (WNA). Kasus ini juga merupakan bagian dari tracing kasus 01.

Kasus 09.  Pasien ini adalah perempuan 55 tahun merupakan imported case dan bukan bagian dari kluster manapun. 

Kasus 08. Pasien ini adalah laki-laki 56 tahun, ia tertular dari istrinya yakni kasus 07.  (update selasa 10/3) Kondisinya sekarang menggunakan beberapa peralatan seperti infus & oksigen karena yang bersangkutan sebelumnya sudah sakit & memiliki penyakit diabetes.

Kasus 07. Pasien ini adalah perempuan 59 tahun, ia terinfeksi  saat melakukan perjalanan ke luar negeri dan merupakan imported case

Kasus 05 dan kasus 06

laboratorium coronavirus

Minggu (8/3) pemerintah mengumumkan jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia menjadi 6 kasus. Kasus infeksi COVID-19 terbaru yakni kasus 05 dan kasus 06, selang dua hari setelah pengumuman kasus 03 dan 04. 

Kasus 06. Pasien adalah laki-laki 36 tahun dan merupakan imported case. Ia adalah salah satu dari 69 WNI awak kapal pesiar Diamond Princess yang dievakuasi pemerintah dan melakukan karantina di Pulau Sebaru.

Kasus 05. Pasien adalah laki-laki 55 tahun, ia merupakan hasil tracking kluster Jakarta.

Kasus 03 dan 04

Pemerintah mengumumkan dua kasus baru positif COVID-19 pada Jumat (6/3). Dua kasus baru ini menambah jumlah pasien positif COVID-19 di Indonesia menjadi 4 orang. Informasi ini dikabarkan oleh Kementerian Kesehatan empat hari setelah konfirmasi kasus pertama. 

Kasus 03 dan kasus 04 adalah hasil tracing contact dari kasus 01 dan kasus 02.

“Kami melakukan penelusuran, pencarian, kemudian mengidentifikasi orang-orang yang kontak dengan kasus pertama. Lalu kami mendapatkan dua orang terkonfirmasi sebagai kasus 3 dan 4,” kata juru bicara tim penanganan COVID-19 Indonesia Achmad Yurianto dalam jumpa pers di Jakarta seperti dilansir dari kantor berita Antara.

Seperti kasus pertama, dua orang ini juga menjalani pengobatan di ruang isolasi Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Kasus 01 dan kasus 02

Senin (2/3) presiden Jokowi mengumumkan dua kasus pertama positif COVID-19 di Indonesia. Dua orang tersebut adalah seorang perempuan berusia 64 tahun dan putrinya berusia 31 tahun. Mereka tertular virus SARS-CoV-19 dari kawannya warga negara Jepang yang diketahui positif setelah tiba di Malaysia.

Infografik update kasus positf COVID-19 di Indonesia, Jumat (13/3).
Infografik update kasus positf COVID-19 di Indonesia, Jumat (13/3).

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Tinggal Sendiri Selama Pandemi, Apa yang Harus Diperhatikan?

Hidup sendirian tidak selamanya menyenangkan. Ada kalanya tinggal sendiri bisa menimbulkan rasa kesepian yang parah, terutama selama pandemi COVID-19.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 02/07/2020 . 6 menit baca

Rasa Aman Palsu, Alasan Mengapa Banyak Orang Berkerumun Saat Pandemi

Meski bahaya penularan COVID-19 masih tinggi, banyak orang sudah mulai berkerumun. Ternyata, ini disebabkan oleh rasa aman palsu saat pandemi. Apa itu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 30/06/2020 . 4 menit baca

Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi? Perhatikan Hal-hal Ini

Olahraga yang dilakukan di luar rumah bisa bermanfaat bagi kebugaran dan kesehatan mental. Tapi apakah aman olahraga di luar rumah saat pandemi COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 30/06/2020 . 4 menit baca

Jamur Cordyceps Militaris Bantu Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Jamur Cordyceps militaris, sebagai suplemen yang memiliki potensi untuk meningkatkan sistem imun tubuh dalam melawan virus penyebab penyakit.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/06/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

teledermatologi saat pandemi

Teledermatologi, Layanan Konsultasi Masalah Kulit Online di Tengah Pandemi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 04/07/2020 . 6 menit baca
covid-19 menular lewat ac

Benarkah Ruangan Ber-AC Tingkatkan Risiko Penularan COVID-19?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 5 menit baca

Menghadapi Masa Transisi dari Terapi Langsung ke Terapi Online Selama Pandemi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 5 menit baca
pelacakan kontak covid-19

Pelacakan Kontak Dapat Menekan Angka Penyebaran Kasus COVID-19

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 5 menit baca