Berita Tentang Coronavirus Bisa Bikin Kesehatan Mental Memburuk, Lho

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13/04/2020 . 7 menit baca
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Wabah coronavirus COVID-19 kini telah menyebabkan lebih dari satu juta kasus di seluruh dunia dan menyebabkan sekitar 70.000 orang meninggal.

Dampak dari wabah ini ternyata tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan fisik, melainkan juga mental Anda, terutama saat membaca berita. Lantas, apa saja dampak membaca berita coronavirus terhadap kesehatan mental Anda?

Mengapa berita coronavirus berdampak pada kesehatan mental?

cara bijak menggunakan media sosial

Akhir-akhir ini, berita perkembangan terbaru seputar wabah COVID-19 meningkatkan kewaspadaan di masyarakat. Namun, pada saat yang sama membaca berita tentang pandemi coronavirus juga berpengaruh terhadap kesehatan mental hingga meningkatkan rasa cemas. 

Kondisi ini dapat terjadi dikarenakan ketika pandemi berlangsung, pemerintah di beberapa negara, termasuk Indonesia, menganjurkan untuk tetap berada di rumah. Mulai dari membatasi kegiatan di luar rumah, seperti bekerja di kantor dan menutup beberapa fasilitas umum, hingga memberlakukan jam malam. 

Akibatnya, Anda lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan mungkin bingung harus berbuat apa. Terlebih lagi, efek pandemi coronavirus tidak hanya berpengaruh pada kesehatan, melainkan juga ke aspek lainnya, terutama ekonomi. 

Berita tentang banyaknya orang yang harus diberhentikan dari pekerjaannya akibat pandemi hingga angka kematian yang terus meningkat tentu membuat kebanyakan orang khawatir. 

Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang merasakan gejala terkait COVID-19 selepas membaca berita tentang penyakit yang menyerang pernapasan ini. 

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

62,142

Terkonfirmasi

28,219

Sembuh

3,089

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Perasaan mengalami gejala yang berhubungan dengan penyakit ini dinamakan sebagai psikosomatis. Psikosomatis adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan penyakit fisik akibat pikiran atau kesehatan mental, seperti stres dan rasa cemas. 

Sebagai contoh, ketika mendengar rekan kerja dikabarkan positif COVID-19, Anda merasa stres dan khawatir. Apakah ketika bertemu dengannya penularan terjadi dan Anda tidak sadar telah terinfeksi. 

Akibat dari rasa khawatir tersebut, Anda mungkin mulai merasa demam, batuk kering, dan sesak napas. Sama seperti gejala terkait coronavirus. 

Padahal, mungkin saja sebenarnya Anda sehat-sehat saja. Namun, berita coronavirus berdampak pada kesehatan mental Anda akhirnya hal tersebut memunculkan ‘sugesti’ bahwa tubuh juga terinfeksi.

Cara mengatasi rasa cemas akibat baca berita coronavirus 

kurang tidur penyebab gangguan kecemasan

Baik kesehatan fisik maupun kesehatan mental perlu dijaga selama pandemi coronavirus. Psikolog Steven Stosny, Ph.D dalam tulisannya di Washington Post mengatakan siklus berita yang melelahkan memicu perasaan cemas, tidak berdaya, dan tidak aman.

Sebagai contoh, penjualan masker di apotek meningkat drastis. Akibatnya, stok masker pun menipis dan membuat harga masker meroket hingga 189 persen. 

Maka itu, agar tidak terlalu merasa cemas hingga tubuh dan pikiran tidak sehat, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengelola perasaan ini. 

1. Beristirahat dari kegiatan membaca berita

mengurangi penggunaan media sosial

Salah satu cara agar berita tentang coronavirus tidak terlalu berpengaruh terhadap kesehatan mental seseorang adalah dengan memberi jeda kepada diri sendiri. 

