Coronavirus pada Sperma, Bisakah Menular Lewat Hubungan Seks?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Mei 14, 2020
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Para peneliti di Tiongkok mendapatkan temuan baru terkait COVID-19. Mereka menemukan coronavirus pada sampel sperma pria yang positif terjangkit COVID-19. Temuan ini tentu menuai tanda tanya. Mungkinkah COVID-19 menular melalui hubungan seksual?

Setelah memasuki tubuh, SARS-CoV-2 diketahui dapat menyebar hingga ke paru-paru, ginjal, dan saluran pencernaan. Belum ada dugaan bahwa coronavirus dapat ditemukan pada sperma, meskipun bukan berarti mustahil. Lantas, bagaimana cara SARS-CoV-2 memasuki sistem reproduksi dan apa pengaruhnya bagi tubuh?

Kata peneliti tentang coronavirus pada sperma pasien

Sumber: Fertility Center of San Antonio

Penelitian tersebut dilakukan terhadap 38 pasien di Shangqiu, Tiongkok, yang sedang menjalani pengobatan COVID-19. Sebanyak 15 pasien diambil sampel spermanya saat masih menunjukkan gejala COVID-19, sedangkan sampel lainnya diambil dari 23 pasien yang baru pulih.

Sampel sperma kemudian diteliti untuk mendeteksi keberadaan SARS-CoV-2. Hasilnya, sebanyak enam sampel mengandung bahan genetik yang menyusun virus bermahkota tersebut. Jumlah ini setara dengan 16% dari total peserta penelitian.

Bila diuraikan, empat sampel berasal dari 15 pasien yang sakit, sedangkan dua sampel berasal dari 23 pasien yang baru pulih. Belum dipastikan apakah perbedaan angka ini berkaitan dengan kondisi kesehatan pasien saat pengambilan sampel.

Temuan ini berbeda dengan hasil penelitian sebelumnya di Wuhan, Tiongkok. Penelitian tersebut dilakukan terhadap 12 pasien yang baru saja pulih, berbeda dengan penelitian terbaru yang lebih berfokus pada pasien dengan gejala berat.

Mereka saat itu juga menemukan bahan genetik penyusun coronavirus pada beberapa sampel sperma pasien. Perbedaan hasil dengan penelitian di Shangqiu mungkin ada kaitannya dengan tingkat keparahan penyakit dan waktu pengambilan sampel.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

22,750

Terkonfirmasi

5,642

Sembuh

1,391

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Bagaimana SARS-CoV-2 bisa berada di sperma?

motilitas sperma

Testis, plasenta, dan sistem saraf pusat adalah contoh tempat pada tubuh yang dikenal sebagai immunoprivileged sites. Tempat-tempat ini mampu menyesuaikan diri dengan zat asing yang masuk ke tubuh tanpa memanggil sistem imun.

Ketika SARS-CoV-2 menginfeksi paru-paru, sel paru-paru dan sistem imun di dalamnya akan merespons dengan memanggil lebih banyak sel darah putih. Sel darah putih dapat membunuh virus, tapi proses ini juga memicu peradangan dan kerusakan jaringan paru.

Tempat-tempat yang termasuk immunoprivileged sites sedikit berbeda karena mereka terlindung dari peradangan dan kerusakan. Namun, virus kadang diuntungkan oleh hal ini. Bukannya hancur, SARS-CoV-2 justru bertahan dan ikut terlindung di dalamnya.

Penemuan virus pada immunoprivileged sites, sebenarnya bukan baru kali ini terjadi. Virus Ebola sebelumnya pernah ditemukan pada sperma pasien yang berhasil sembuh. Coronavirus dari tipe lain juga pernah terdeteksi pada sperma pasien yang terinfeksi.

gejala dan komplikasi coronavirus

Para peneliti belum sepenuhnya paham bagaimana SARS-CoV-2 dapat bertahan pada sperma. Mereka juga belum dapat menyimpulkan pengaruhnya pada kesehatan pasien maupun pengobatan. Pasalnya, hasil penelitian tentang topik ini masih amat beragam.

