Panduan Mempersiapkan Diri untuk Cegah Penularan COVID-19 di Tempat Kerja

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa wilayah akan dicabut di awal Juni dan pemerintah akan menerapkan konsep new normal. Salah satunya dengan dibukanya kantor. Mau tidak mau, kita harus punya strategi untuk mencegah penularan COVID-19 saat kembali beraktivitas di tempat kerja.

Apa saja yang harus Anda perhatikan dan bagaimana cara pencegahan untuk mengurangi risiko penularan COVID-19 di tempat kerja?

Mencegah penularan COVID-19 di tempat kerja

Mencegah COVID-19 tempat kerja

Saat harus kembali beraktivitas di tempat kerja, Anda harus mempersiapkan diri untuk cegah penularan COVID-19 di tempat kerja. 

Seperti yang saat ini sudah kita ketahui, COVID-19 menular melalui droplet (cipratan air liur) saat seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga bisa terjadi dari sentuhan dengan permukaan benda yang sudah terkontaminasi virus.

Dengan mengetahui hal dasar tersebut kita harus memasang strategi untuk sebisa mungkin menghindari jalur penularan COVID–19.

Mencegah penularan COVID-19 dimulai saat perjalanan ke tempat kerja sampai kembali lagi ke rumah. Saat berangkat kerja, pastikan Anda dalam keadaan sehat, mengenakan masker, dan jika memungkinkan hindari menggunakan transportasi umum. 

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

266,845

Terkonfirmasi

196,196

Sembuh

10,218

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Kebiasaan di tempat kerja yang harus diperhatikan

Mencegah COVID-19 di tempat kerja

1. Jaga jarak

Awalnya imbauan ini berlaku untuk menghindari kontak dengan orang yang sakit saja. Tapi karena saat ini orang yang telah terinfeksi bisa saja terlihat tetap sehat atau biasa disebut orang tanpa gejala (OTG) jadi sebisa mungkin untuk menghindari kontak langsung dengan orang lain.

Untuk menghindari penularan COVID-19 di tempat kerja, sebisa mungkin jaga jarak tempat kerja Anda dengan rekan lainnya.

2. Selalu mencuci tangan

Cuci tangan menjadi salah satu hal yang paling utama dalam mencegah penularan COVID-19 di manapun, termasuk di tempat kerja. 

Setibanya di tempat kerja, segera mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir. Setelah itu Anda disarankan untuk mencuci tangan pakai sabun setiap 4 jam sekali. Gunakan hand sanitizer sehabis menyentuh peralatan bersama di area kerja.

sabun bunuh COVID-19

3. Tetap kenakan masker selama bekerja

Kenakan masker dari mulai berangkat kerja sampai tiba lagi di rumah. Dokter menyarankan untuk mengganti masker setiap empat jam sekali. Jangan lupa bawa beberapa masker cadangan selama berada di kantor.

4. Jangan sentuh wajah

Wajah dipercaya sebagai pintu masuknya virus ke dalam tubuh kita. Wajah yang disentuh oleh tangan yang terkontaminasi virus corona dapat membuat kuman mudah menempel pada selaput lendir. Akibatnya risiko infeksi saluran pernafasan meningkat.

Menyentuh wajah memang sebuah kebiasaan yang sulit dihentikan, tapi ini menjadi hal penting untuk mencegah penularan COVID-19 di tempat kerja. Jadi mulai saat ini kita harus membiasakan hal tersebut dengan serius.

5. Di rumah saja saat sakit

Jangan berangkat kerja dan tetap di rumah saat Anda merasakan sakit. Hal ini untuk menghindari Anda menularkan penyakit ke orang lain.

Setibanya di rumah jangan berkontak dengan anggota keluarga dan segera membersihkan diri. Mencegah penularan COVID-19 dengan hidup bersih dan sehat harus dijadikan kebiasaan kita sehari-hari selama masa pandemi.

Selain itu jaga kesehatan, perhatikan asupan gizi seimbang, dan tidur yang cukup.

Hidup Berdampingan dengan COVID-19, Simak Panduan ‘New Normal’ dari BPOM Ini

Pencegahan juga diharapkan dilakukan oleh pihak perusahaan

pencegahan penularan covid-19 di tempat kerja

Saat karyawan dituntut kembali bekerja, perusahaan diharapkan dapat melakukan beberapa tindakan untuk mencegah penularan COVID-19. 

Pusat Pengendalian Penyakit Amerika (CDC) meminta perusahaan menjawab pertanyaan “apakah perusahaan siap melindungi karyawan dengan risiko tinggi?” Jika jawabannya tidak maka disarankan untuk tidak membuka. 

Sedangkan pemerintah Indonesia mengeluarkan Keputusan Menteri Kesehatan yang terbit pada Rabu (20/5) dan ditandatangani oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Itu adalah Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/ MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

New Normal Akibat Pandemi COVID-19 dan Efek Psikologisnya

Dalam keputusan tersebut, perusahaan diharapkan membatasi jumlah personel di tempat kerja. Hal ini dimaksudkan agar memudahkan setiap pekerja untuk menjaga jarak aman atau yang dikenal dengan physical distancing.

Peraturan lainnya yang bisa diterapkan untuk mencegah penularan COVID-19 di tempat kerja adalah dengan memberikan tanda jaga jarak di beberapa tempat. Salah satunya adalah pembatasan di pintu masuk saat pengecekan suhu tubuh dan di dalam lift.

“Jika memungkinkan, menyediakan transportasi khusus pekerja untuk perjalanan pulang pergi dari mes atau perumahan ke tempat kerja sehingga pekerja tidak menggunakan transportasi publik,” tulis KMK tersebut.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Izin Konser saat Pilkada, Seberapa Bahaya Penularan COVID-19 di Tengah Konser?

Pilkada Serentak 2020 rencananya akan diizinkan untuk melakukan kampanye konser dan jalan sehat, bagaimana dampaknya dalam penanggunalan penularan COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Dampak Jangka Panjang Setelah Pasien Sembuh dari COVID-19

Beberapa studi melaporkan banyak pasien COVID-19 mengalami dampak jangka panjang, terlepas berat atau ringannya infeksi yang dialami.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Kasus Pasien COVID-19 Bunuh Diri dan Kesehatan Mental Selama Pandemi

Beberapa kasus pasien COVID-19 yang bunuh diri menandakan penanganan COVID-19 juga membutuhkan penanganan perhatian khusus pada kesehatan mental pasien.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Klaster Penularan COVID-19 di Perkantoran Terus Bertambah, Apa yang Salah?

Memasuki new normal, angka penularan COVID-19 klaster perkantoran terus bertambah. Data terbaru mencatat setidaknya ada 90 klaster perkantoran di Jakarta.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 21 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hidup sehat dan bersih di rumah

Pentingnya Menerapkan Protokol Kesehatan untuk Melindungi Keluarga di Rumah

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 26 September 2020 . Waktu baca 5 menit
risiko penularan covid-19 banjir

Banjir dan Risiko Penularan COVID-19, Ancaman Dobel Bencana

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Indonesia bisa menjadi episentrum covid-19 dunia

Apakah Indonesia akan Menjadi Episentrum COVID-19 di Dunia?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 4 menit
thermo gun tidak merusak otak

Thermo Gun Tidak Merusak Saraf dan Otak, Cek Suhu di Dahi Lebih Akurat

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 4 menit