Bagi sebagian orang, perasaan putus asa, marah, khawatir, dan tidak berdaya bisa semakin kuat jika terus-menerus terpapar kelanjutan berita-berita yang menegangkan. Hal tersebut bisa menghambat produktivitas seseorang.

Berhenti sementara waktu dari mengecek berita dan media sosial tidak akan membuat sesuatu peristiwa buruk atau baik terjadi. 

Perlu waktu untuk menghimpun semua fakta dalam sebuah peristiwa, jadi ada baiknya untuk menunggu beberapa saat. Membaca atau menonton laporan yang hanya menginformasikan setengah kebenaran dan spekulasi dapat meningkatkan kemungkinan perasaan kecemasan.

Beristirahatlah dari membaca berita yang membuat Anda khawatir setidaknya untuk sementara waktu. 

Direktur American Psychological Association (APA), Katherine Nordal, Ph.D., mengingatkan pentingnya istirahat dari berita dan beralih ke siklus kegiatan lain.

“Cukupkan membaca dan dapatkan informasi, kemudian rencanakan kegiatan lain yang bisa membuat anda menjauh dari berita yang membuat anda cemas,” kata Nordal seperti dikutip dari situs APA.

Saat beristirahat dari membaca berita cobalah untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan positif. Seperti membaca buku, mendengarkan musik, meditasi, olahraga, dan berkumpul dengan keluarga dan kawan.

APA mengamati bahwa beberapa orang teman dekat dapat membantu seseorang merasa terhubung dan memberi kekuatan. Ikatan sosial mereka secara tidak langsung juga dapat memperkuat kekebalan tubuh. 

Setidaknya teman yang berpikiran sehat dapat mendorong perilaku kesehatan yang baik seperti makan, tidur, dan berolahraga dengan baik.

Dengan begitu, Anda dapat mengelola stres dan perasaan cemas setiap kali membaca berita coronavirus agar tidak berpengaruh pada kesehatan mental. 

2. Fokus terhadap upaya pencegahan

kebersihan tangan mencegah coronavirus

Selain memberi jeda pada diri sendiri, fokus terhadap upaya pencegahan juga perlu agar berita coronavirus tidak berdampak pada kesehatan mental Anda. 

Salah satunya dengan menjalankan hidup sehat yang disarankan untuk terhindar dari virus.  Ini adalah poin yang jelas untuk dikemukakan tetapi sering diabaikan ketika kita cemas.

Misalnya Anda bisa mencoba untuk terbiasa menerapkan cara mencuci tangan yang benar, minum banyak air, makan sehat,  konsumsi vitamin C, cukup istirahat, dan menjaga kebersihan pribadi semuanya membantu menjaga kesehatan fisik mengurangi stres. 

Selain itu, coba sibukkan diri dengan berolahraga. Anxiety and Depression Association of America (ADAA) menjelaskan kegiatan olahraga dapat meningkatkan kondisi fisik dan membantu memerangi penyakit.

Selain bisa membantu beristirahat dari berita dan media sosial, berolahraga juga bisa membantu mengurangi kecemasan.  Olahraga juga penting untuk menjaga kebugaran mental, efektif mengurangi kelelahan, meningkatkan kewaspadaan, dan konsentrasi.

Apakah Kucing dan Hewan Lainnya Dapat Tertular COVID-19 dari Manusia?

3. Mencari berita positif

informasi sosial

Jangan lupa untuk mencari berita positif terkait pandemi coronavirus agar kesehatan mental Anda tetap terjaga. Pasalnya, pada saat kesusahan, fokus kita sering berpusat pada apa yang bisa salah dan hal buruk apa yang mungkin terjadi. Meskipun mengambil tindakan pencegahan, kekhawatiran masih ada di sana. 

Apalagi saat beragam berita buruk dapat menjangkau kita lebih mudah lewat media sosial. Jangan sampai Anda dipenuhi dengan berita bahaya COVID-19 yang dilebih-lebihkan. 