Salah satunya dilaporkan dalam penelitian pada jurnal Fertility and Sterility. Penelitian ini berfokus pada pasien yang sudah pulih selama hampir sebulan. Di antara 34 pria yang diteliti, tidak ada satu pun yang sampel spermanya mengandung coronavirus.

Bisakah COVID-19 menular lewat hubungan seksual?

kentut vagina

Temuan terkait coronavirus pada sperma pasien tentu menimbulkan kecemasan bagi sebagian orang. Terlebih lagi karena bahan genetik virus masih bisa dideteksi setelah pasien pulih dari COVID-19. Namun, Anda tidak perlu cemas akan hal ini.

Walaupun peneliti menemukan virus pada sperma, yang mereka temukan sebenarnya adalah bahan genetik penyusun virus, bukan SARS-CoV-2 dalam bentuk virus utuh. Bahan genetik tersebut tidak memiliki kemampuan menginfeksi seperti halnya virus.

COVID-19 memang dapat menular saat Anda berhubungan seksual, tapi penularannya kemungkinan besar bukan melalui sperma. Penularan terjadi karena Anda melakukan kontak dekat dengan orang yang terinfeksi.

Ketika terjadi kontak dekat, Anda bisa saja menghirup droplet (percikan air liur) mengandung virus atau menyentuh sesuatu yang terkontaminasi virus. Virus kemudian masuk ke dalam tubuh saat Anda menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan.

Hilang Penciuman dan Pengecapan Bisa Jadi Gejala COVID-19

Masih banyak yang belum kita ketahui tentang COVID-19 dan virus penyebabnya, SARS-CoV-2. Meskipun terkesan tidak lazim, coronavirus yang ditemukan pada sperma pasien mungkin dapat menjadi petunjuk bagi para ilmuwan yang meneliti COVID-19.

Masyarakat setidaknya bisa sedikit tenang karena COVID-19 belum terbukti menular melalui hubungan seks. Penularan utama tetaplah melalui droplet, dan Anda dapat melindungi diri dengan cara mencuci tangan serta menerapkan physicial distancing.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Aman Gerak Jalan yang Direkomendasikan Selama Pandemi

Anda tetap bisa melakukan olahraga gerak jalan atau jalan kaki saat pandemi dengan tetap mengikuti beberapa protokol kesehatan berikut ini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Coronavirus, COVID-19 Mei 22, 2020

COVID-19 Bisa Sebabkan Sindrom Peradangan Multisistem pada Anak, Apa Artinya?

WHO baru-baru ini melaporkan komplikasi COVID-19 pada anak yang dikenal sebagai sindrom peradangan multisistem. Apa gejala dan dampaknya bagi anak?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 Mei 21, 2020

Alasan Penderita Lupus Lebih Berisiko Terhadap Komplikasi COVID-19

Penyakit lupus termasuk dalam kategori kelompok yang rentan terhadap gejala COVID-19 yang lebih parah. Bagaimana risiko COVID-19 pada penderita lupus?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 Mei 20, 2020

Potensi Penularan COVID-19 di Desa, Bagaimana Kesiapannya?

Arus mudik yang tak bisa dikendalikan membuat masyarakat di desa harus siaga kedatangan potensi sumber penularan COVID-19. Bagaimana kesiapannya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 Mei 20, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

Gejala COVID-19 pada Anak Disebut Mirip dengan Penyakit Kawasaki

Gejala COVID-19 pada Anak Disebut Mirip dengan Penyakit Kawasaki

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Tanggal tayang Mei 24, 2020
Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang Mei 24, 2020
Mitos atau Fakta: Minum Alkohol Dapat Membunuh Coronavirus?

Mitos atau Fakta: Minum Alkohol Dapat Membunuh Coronavirus?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang Mei 23, 2020
Pengaruh Pandemi Terhadap Kesehatan Mental Remaja, Apa Saja?

Pengaruh Pandemi Terhadap Kesehatan Mental Remaja, Apa Saja?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang Mei 23, 2020