Maka itu, carilah berita-berita positif yang dapat membantu mengatasi kecemasan terkait COVID-19. Coba tingkatkan usaha untuk mendapatkan berita yang positif dan akurat. Cari di situs terpercaya dan jangan melahap informasi yang disebar di media sosial atau di grup whatsapp yang belum diketahui kebenarannya.

Perkembangan berita soal COVID-19 terus berjalan. Ketika dunia mulai terbiasa dengan perkembangan COVID-19, ada banyak informasi bermanfaat. Anda bisa mencari informasi dari situs-situs terpercaya bagaimana menjaga kesehatan dan mencegah paparan COVID-19.

4. Memakai aplikasi yang membantu mengurangi stres

kecanduan media sosial

Jika Anda sudah menjalani beberapa tips di atas dan masih merasa sedikit cemas akibat berita coronavirus yang berpengaruh terhadap kesehatan mental, cobalah memanfaatkan teknologi. 

Mengelola stres dan cemas ternyata berpengaruh pada kualitas tidur dan serangan panik yang tentu mengganggu kehidupan sehari-hari. Maka itu, terapi dengan psikolog dapat menjadi bantuan yang cukup berguna. 

Namun, saat pandemi coronavirus sedang berlangsung tentu akan sulit untuk menemui psikolog. Maka itu, cobalah untuk memanfaatkan beberapa aplikasi agar perasaan cemas berkurang dan pikiran tidak berisi hal-hal negatif, seperti:

  • Headspace, aplikasi meditasi untuk meningkatkan fokus dan mengelola stres
  • Calm, panduan meditasi yang dilengkapi dengan suara alam agar tidur lebih nyenyak
  • Colorfly, aplikasi mewarnai untuk orang dewasa untuk mengalihkan perhatian
  • Dare, menghadapi rasa cemas dengan merekam diri sendiri 

Membaca berita tentang coronavirus adalah salah satu cara agar tetap waspada, tetapi terlalu berlebihan ternyata juga berpengaruh terhadap kesehatan mental Anda.

Maka itu, agar tidak merasa cemas ketika membaca kabar terbaru tentang pandemi ini, cobalah untuk mengatasi rasa cemas tersebut.

Baca semua artikel berita tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tinggal Sendiri Selama Pandemi, Apa yang Harus Diperhatikan?

Hidup sendirian tidak selamanya menyenangkan. Ada kalanya tinggal sendiri bisa menimbulkan rasa kesepian yang parah, terutama selama pandemi COVID-19.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 02/07/2020 . 6 menit baca

Rasa Aman Palsu, Alasan Mengapa Banyak Orang Berkerumun Saat Pandemi

Meski bahaya penularan COVID-19 masih tinggi, banyak orang sudah mulai berkerumun. Ternyata, ini disebabkan oleh rasa aman palsu saat pandemi. Apa itu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 30/06/2020 . 4 menit baca

Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi? Perhatikan Hal-hal Ini

Olahraga yang dilakukan di luar rumah bisa bermanfaat bagi kebugaran dan kesehatan mental. Tapi apakah aman olahraga di luar rumah saat pandemi COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 30/06/2020 . 4 menit baca

Jamur Cordyceps Militaris Bantu Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Jamur Cordyceps militaris, sebagai suplemen yang memiliki potensi untuk meningkatkan sistem imun tubuh dalam melawan virus penyebab penyakit.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/06/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

teledermatologi saat pandemi

Teledermatologi, Layanan Konsultasi Masalah Kulit Online di Tengah Pandemi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 04/07/2020 . 6 menit baca
covid-19 menular lewat ac

Benarkah Ruangan Ber-AC Tingkatkan Risiko Penularan COVID-19?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 5 menit baca

Menghadapi Masa Transisi dari Terapi Langsung ke Terapi Online Selama Pandemi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 5 menit baca
pelacakan kontak covid-19

Pelacakan Kontak Dapat Menekan Angka Penyebaran Kasus COVID-19

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 5 menit baca